Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Tidak percaya


__ADS_3

Yuanjun terus memeluk Suaminya, dengan tatapan nanar dan sedih. " Han Ge ge.. Lupakanlah mereka, aku yang akan menggantikan kasih sayang mereka kepadamu." Seru Yuanjun dengan sedih sambil mencoba menenangkan suaminya.


Saat Yuanjun Fokus menenangkan Fang Han. Tiba - tiba sebuah jarum melesat ke arah mereka dengan cepat, beruntung insting Yuanjun lagsung membuatnya segera bergerak.


Yuanjun berhasil memblokir jarum jarum kecil yang melesat ke arahnya. Shengqi yang menyerang mereka secara sembunyi sembubyi langsung mengumpat karena tidak percaya, bahwa seranganya berhasil di tebak.


Pendekar kilat biru itu, segera melompat ke arah Yuanjun dan menyerangnya. Yuanjun berdecak kesal karena serangan dadakan ini. " CK, sial.. Kenapa di waktu seperti ini." Kesal Yuanjun.


" Han Ge ge, maaf kan aku.. " Yuanjun membisikkan hal tersebut di telinga kanan Suaminya. Fang Han seketika itu, lagsung tak sadarkan diri dan terbaring di tempat tersebut.


Yuanjun segera berbalik untuk berhadapan dengan orang yang tiba-tiba menyerangnya. Saat kedua mata mereka saling bertemu, Yuanjun seketika itu langsung geram dan melompat ke arahnya.


Jual beli serangan tidak terelakan, Yuanjun terus menyudutkan Shengqi ke belakang. "Kau telah menodai Chang'er. Aku tidak akan melepaskan mu ********!? " Seru Yuanjun sambil terus memberikan sebuah serangan yang sangat cepat.


Terlihat beberapa sayatan kecil di wajah Shengqi serta pakaian yang ia pakai. "Jun'er.. Maksudmu saat aku melakukan hal itu aku-"


" Diam kau, ********... " Sela Yuanjun, sambil berputar lalu dia berhasil memberikanya sebuah daratan tendangan ke tubuh Shengqi.


Shengqi terhuyung mundur karena kerasnya tendangan dari Yuanjun. Dia sebenarnya mampu menangkis tendangan Yuanjun, tapi pikiranya saat ini tidak fokus karena ucapan Yuanjun tadi.


" Apa kau sadar apa yang telah kau perbuat kepadanya? Kau itu telah menghancurkan masa depan indahnya! " Teriak Yuanjun sambil terisak - Isak dalam tangisnya.


Shengqi langsung terduduk lemas di tanah, pedang yang ia gunakan langsung terlepas dari tanganya. " Tidaakkkk. " Teriak Shengqi dengan kesal.


Rasa bersalah mulai membunuh akal sehatnya, dia mendongakan wajahnya ke atas langit sambil mengambil kembali sebuah pedang yang ia jatuhkan tadi.


Huli Chang sudah seperti adik kandung bagi dirinya, meski ia sadar Huli Chang memiliki sebuah perasaan terhadap dirinya. Tapi, nasi sudah menjadi bubur, rasa bersalah membuat dirinya mengutuk penuh dirinya sendiri.


" Hei? apa yang kau lakukan pendekar kilat biru!" Tanya seorang pria yang suaranya sangat tidak asing di telinga Shengqi.


Ucapanya tersebut, langsung membuat Yuanjun serta Shengqi beralih melirik ke arahnya. Terlihat, dia duduk di atas punggung Fang Han yang terbaring di atas tanah.

__ADS_1


Pria itu juga menjambak rambut Fang Han serta menodongkan sebuah pisau di lehernya.


" Lepaskan Suamiku! " Bentak Yuanjun sambil mengepalkan tanganya dengan erat, karena terkejut.


Pria itu tersenyum lebar. " Kalau kau mau kekasihmu ini selamat, buanglah senjatamu! Lalu ikuti kami dengan baik! Hihihi.." Titah pria itu sambil melirik Yuanjun dengan licik.


Yuanjun, segera melempar pedang yang ia pegangi sedari tadi ke sudut tempatnya berdiri saat ini. Terlihat ada ketakutan dan keraguan di wajah Shengqi, tapi dia mencoba menahan rasa itu dengan mengepalkan tanganya dengan erat.


" Jangan lakukan apapun kepada suami ku!" Bentak Yuanjun lagi dengan tatapan Nanar. Saat Pria misterius itu mencoba mengangkat tubuh Fang Han.


" Tenang saja, aku akan membawa suamimu dengan baik!" Seru pria itu cengengesan. Pria berjubah hitam itu memberi isyarat kepada Shengqi untuk menjaga Yuanjun agar tidak menyerangnya dengan tiba-tiba.


