Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Penakluk daerah Han


__ADS_3

Avan langsung melesat cepat ke arah titik buta yang di miliki Fang Han. namun sesuatu yang mengejutkan pun terjadi, dengan mudahnya Fang Han hanya menggeser sedikit langkahnya dan menerima serangan Avan dengan tangan kirinya.


" Bagaimana mungkin!" Avan begitu sangat terkejut, karena dengan mudahnya Fang Han menerima seranganya itu. Dia kemudian membulatkan matanya, pandanganya jatuh ke ekspresi wajah Ariyon yang tengah kesulitan, terlihat sebuah raut muka Ariyon yang baru pertama kali ia lihat.


Jual beli serangan pun terjadi, pertarungan Dasyat antara Fang Han dengan kedua orang terkuat dari Tujuh Pendosa Tuhan telah menghancurkan bukit serta tanah yang ada di antara mereka bertiga.


Di tempat Yuanjun, kelima musuhnya juga tengah di pojokan olehnya dengan mudah. Kini, Fang Han serta Yuanjun tengah di atas angin. Seranganya yang begitu mematikan serta racun pembunuh, terus mengelilingi tubuh Yuanjun.


Dastan serta ke empat temanya sekarang tidak berani untuk mendekati Yuanjun, Abda telah membuktikan kengerian dari racun milik Yuanjun itu. Beberapa menit yang lalu, dia menyerangnya dengan menahan nafas, agar dia tidak menghirup udara yang terpapar oleh racun milik Yuanjun.


Alangkah mengejutkanya, saat Abda memberikan sebuah serangan tapak kepada Yuanjun. Racun yang mengelilingi tubuh Yuanjun itu, justru masuk dan menyebar dengan cepat ke dalam pori-pori kulit milik Abda.


" Sial.. Meski kita berlima kita tidak mungkin mengalahkanya!" Grutu Afreen si Dosa ketamakan. Raut wajahnya sudah putih pucat karena persiapan mereka yang sangat kurang untuk menghadapi situasi ini, Ketujuh pendekar itu kini menyesali kebodohan mereka, karena tanpa sadar mereka telah meremehkan lawan mereka kali ini dan berujung buntu sekarang.


Si dosa Birahi yaitu Dastan, kini fokusnya terbagi dan tidak di tunjukan kepada Yuanjun penuh. Melainkan, dia juga teralihkan dengan pertarungan hebat antara Fang Han dengan Ariyon dan Avan. Terlihat kedua temanya yang terus di pojokan oleh Fang Han.


' Itu kan, Pedang Naga Surgawi! Kenapa dia memakai pusaka milik Avan?' Batin Dastan dengan perasaan buruk, semakin lama semakin banyak pemandangan mereka bertujuh yang tengah terpojok oleh musuh mereka kali ini. Raut wajah Dastan terus merubah menjadi sangat buruk melihatnya.


" Lebih baik! Kita kurung dulu dia dengan formasi lima permata hitam. Ada satu Monster lagi yang harus kita kalahkan hanya dengan kita bertarung bersama." Seru Bardia dengan wajah serius.


Dastan, Afreen, Abda serta Leon mengangguk menyetujui usul Bardia tadi. Kalo mereka ingin jujur, saat ini gabungan Ketujuh Pendosa Tuhan itu, masing - masing dari mereka terkejut dengan rekanya satu sama lain. Karena tanpa sadar mereka saling menunjukan raut wajah baru, yaitu wajah orag yang tengah di landa ketakutan dan panik.


Mereka berlima segera menyebar, untuk mengepung Yuanjun di satu titik. Mereka membuat sebuah lingkaran besar dan mengelilingi Yuanjun untuk membuat sebuah formasi penyegel.


Lingkaran hitam tiba-tiba keluar dan mengurung Yuanjun di dalamnya. " Apa ini? Apa kalian ingin lari!" Teriak Yuanjun sambil mencoba memukul - mukul Dinding hitam yang mengurungnya agar tidak bisa keluar.


Tubuh Abda semakin melemah, dia langsung ambruk ke tanah setelah berhasil membut segel formasi lima permata perak. Dari mulutnya, dia terus memuntahkan darah segar dan itu sangat banyak.


Wajah rekan - rekanya terlihat khawatir melihat kondisi Abda, namun apa yang mau di kata. Mereka harus segera menolong Avan dan Ariyon yang terus di pojokan oleh Fang Han dari tadi.


" Afreen jaga dia! Leon, Aku dan Bardia akan menyusul Tetua Ariyon serta Avan." Dastan segera menghilang beserta keduanya untuk langsung melesat ke arah Fang Han dengan cepat.

__ADS_1


Setengah dari langkah mereka saat menuju lokasi Fang Han, mereka bertiga terpaksa menghentikan langkahnya. Dengan sangat cepat, Fang Han justru malah mendekat ke arah ke tiganya.


Pertempuran pun semakin memuncak, saat Fang Han melawan Lima orang dari Tujuh Pendosa Tuhan itu. Fang Han memperkuat seranganya, karena kombinasi serangan lawan-lawanya itu yang dengan pelan-pelan terus membuatnya memundurkan langkahnya.


Kelima pendekar itu pun, sebenarnya sudah kewalahan untuk saling bergantian menyerang Fang Han. Ada sesuatu yang aneh, saat senjata yang mereka bertemu dengan Pedang Naga Surgawi milik Avan yang Fang Han rebut darinya.


Pusaka yang mereka pakai untuk menyerang Fang Han, justru semakin lama semakin terasa berat. Gerakan-gerakan mereka yang awalnya sangat cepat dan tajam, kini melampat dan semakin melemah.


