
Teril keluar sesuai dengan perintah Leon. Sementara Leon yang berada di ruangannya sendiri, dia memikirkan kejadian di hutan Alika.
" Kepalaku terbentur sangat keras, dan berdarah. Anehnya luka di kepalaku tidak ada sama sekali...
" Aneh sekali, apa aku berhalusinasi? Lalu, kenapa aku sangat tertarik dengan kucing hitam yang biasa saja, apa ini semua ada hubungan dengan luka di kepalaku?" Leon terus bergumam seraya bertanya-tanya kenapa dia tertarik dengan kucing hitam biasa saja.
Sebenarnya Leon tidak mungkin memperdulikan seekor hewan kecil yang tidak ada gunanya. Leon bahkan tidak suka hewan, tapi dia begitu tertarik dengan kucing hitam di hutan Alika.
Satu hal yang pasti, Leon merasa jika kucing hitam di hutan Alika ada hubungannya dengan luka di kepalanya yang tiba-tiba hilang.
" Kyu....padahal aku tidak berniat menamainya. Ide itu keluar begitu saja. " Gumam Leon sekali lagi.
...----------------...
3 hari kemudian, di hutan Alika.
Qisar yang ada di hutan Alika, dia masuk ke dalam hutan untuk mencari kucing yang Leon inginkan.
Ini sudah 3 hari Qisar berada di hutan Alika, selama satu hari Qisar menunggu di tenda, tapi kucing yang dia cari tidak kunjung datang atau melintas, baru lah Qisar selama dua hari masuk ke dalam hutan mencari kucing itu.
" Dimana kucing itu berada....Sudah berapa hari aku mencarinya, tapi hewan itu tidak muncul juga. " Qisar menggaruk rambutnya sambil bergumam melihat sekeliling hutan.
Di sekeliling nya hanya dedaunan, rerumputan, dan pohon besar. Qisar tidak tahu harus kemana lagi dia mencari kucing yang di inginkan oleh tuannya.
" Sudah berapa kali aku bertemu dengan hewan buas di sini? Satu, dua...enam? " Qisar menghitung dengan jari-jari tangannya.
Saat Qisar sedang berjalan dengan santai, tiba-tiba seekor hewan kecil berbulu putih dengan aksesoris di tubuhnya, muncul.
" He-hewan apa itu? " Qisar cukup kaget, sampai dia gugup.
__ADS_1
Hewan itu terlihat seperti tikus. Qisar awalnya tidak menyadari adanya hewan itu di depannya.
Tapi karena aksesoris yang bersinar di sekitar tubuh hewan itu, Qisar jadi menyadarinya.
" Hewan apa itu? " Tanya Qisar penasaran seraya menunduk ke arah hewan kecil di bawahnya.
Saat Qisar bertanya-tanya, hewan itu tiba-tiba meloncat ke wajah Qisar, dan kembali ke tanah.
" Sialan! " Qisar berteriak marah, dia pun mencari keberadaan hewan kecil tadi.
Saat menengok ke depan, hewan itu sudah berlari ke depan, Qisar pun mengejar hewan itu emosi.
Berlari mengejar hewan, Qisar merasakan dejavu saat mengejar hewan kecil di depannya.
" Ughhh......kenapa perasaan ini tidak asing. Hewan itu seperti memancingku untuk mengejarnya. " Ucap Qisar yang masih berlari mengejar hewan.
Setelah lama berlari, hewan kecil itu berhenti di depan gua kecil.
" Kau sengaja membawaku ke gua ini. Aku tahu itu...." Ucap Qisar sembari melihat ke depan gua.
" Apa yang ada di dalam? " Qisar bertanya seraya menoleh ke tempat hewan kecil berada.
" Tidak ada?...." Tapi hewan itu tidak ada.
" Kemana hewan itu?!.....Kenapa aneh sekali..." Gumam Qisar tidak senang.
Qisar pun masuk ke dalam gua tanpa rasa takut, begitu masuk Qisar cukup terkejut dengan gua yang dia masukki.
" Apa-apaan ini, kenapa ada gua seperti ini...? " Qisar menatap sekeliling gua takjub.
Gua biasanya gelap, banyak hewan kelelawar, atau hewan aneh lainnya. Gua juga cukup pengap, dan berbatu, ataupun lembab.
__ADS_1
Anehnya gua yang Qisar masukki tidak seperti gua pada umumnya, di setiap sisi ada batu yang bercahaya, bunga, dan barang-barang seperti emas dan liontin.
" Apa ini gua tempat menyimpan harta karun? " Qisar bertanya-tanya.
Tidak lama Qisar masuk lebih dalam ke dalam gua, dia melihat sesuatu yang lebih membuat dirinya senang.
" Itu.....Kucing itu? Yah, pasti kucing itu aku ingat dari cara tidurnya yang aneh. " Ucap Qisar setelah melihat sesuatu di depannya.
Ya, Qisar melihat kucing kaluna yang dia cari selama 3 hari itu, buntelan bulu hitam itu meringkuk di atas batu beralaskan selimut tanpa adanya gerakkan.
Kucing Kaluna jelas sedang tidur untuk pemulihan karena terlalu mengeluarkan sihirnya.
" Aneh, kucing ini tinggal di sini. Apa dia ada yang punya? Jelas sekali di lihat dari guanya. " Bisik Qisar.
Qisar menggoyangkan kucing kaluna dengan kasar.
" Hei, kucing! Kau kucing yang aneh, apa kau punya pemiliki? " Ucap Qisar yang masih membangunkan kucing kaluna.
Tapi Kaluna tidak bangun, Qisar pun cemas, hingga keluar pikiran-pikiran aneh.
| Tidak! kenapa hewan ini tidak bangun?! jangan-jangan...?! Gawat jika kucing ini kenapa-kenapa aku pasti mendapat masalah. Bisa saja aku di hukum oleh Baginda, membayangkan wajah menyeringai baginda saja sudah membuatku bergidik takut. Apalagi menerima hukuman darinya! | Pikir Qisar.
" Aku harus kembali membawa kucing ini secepatnya, jika perlu aku harus keluar dari hutan, dan pergi ke menara sihir yang ada di desa. " Ucap Qisar seraya menggendong Kucing Kaluna.
Qisar pun pergi membawa Kaluna, setelah Qisar pergi dan menghilang jauh. Hewan kecil seperti tikus itu pun muncul lagi.
" Nak, kau pasti akan kaget setelah membuka mata. Dewa ini harus melakukan itu agar kau bisa kembali ke bentuk asalmu. " Hewan kecil seperti tikus itu berbicara, dia ternyata adalah dewa yang selama ini berbicara dengan Kaluna.
...----------------...
BERSAMBUNG.....
__ADS_1