Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan
Berpikiran Macam-macam


__ADS_3

Anjani mengetuk pintu yang dimana didalam ada Alex dan Pia yang tengah tertidur. Merasa ketukannya tidak ada yang menjawab, Anjani terdiam seraya berpikir apa yang terjadi didalam sana. ''Apa mereka?'' Anjani segera membuang pikiran buruk itu. Tapi jika memang iya pun, Anjani tidak bisa ikut campur urusan mereka toh mereka sudah besar, walaupun memang tidak bisa dibenarkan.


Anjani tersenyum pahit, ia juga tidak bisa menjadi orang yang sok suci, karena dia pun sama bejatnya. Kepalanya menoleh kebelakang, termenung sesaat mengingat apa yang telah ia lakukan dengan Roger di malam itu.


Dan baru saja Anjani akan pergi, Roger pun memanggilnya yang ternyata sudah berada di belakang tak jauh darinya.


''Kemana Pia dan Alex? katanya akan memanggil mereka,'' ucap Roger melontarkan pertanyaan yang membuat Anjani takut sendiri. Takut kalau Roger akan marah mengetahui adiknya sedang melakukan anu didalam sana.


''Emmm itu, mereka … mereka berdua sedang …'' Sungguh! Anjani bingung untuk menjawabnya, ia bahkan menjawab dengan suara yang begitu pelan dan bahkan tidak jelas terdengar.


Roger mengernyit heran dan iapun penasaran apa yang sebenarnya terjadi, maka Roger pun semakin mendekat pada Anjani yang berdiri membelakangi pintu. Roger akan membuka pintu tapi seakan Anjani menghalanginya.


''Ada apa?'' tanya Roger begitu penasaran. Dan Anjani hanya menggelengkan kepalanya yang semakin membuat Roger penasaran.


''Sebaiknya kita duluan makan saja ya,'' ucap Anjani membujuk tapi Roger tidak bisa tenang karena sikap Anjani yang aneh. Dan tiba-tiba matanya terbelalak setelah menyadari apa yang membuat sikap Anjani seperti itu.


''Mereka?!'' Brakkk!!


Roger membuka pintu sedikit keras, wajahnya sudah merah padam karena menduga adiknya dan temannya melakukan hal yang salah didalam sana. Tapi seperkian detik kemudian tatapan tajamnya mengendur karena melihat Alex dan Pia yang tertidur tanpa melakukan apapun, bahkan posisi mereka yang menggambarkan kalau memang tidak terjadi apa-apa.


Dan diluar kamar, Anjani masih menutup telinga dan matanya. Ia tidak mau mendengar Roger yang murka pada mereka. Roger melirik Anjani yang bertingkah menggemaskan. Ia tertawa kecil ternyata apa yang Anjani duga hanyalah pikirannya saja yang tidak terjadi sesungguhnya.

__ADS_1


''Ssstt sssttt!'' panggil Roger dengan jahil, Anjani yang merasa ada suara yang memanggilnya dengan berbisik segera menoleh, memasang wajah seakan bertanya, 'Ada apa? sudah marahnya?' rasanya roger sangat ingin mengigit bibir seksi Anjani.


Roger menggedikkan kepalanya seolah memberi tahu agar Anjani menengok kedalam dan melihat apa yang terjadi diatas ranjang. Tapi den tegas Anjani menggelengkan kepalanya, wajahnya memerah, ia malu sendiri tapi merasa aneh juga, karena Roger bisa sesantai itu.


''Kemarilah …'' ucap Roger sembari menarik lembut lengan Anjani.


''Eehh!''


Anjani membelalak, ia tidak menyangka dengan apa yang dia lihat disana plus rasa malu yang kentara pada wajahnya. ''Apa yang sebenarnya kamu pikirkan?'' tanya Roger sengaja menggoda Anjani.


''Ti–tidak, tidak memikirkan apa-apa, aku tidak berpikiran macam-macam kok!'' sungut Anjani yang sudah terlanjur malu.


Roger tertawa kecil menatap Anjani dalam dengan alis yang terangkat, ah sungguh tampan Roger ini.


''Roger kamu nyebelin!''


Hahahhaha!!


Anjani memukul dada Roger yang justru tertawa begitu puas, dan tawa Roger pun membuat dua sejoli yang tertidur dengan pulas itu sampai terganggu dan pada akhirnya terbangun.


''Kalian kenapa?'' tanya Pia yang mengusap matanya.

__ADS_1


''Kalian berisik sekali!'' berbeda dengan Pia, justru Alex malah mengomel karena tidurnya terganggu.


''Oh maaf, maaf. kalau begitu kalian lanjutkan saja tidurnya!'' Anjani akan berlalu pergi tapi tangannya ditahan oleh Roger.


''Eett! no! Bangun-bangun! tidak ada acara tidur lagi, kalau tidak mau membuat pikiran orang sampai macam-macam,'' ucap Roger dengan nada yang kencang sembari melirik kearah Anjani yang mendelik kearahnya.


Alex mendongak keatas, matanya melihat Pia yang ternyata masih berada di posisi semula, yaitu duduk bersandar disampingnya. ''Apa dia tertidur dengan posisi duduk?'' gumam Alex dalam hatinya.


''Cepat! jangan pakai bengong!'' Roger manarik tangan Alex dan otomatis Pia pun ikut berdiri karena tangannya masih saja di genggam Alex.


Roger dan Anjani berlalu meninggalkan Pia dan Alex yang nyawanya saja belum terkumpul sepenuhnya.


''Mereka kenapa sih!'' gumam Pia yang masih pandangannya buram. ''Eh kak, udah mendingan kepalanya?'' tanya Pia yang sudah melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex.


''Sudah, makasih ya. Sekarang aku malah lapar,'' jawaban Alex membuat Pia mendengus.


''Alex, Pia!! cepat kalau tidak mau makanannya aku habiskan!'' teriak Roger dari jarak yang lumayan jauh, dan tentunya terdengar jelas oleh keduanya.


''Ayok! nanti si rakus itu menghabiskan makanan kita!'' ucap Alex yang langsung menarik tangan Pia dan mengajaknya berlarian.


''Hei! jangan panggil dia seperti itu, dia kakak ku!'' protes Pia tidak terima.

__ADS_1


happy reading 🤗


__ADS_2