Avan yang termasuk pemilik dan pernah berjuang bersama dengan pusaka yang di genggam Fang Han saat ini, dia juga ikut terkejut mengetahui ke istimewaan baru yang di tunjukan pusaka miliknya itu.


" Mungkin Pedang Naga Surgawi sudah memilih Tuanya yang baru." Gumam Avan yang saat ini tengah berdiri, dengan tubuh yang sudah tergores banyak luka sayat dan sudah terlihat sangat kewalahan dan kehabisan tenaga.


Fang Han menatap kelimanya dengan dingin. "Apa kalian sudah menyerah?" Ucap Fang Han, sambil menatap ketujuh musuhnya itu yang saat ini tengah menundukan pandangan mereka ke tanah


Ariyon tersentak setelah mendengar ucapan Fang Han tadi, seakan nada ucapan Fang Han di telinganya terdegar seperti sebuah kata penghinaan kepada dirinya, serta Ketujuh Pendosa Tuhan yang sudah tak mampu lagi melawan dirinya.


Ariyon menyesali ucapanya serta kesombonganya di awal - awal sebelum berhadapan dengan Fang Han tadi. Dia mengumpati dirinya sendiri karena dia sadar dia sudah terlalu sombong karena telah merasa paling kuat.


DEG...


Terasa sebuah tekanan yang lebih kuat lagi, saat Fang Han berkata tadi. Ariyon menjatuhkan tubuhnya di atas tanah. " Aku merasa malu dengan kebaikan Pendekar! Boleh saya tahu nama Pendekar siapa?" Tanya Ariyon sambil tertunduk lesu.


" Namaku Fang Han.. ( Fang Han lalu berjalan ke arah dinding hitam di dekatnya, dengan sekali tamparanya dinding hitam itu langsung pecah. Seperti layaknya sebuah kaca yang telah hancur di pukul. ) Dan ini Istriku yang bernama Yuanjun. Sebaiknya kalian bertujuh cepat pergi sebelum aku menghabisi kalian, sesuai dengan ucapan kalian pertama kali!"


GLEK..


Raut wajah ketakutan kini di tunjukan ketujuhnya. Mereka segera menghilang dari hadapan Fang Han setelah dia berkata seperti itu.


Fang Han menghela nafasnya cukup panjang, dia kemudian memeluk tubuh Yuanjun yang mulai melemah. Saat Ketujuh pendekar itu menghilang dari kedua matanya, tubuh Yuanjun langsung melemah setelah pertempuran besar itu.


" Jun'er lebih baik kau tunggu di sini! Aku yang akan menyelesaikan urusanku dengan kekaisaran Mongol." Seru Fang Han dengan wajah yang serius.

__ADS_1


" Aku akan ikut.." Jawab Yuanjun dengan memaksakan tubuhnya untuk segera kembali berdiri. Fang Han langsung kehilangan kata-katanya, dia lalu membantu istrinya untuk segera berdiri dan bersama-sama mereka pergi ke kerajaan Mongol.


***


Satu Minggu berlalu..


Saat Fang Han serta Yuanjun menerobos paksa pertahanan Kerajaan Mongol. Temujin memilih menyerah, dan memberikan sebuah perjanjian damai kepada Fang Han serta Yuanjun.


Fang Han meminta mata - matanya yang merupakan anggota serta Tetua dari Sekte Anggrek Biru dulu. Untuk mengekse kusi mereka semua, hukuman mereka di peruntukan untuk menebus kematian Huli Chang serta kerugian besar kekaisaran Wei dari massa lalu sampai kerugian besar yang di akibatkan Sekte Anggrek Biru sekarang.


Dengan berat hati, Temujin membiarkan Fang Han membantai Pamanya serta bawahanya yang masih hidup, Temujin menyesali ijinya yang di berikan kepada pamanya dulu.


Fang Han juga meminta setengah wilayah yang di miliki Temujin saat ini. Tanpa penolakan dan perdebatan panjang, yang mungkin akan berakhir dengan buruk.


Temujin menuruti semua permintaanya. Dan dua hari keudian, Temujin pergi membiarkan dan membiarkan Fang Han menempati wilayahnya yang dekat dengan kekaisaran Wei.


Tempat yang di kuasai Fang Han kemudian di beri nama Kekaisaran Han. Demi mengabadikan perjuangannya dan kegebatanya dalam merebut wilayah itu.


Kekaisaran Wei tidak berani melawan dan memilih untuk mendiamkanya, melihat revolusi baru yang telah di buat Fang Han itu. Song Lan di hukum mati karena merusak nama besar Kaisar Nie, setelah insiden pembunuhan Shenqi dan perbuatan buruk serta kejahatan lama yang telah ia lakukan dulu.


Fang Han kemudian mengangkat keluarga Lin, untuk menjabat dan menjadi seorang Kaisar di wilayahnya tersebut. Dia serta sekte Kalajengking Hitam, memilih menghilang dari gemerlap kekuasaan. Dan sampai sekarang kisahnya, serta kehebatan Sekte Kalajengking Hitam hanya bisa di kenang dengan sebuah kisah dan cerita.


Dua tahun kemudian, Fang Han dan Yuanjun melahirkan seorang putra yang sangat hebat dan kuat. Di usianya yang lima tahun dan terhitung masih kecil, dia sudah menduduki tingkat Master dan menjadi legenda.


Sekte Kalajengking Hitam, kini di kenang sebagai penjaga bayangan Kekaisaran Han.


END...


___


**Fang Han dan Yuanjun kisanya berakhir.. Nantikan S2 nya, setelah Kisah Legenda Ninja Angin S2 Tamat.

__ADS_1


Terimakasih atas semua dukungannya**.


__ADS_2