Shengqi menurut dan mengikat kedua tangan Yuanjun tanpa perlawanan, tapi Yuanjun menatapnya tajam ke arah Shengqi. " Dasar laki-laki hina!" maki Yuanjun sambil menatapnya dingin.


***


Di garis perbatasan antara Kekaisaran Wei dengan Kekaisaran Monggoliyah, terlihat Liem Tou dengan Huli Jin. Berhasil unggul melawan Lima pendekar Mongol yang setingkat dengan mereka berdua.


" Julukan, Princes red of Poison kepada dirimu dulu, sungguh tepat. Kehebatanmu sampai saat ini bahkan belum berkurang sedikitpun." Puji salah satu orang, dari kelima Pendekar Mongol yang berhadapan dengan Liem Tou serta Huli Jin.


" Ini saatnya kita mengeluarkan itu!" Bisik salah satu pendekar Mongol kepada temanya yang lain.


" Kau benar, ini saatnya! Mereka pasti telah mengeluarkan hampir delapan puluh persen kekuatan mereka." pria itu memberi isyarat anggukan kepada temanya yang lain.


Salah satu pendekar Mongol itu, tiba-tiba maju satu langkah dari formasi yang di buat oleh mereka berlima. "Kutukan Raja Neraka!? " dia berteriak dengan keras.


Awan cerah tiba-tiba berubah mendung karenanya, empat dari lima pendekar Mongol tadi. Tiba-tiba menghilang dari hadapan Liem Tou serta Huli Jin.


WUUSHHH..


Saat sadar, tubuh Liem Tou serta Huli Jin tidak bisa mereka berdua gerakan. " Apa ini? " Tanya Liem Tou sambil berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


Tiba-tiba, dua dari masing - masing pendekar Mongol yang tadi menghilang di hadapan mereka. Seketika itu muncul di samping kiri serta kanan Huli Jin dan Liem Tou.


Tubuh pria yang kini berdiri sendiri di hadapan mereka berdua, seketika itu mengeluarkan sebuah ilusi seperti gambaran Raja Neraka yang siap mencabut nyawa mereka berdua.


Pendekar Mongol itu membuat sebuah segel tangan. " Kutukan Raja Neraka, Buka.. " Teriaknya kembali.


Liem Tou serta Huli Jin terus berusaha meloloskan diri. Tapi, tetap saja mereka tidak mampu bergerak sedikit pun.


AAAHHHH..


Liem Tou serta Huli Jin berteriak dengan keras, saat ilusi gambar Raja Neraka yang di buat oleh Pendekar Mongol itu. Tiba-tiba menarik sesuatu dari tubuh mereka seakan itu adalah roh milik mereka berdua.


Ilusi Raja Neraka itu kemudia, memotong Roh milik mereka berdua dengan paksa. Tubuh Huli Jin serta Liem Tou langsung ambruk dan tidak bisa mereka gerakan kembali.


***


Yuanjun terus mengikuti Pria yang sedang membawa suaminya. Saat mereka tiba di sebuah bangunan yang seakan terlihat sudah di tinggalkan begitu lama oleh pemiliknya.


Pria yang di ikuti Yuanjun, langsung berhenti di depan pintu rumah tua yang ada di depan mereka. " Tuan kami berhasil membawanya!" ucap pria itu, dan tiba-tiba pintu langsung terbuka.


" Hahaha.. Selamat datang cepat, bawa mereka masuk." seru Song Lan sambil tersenyum sinis.


" Hahahah.. Oh, Nona Huli.. Sudah lama kita tidak bertemu semenjak insiden yang memalukan itu!" imbuh Song Lan kepada Yuanjun.


Yuanjun terbelalak saat pria yang ada di hadapanya berkata demikian. Dia ingat dia pernah menendang Song Lan di pertemuan, saat Song Lan tiba-tiba mendekatinya tanpa malu.


" Ada apa Nona Huli?" Tanya Song Lan sambil menatap wajah Yuanjun dengan Nafsu.


CUUUIH..


Yuanjun yang tiba-tiba meludah wajah Song Lan, membuat Song Lan tertawa senang, dan merengkuh air liur yang tadi di ludah Yuanjun. Tanpa rasa jijik pangeran itu menghisapnya dengan rakus.

__ADS_1


" Ikat suaminya.. Tarik matanya seakan dia tengah melihat Istri cantiknya ini kunodai." Ucap Song Lan, sambil terus menjilat - jilat bibirnya yang sudah basah sedari tadi karena air liurnya sendiri.


Shengqi merapatkan Giginya karena kesal, dia melihat Song Lan seperti ini. Seakan melihat dirinya sendiri saat dia menodai Huli Chang.


__ADS_2