Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan
Setan Berbisik


__ADS_3

Brrrraaakkkk!!


"Brengsek!"


Seorang pria berhasil menerobos pintu kamar yang dijaga ketat dua orang pri berbadan besar. Matanya menatap nyalang pada Axel yang juga menatapnya tajam.


"Kau selalu saja menjadi pengganggu!" cetus Axel pada pria tersebut.


"Lepaskan dia atau aku akan melupakan persahabatan kita!" pekiknya.


"Tapi ini tanggung bro!" hahahha!! balas Axel yang malah tertawa dengan renyahnya.


"Sial!" Bugh!


Sebuah pukulan yang sangat keras dilayangkannya. Tangan kekarnya menarik lengan Axel lalu memukul tepat dibagian rahangnya, dan melemparkannya tepat didepan pintu kamar mandi.


Anjani mengecilkan matanya, penglihatannya masih sangat kabur. Tapi ia masih dapat mendengar jelas keributan itu. Namun, Anjani tidak bisa berbuat apa-apa, karena mengontrol dirinya saja sangat sulit.


"Oke, oke! aku akan pergi!" Axel pun beranjak sebelum orang itu melayangkan pukulan berikutnya.


Axel mengambil pakaiannya yang ada diranjang, matanya masih tetap memandang Anjani dengan perasaan mendamba. Rasanya tidak rela mengakhiri sesuatu yang bahkan baru saja akan dimulai. Anjani terlalu cantik baginya. Tapi pria yang bagaikan Hero itu masih menatapnya dengan tatapan mata yang menyeramkan. Dia tidak mau wajah tampannya rusak jika terus dihajar pria yang ternyata adalah sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Oke, aku akan pergi! kendurkan mata mu kalau tidak, bisa copot dari tempatnya!" ujarnya yang langsung berlalu pergi dari sana.


"Hei kenapa pergi!" panggil Anjani tanpa sadar. Kepalanya menoleh ke arah orang itu dan menatapnya kesal. Tangannya bergerak tanpa sadar melepaskan resleting bajunya sendiri.


"Anjani sadar!" bentak orang itu, tapi ya … itu semua percuma saja, karena memang Anjani bergerak dan berbicara diluar kendalinya.


"Panas! ini tidak nyaman! sungguh, kau brengsek! dia tadi mau menolongku kau tahu!" Anjani meracau tidak karuan.


Pria itu mendekat, dan meraih selimut yang ada disana. Menutup bagian tubuh Anjani yang terbuka. Tapi Anjani memberontak sampai selimut itupun terbuka lagi dan alhasil kembali menampilkan bagian atas tubuhnya yang bersih dan tanpa sehelai benang pun.


"Roger? kau kah itu?" ucapnya kemudian setelah melihat dekat wajah orang itu.


"Hmmm!" sahutnya yang memang ternyata benar, dia adalah Roger.


"Rojer … panas!" Anjani bergerak begitu sensual, tangannya meremat sendiri buah melon kembarnya lalu men-desah yang semakin membuat Roger salah tingkah.


"Jani kumohon kendalikan dirimu. Pakai ini!" Roger melepaskan jass-nya lalu ingin memakaikannya pada Anjani. Tapi lagi-lagi Anjani memberontak dan melemparkan jass milik Roger kesembarangan arah.


"Ini benar-benar tidak nyaman!" Lagi-lagi Anjani melakukan diluar kendalinya. Tangannya bergerak sendiri menelusup bagian bawah tubuhnya, dan entah apa yang Anjani lakukan dengan tangannya dibawah sana. Tapi Roger dapat melihat jelas kalau Anjani sangat menikmatinya.


"Pia dimana sih!" Roger semakin terpojok.

__ADS_1


"Kemarilah!" tiba-tiba Anjani menarik Roger dan …


Brukk


Roger tertarik hingga menindih Anjani. Tangan Anjani yang habis memainkan Buah persiknya memegang rahang tegas Roger, dan tentunya aroma khas dari buah persik itu menyeruak masuk ke indra penciumannya.


"Tolong aku, ku mohon …'' lirih Anjani dengan tatapan sendu.


Tapi jika Roger melakukannya, bukankah ia sama brengseknya dengan Axel, tapi setan yang ada di sisi lain Roger terus membujuknya agar tidak melewatkan kesempatan berharga ini. Masalah sama brengseknya itu bisa ditolerir, karena Roger hanya menolong, bukan yang membuat Anjani seperti itu. Bisik sang setan.


Maka Roger segera melahap rakus bibir Anjani. Yang juga dibalas Anjani tak kalah rakusnya. Anjani adalah pencium handal. Karena memang dia seorang yang pengalaman ketimbang Roger.


Mereka saling berpagut bibir satu sama lain. Berperang lid-dah hingga saling mengigit bibir mereka. Sungguh, sekarang Roger tidak lagi memikirkan hal lain, karena dipikirannya hanyalah ingin menuntaskan ini semua.


Tangan Anjani menuntun tangan Roger dan meletakkannya diatas buah melonnya. Seketika Roger terpaku, menghentikan perang lidahnya yang bahkan masih Berjalan dengan Anjani yang mengambil alih itu semua. Roger merasakan sensasi yang luar biasa ketika indra perabanya merasakan sesuatu yang kenyal, padat dan berisi itu. Dan ia semakin terkesip ketika tangan Anjani menuntunnya untuk mere-mas buah melonnya itu. Ah! sungguh seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya.


Ini asik, nikmat dan ahh … sungguh luar biasa. Jujur, ini pertama kalian Roger menyentuh bagian tubuh wanita bagian itu. Sangat luar biasa bukan? setan yang ada dirinya pun tertawa melihat Roger menikmati itu semua.


"Maafkan aku Jani … " ucap Roger dalam hatinya.


"Jangan merasa bersalah Roger. Aku yang memintanya, tolong bantu aku, hmm?" ucap Anjani seakan mengerti kekhawatiran Roger. Dan justru Roger menganggukkan kepalanya begitu saja.

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2