Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan
Pria Blonde


__ADS_3

Di acara pasta.


Kedatangan Anjani dan Pia cukup mengalihkan perhatian para tamu pesta. Penampilan Anjani yang sangat elegan dan cantik membuat para mata lelaki terfokus dengan Anjani si janda muda. Ya rupanya kabar dari perceraian Marko dan Anjani sudah melebar luas, dan bahkan mereka juga mengetahui kasus yang membuat Anjani dan Marko bercerai yaitu sebuah penggelapan dana namun tidak dengan perselingkuhan yang dilakukan Marko. Karena memang Anjani menutup rapat soal aib yang dilakukan Marko dan Suci.


yang langkah Anjani para tamu kian berbisik.


''Marko pria bodoh! sudah mendapatkan istri cantik dan kaya raya, tapi malah melakukan kecurangan!''


''Ya benar, mestinya dia harus tahu diri!''


''Hmm, bahkan Marko tidak tahu kalau jandanya akan mempesona seperti ini!''


Masih banyak lagi orang-orang yang berbisik tentang Anjani tapi sungguh Anjani tidak mempedulikannya karena dia datang ke sana hanya untuk urusan bisnis bukan bergunjing yang tidak penting.


''Pia kau ambil ini! Jika kamu tidak suka minum, kamu hanya perlu pura-pura menyesap ketika ada rekan bisnis yang datang menyapa,'' ucap Anjani memberikan segelas anggur merah dan diberikan pada Pia.


''Baik Bu, apa Ibu juga begitu?'' tanya balik Pia.


Anjani tertawa kecil, dan mengangguk, seraya berbisik, ''ini cara ku untuk tidak membuat pandangan para pebisnis menganggap remeh kita.''


Satu ilmu lagi yang didapat Pia dari Anjani, dan dia hanya perlu memperagakan apa yang dikasih tahu Anjani padanya.


Pesta itu berjalan dengan lancar, dengan penutupan yang memberikan penghargaan pada pebisnis yang handal, dan rupanya Anjani salasatu yang mendapatkan penghargaan itu.


Para tamu yang lebih banyak seorang pria berebut mengucapkan selamat pada Anjani dan Pia. Bahkan ada beberapa yang sengaja memberikan buket bunga untuk janda muda itu.


Pia cukup bekerja keras untuk membawa Anjani terlepas dari para buaya berdasi itu.

__ADS_1


''Huufft, terima kasih Pia. Kalau tidak ada kamu aku bingung harus apa.''


''Iya itu karena pesona seorang janda, Bu,'' canda Pia membuat Anjani tertawa kecil.


''Kamu ada-ada saja.''


Hari sudah malam tapi Anjani dan Pia masih berada di sana. Karena mereka ditahan untuk tidak buru-buru pergi oleh seorang pengusaha yang salah satunya adalah sponsor besar dari acara tersebut.


Pia yang tidak tahan untuk ke kamar kecil akhirnya berpamitan sebentar pada Anjani. Saat Pia pergi, seorang pria dengan rambut blonde menghampiri Anjani dengan dua gelas anggur merah di tangannya.


''Nona, maukah kau minum bersama ku?'' ucapnya pada Anjani, yang menerima begitu juga gelas minuman itu.


Ya Anjani masih memakai triknya dalam pura-pura menyesap minuman, tapi tiba-tiba seorang pramusaji tidak sengaja menyenggol lengannya dan mengakibatkan Anjani tidak sengaja menelan minuman yang terasa pahit manis itu.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


''Maaf Nona, maafkan saya! saya benar-benar tidak sengaja!'' ucap pramusaji itu.


Anjani memberikan tangannya untuk mengisyaratkan kalau dia tidak apa-apa dan tidak masalah.


''Kau! mestinya hati-hati!'' bentak pria berambut blonde itu.


''Sudah Tuan, saya tidak apa-apa,'' sela Anjani.


''Benarkah Anda tidak apa-apa?'' ucapnya memastikan.


''Hemm, tidak apa-apa.''

__ADS_1


''Tapi baju mu basah,'' tunjuk pria dengan nama panggilan Mr, Mark.


Anjani mengikuti arah pandang Mark yang melihat kearah dadanya yang ternyata memang basah karena tumpahan anggur merah itu. Dengan cepat Anjani menutup bagian dadanya dengan tangan dan dompet besarnya karena cetakan dadanya terlihat nyata karena basah.


''Astaga!''


''Apa Anda membawa baju ganti?'' tanya Mark.


''Tidak, saya akan menunggu asisten saya. Dan mohon maaf untuk tidak bisa lebih lama berada di sini,'' ucap Anjani penuh penyesalan.


''Kalau Anda tidak keberatan, saya akan membantu, asisten saya disana yang akan siap membantu!'' Mark menggedikkan kepalanya pada seorang wanita yang berpakaian formal.


Anjani bimbang, tapi ia masih mau menunggu Pia kembali. Tapi rupanya sudah hampir setengah jam Pia belum juga muncul. Dan Mark kembali menawarkan bantuannya, yang pada akhirnya Anjani pun menyetujuinya.


''Kenapa aku berkeringat?'' gumam Anjani.


Anjani berjalan dengan mengikuti langkah wanita seusianya yang berprofesi sebagai asisten pribadi Mark.


''Astaga, tidak nyaman sekali!'' Anjani terus bergerak tidak nyaman didalam lift, tapi wanita yang ada disampingnya tidak sama sekali bereaksi apapun.


''Kepala ku sakit sekali!'' Anjani mulai oleng, ia berpegangan pada dinding lift agar menjaga keseimbangannya.


Tapi nyatanya …


Bruukkkk!


Anjani terjatuh dengan berbarengan pintu lift pun terbuka yang disana sudah ada dua orang pria yang berdiri didepan pintu lift.

__ADS_1


Sedangkan dikamar kecil, Pia terus berteriak-teriak karena dia terkunci sejak tadi disana.


__ADS_2