Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan
Akal-akalan Axel


__ADS_3

Setibanya di tanah air. Ke empat orang itu segera meninggalkan bandara dengan masing-masing koper mereka.


''Berikan padaku, tanganmu terlalu lemah!'' goda Axel membuat Pia mencebikkan bibirnya.


Melihat sikap peka Axel, Roger pun melakukan hal yang sama, mengambil koper dari tangan Anjani lalu membawanya dengan tangannya. ''Biar aku yang bawa.''


''Tidak apa-apa, Roger. Aku bisa sendiri, '' ucap Anjani yang berniat mengambilnya kembali kopernya tapi Roger tidak membiarkan itu.


''Menurutlah,'' tukasnya dan Anjani pun hanya pasrah.


Padahal kopernya pun tidak terlalu berat dan tidak juga membuat dia lelah. ''Terserahlah,'' gumam Anjani.


''Bu, mobil kita sudah menunggu,'' ucap Pia yang menyusul langkah Anjani dan dua wanita itupun melangkah meninggalkan Axel dan Roger yang kesulitan karena bawaannya terlalu banyak.


Bukan bawaan para wanita itu, tapi barang-barang mereka sendirilah yang lebih banyak ketimbang Anjani dan Pia.


''Tapi apa kita tidak merepotkan mereka?'' Anjani menoleh kebelakang. Tapi Pia dengan jahilnya terkekeh. ''Biarkan saja mereka Bu. Toh, mereka yang mau 'kan?''


Anjani ikut terkekeh dan berjalan lebih cepat untuk menuju pintu keluar bandara. Dan dibelakang sana Roger dan Axel tengah berlomba untuk mencapai pintu keluar.


''Kenapa mereka jalannya cepat sekali,'' keluh Axel.


''Jangan banyak bicara, ayo cepat!'' Roger melangkah lebih cepat meninggalkan Axel yang sedikit kesusahan membawa koper-kopernya dan koper Pia.


Axel tidak tinggal di Indonesia, ia tinggal di Amerika. Dan entah kenapa ia keukeuh ikut ke Indonesia hari itu.

__ADS_1


''Hei kalian, cepat sedikit!'' teriak Pia yang sudah berada didalam mobil.


Roger memicing kesal, dan setelah sampai ia segera meletakkan koper-koper itu kedalam bagasi mobil, begitu juga dengan Axel.


''Pak, maaf. Tidak apa-apa kan kalau bapak naik taksi saja,'' ucap Roger pada supir Anjani. ''Ini untuk bapak.'' Lalu Roger memberikan beberapa lembar uang kertas yang langsung diterima sang supir itu.


''Rezeki nomplok,'' ucap senang supir tersebut.


Axel memiringkan kepalanya, matanya menyipit seraya bergumam, ''Licik sekali anak ini.''


''Harus, ini namanya usaha!'' sambar Roger yang ternyata mendengar perkataannya.


Roger pun naik ke bagian kemudi, dan Anjani yang tengah sibuk mengotak-atik ponselnya terkejut karena Roger yang sudah berada di balik kemudi. ''Lho! pak Hendra mana?''


''Oh, iya tidak apa-apa. Tapi kok dia tidak bilang apa-apa padaku.'' Anjani sedikit kesal.


''Eh! tadi dia mau izin. Tapi aku bilang tidak usah. Hehehe maaf ya.''


''Cih! modus!'' cetus Pia.


Roger hanya mendengus. Dan ia baru sadar kalau Axel belum juga naik kedalam mobil karena ternyata ia masih menata koper-kopernya di bagasi. ''Hei cepatlah, atau ku tinggal!'' teriak Roger dengan mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil.


''Sabar keong sawah! aku sedang menata koper. Kau terlalu berantakan meletakkannya!'' balas Axel.


''Cih! barang-barang dia yang banyak, salahkan aku,'' gerutu Roger.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menata koper, akhirnya selesai juga. Tapi bukannya langsung menuju pintu samping kemudi, Axel justru mengetuk pintu belakang yang mana terdapat Anjani yang sudah duduk manis disana.


''Ya?'' Anjani menurunkan kaca mobilnya.


''Emm ... sepertinya aku mengalami Jet Lag. Boleh tidak kamu pindah kedepan, dan beri aku kursi ini?'' ucap Axel. Yang entah sungguhan atau memang akal-akalannya saja.


Anjani yang memang tidak enakkan. Akhirnya mengiyakannya dan segera beranjak. Tapi gerakannya terhenti ketika Pia ikut bicara. ''Biar saya saja Bu yang pindah.''


Anjani terdiam. Matanya melirik kearah Axel yang tiba-tiba murung. Dan Anjani menyikapi sesuatu. Kalau Axel memang sedang berusaha mendekati Pia dan Anjani berniat membantunya agar usahanya berhasil.


''Tidak apa Pia. Kau tetap disini aku pindah kedepan.'' Lantas Anjani segera turun dan berpindah kekursi depan, tepatnya samping kursi pengemudi yang sudah ada Roger disana.


Roger tertawa dalam hatinya. Ia bangga dengan sang sahabat karena sudah membantunya walaupun memang itu juga demi keuntungannya sendiri.


Axel yang sudah berada di kursi belakang samping Pia. Tiba-tiba menyandarkan kepalanya dipundak kanan Pia yang membuat Pia terkejut dan spontan menggeser duduknya.


''Diamlah disini! aku hanya meminjam pundak mu saja, pelit sekali!'' Dan kalian tahu apa yang Axel lakukan? Ya, Axel menarik lagi Pia hanya dengan sekali tarikan sehingga Pia berada di posisi semula.


Tubuh Axel yang jauh lebih besar dari Pia tentu dengan mudah melakukan itu.


Anjani dan Roger hanya terkekeh disana melihat tingkah konyol Axel yang menarik Pia seakan menarik sebuah boneka yang sangat ringan.


Dan merekapun meninggalkan bandara menuju kediaman Anjani.


Happy Reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2