
Tok Tok Tok
Pintu diketuk dari luar. Dan Roger segera membukanya setelah memastikan anggota tubuh Anjani yang terbuka tidak akan terlihat oleh siapapun.
Seorang wanita yang berpakaian formal mengulurkan sebuah paper bag, dan tanpa mengatakan sepatah katapun, perempuan itu berlalu begitu saja. Paper bag yang sudah berpindah tangan itu segera Roger bawa tapi sebelum itu ia memastikan kalau barang yang ada didalam paper bag tersebut bukanlah barang berbahaya.
''Siapa? itu apa?'' tanya Anjani yang hanya terlihat kepalanya saja, karena tubuhnya terbungkus oleh selimut karena ulah Roger.
''Entahlah, tapi sepertinya pakaian kita.'' Tangan Anjani keluar dari selimut dan meminta paper bag itu, karena merasa penasaran.
Sungguh keadaan seperti itu bagaikan sepasang pengantin baru, yang baru saja melakukan malam pengantin mereka. Tidak lagi ada kecanggungan antara mereka.
Roger melompat ketempat tidur dengan posisi miring menghadap Anjani, juga bertopang dagu, menatap dengan dalam langsung pada iris Anjani.
''Aku akan bertanggung jawab,'' cetus Roger tiba-tiba, membuat gerakan tangan Anjani yang sedang membongkar isi paper berhenti seketika.
Perlahan Anjani mengangkat pandangannya, menatap datar Roger. Dan tanpa mengatakan apapun Anjani berlalu begitu saja kekamar mandi. Roger terduduk, menatap punggung Anjani yang menghilang dibalik pintu. Roger berpikir, apa dia bicara hal yang salah, sehingga membuat Anjani tersinggung?
__ADS_1
''Bodoh!'' rutuk Roger pada dirinya sendiri. Ia tidak berpikir jauh, kalau ucapannya membuat Anjani tdiak nyaman. Mengingat setatus Anjani saja baru menyandang Janda, dan tiba-tiba menikah? apa tidak akan membuat pandangan orang semakin buruk padanya?
Lama Anjani berada di dalam kamar mandi, Roger ingin mengetuk pintu tapi rasanya tidak enak, ia yakin kalau Anjani merah kepadanya. Tapi dia juga harus meminta maaf, bukan?
Tapi baru saja Roger akan melangkah ke arah kamar mandi, pintu pun sudah terbuka dengan Anjani memakai bathrobe dan gulungan handuk di rambutnya yang basah.
Roger tidak sama sekali berkedip, bahkan ia sangat sulit bergerak ataupun sekedar menelan ludahnya. Dadanya bergemuruh hebat, terlebih lagi melihat wajah Anjani yang berseri-seri dengan sisa air yang tertinggal. Ahh! rasanya Roger ingin sekali mengangkat tubuh Anjani lalu kembali menidurinya.
Momen tadi malam saja belum pergi dari ingatan, ini ditambah lagi dengan angan-angan yang semu. Ck, Roger berdecak. Memaki setan yang menguasai pikirannya.
Anjani mengambil pakaian barunya yang entah dari mana, tapi matanya terlebih dulu menatap kearah Roger yang sedari tadi memang memandangnya tiada henti. ''Oh oke!'' Roger segera berbalik, karena mengira kalau Anjani akan mengganti pakaiannya disana. Tapi justru Anjani berlalu pergi kembali kekamar mandi.
''Maaf, aku minta maaf. Bukan bermaksud untuk menyinggung ataupun membuat kamu tidak nyaman, Jani. Tapi aku memang bicara sungguh-sungguh. Jika nanti ada sesuatu karena kejadian malam tadi, aku siap bertanggung jawab,'' ucap Roger dengan tulus.
''Emmm, tanpa aku mengatakan apapun, pasti kamu juga sudah tahu tentang perasaan ku. Ya 'kan Jani? Jani?'' Roger merasa aneh, ia tidak sama sekali mendengar suara apapun.
''Aku berbalik ya? boleh 'kan?''
__ADS_1
Roger baru akan berbalik badan, tapi suara Anjani membuat ia terkejut. ''Boleh apa?'' tanya Anjani yang ternyata baru keluar dari kamar mandi. Jadi tadi Roger bicara dengan siapa?
Roger gugup, ia malu dan salah tingkah. Ternyata sejak tadi ia bicara sendiri. Karena memang ia tidak menyadari kepergian Anjani.
''Boleh apa?'' Anjani kembali bersuara.
''Ah, tidak. Tadi— ah sudahlah aku mau pake baju dulu!'' Roger mengambil pakaian barunya lalu pergi ke kemar mandi.
Kalau boleh jujur, Roger sangat ingin menyembunyikan wajahnya tempat-tempat yang bisa menenggelamkan wajahnya, seperti lubang WC mungkin.
Happy Reading ...
Hay aku punya novel baru, masih sepi banget 😭 bantu ramaikan yuk! ☺️🙏
...PENJARA BOS GILA...
...****************...
__ADS_1