Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)

Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)
CHAPTER 4


__ADS_3

Para bangsawan terdiam bingung, dan mereka pun saling melirik satu sama lain.


" Apa? Kalian tidak suka? " Tanya Leon dingin.


" Ti, tidak baginda. Silahkan nikmati waktu anda, kami akan menunggu. " Jawab para bangsawan takut.


" Ck, akan bagus jika kalian pergi. " Ucap Leon tanpa ekspresi apapun.


" Teril, siapkan apa yang aku minta. " Titah Leon seraya pergi.


" Baik baginda. " Teril pun pergi mengikuti Leon, dan meninggalkan para bangsawan di ruang rapat.


...----------------...


Setelah beberapa jam para bangsawan itu menunggu. Akhirnya Leon kembali ke ruangan rapat.


Rapat pun di mulai kembali.


" Jadi, setelah aku membacanya. Kaluna mendapat kutukan dari dewa cahaya, sebelum dia dikutuk dia mengembalikan keadaan dengan sisa kekuatannya, setelah mendapat kutukan dia pergi dari kerajaan samantha bersama dengan kutukannya. Seperti yang kau bilang, ya kau....


" Budak dewa..." Ucap Leon dengan menunjuk pendeta.


" Ya, saya? " Pendeta itu memasang wajah bertanya-tanya dan bingung.


" Umurnya memang panjang seperti tertulis di buku ini. Tapi soal kutukan, itu tidak tertulis di buku ini. Buku ini hanya menceritakan kepergian kaluna setelah mendapat kutukan. Tidak ada kelanjutan yang mengatakan kutukan apa yang dia dapatkan, dan cara mematahkan kutukannya. " Jelas Leon serius.


" Tapi, kami harap baginda dapat mencari keberadaannya. Meskipun sulit, setidaknya kita sudah berusaha. " Ucap para bangsawan.


Leon terdiam, dia pun menaruh tangannya di dagunya dan bertanya dengan wajah serius.


" Apa kalian yakin buku ini asli diturunkan oleh dewa? " Tanya Leon dengan tatapan serius.


Mereka semua saling menatap, dan mereka pun mengangguk kepala mereka seolah mereka percaya.


" Kami yakin baginda. Ramalan yang tertulis di batu itu, sudah hilang setelah buku itu muncul. " Jawab pendeta.


" Ya, baginda. Buku itu pasti asli. " Ucap Bangsawan bergelar count.


" Baiklah...Jika buku ini palsu. Kalian harus rela membagi beberapa harta kalian dengan rakyat yang kesulitan. " Ucap Leon.


" Baik, Baginda. Saya pasti yakin itu asli. " Ucap para bangsawan.


Leon pun pergi dari ruangan, dan rapat pun selesai.


...----------------...


Lorong istana.



" Besok! Mau tidak mau kau harus menyiapkan keberangkatanku ke hutan Alika. Kepalaku mau pecah mendengar ocehan mereka. " Ucap Leon dengan nada memaksa.


" Apa tidak bisa hutan lain? " Tanya Teril.


" Tidak. Di hutan Alika pasti ada seekor rubah, aku ingin menangkap mereka dan mematahkan ekornya untuk ku gunakan sebagai kuas. " Ucap Leon.

__ADS_1


" Kalau untuk kuas, anda bisa memerintahkan pengrajin alat tulis. Tidak perlu membahayakan diri anda. " Ucap Teril.


" Berhenti membuat kicauan yang tidak berarti, jika kau tidak ingin kehilangan sebagian gajimu lagi. " Ucap Leon, mengancam.


Teril pun segera tutup mulut, mendengar gajihnya yang akan di potong jika terus berbicara.


" Bagus. " Ucap Leon.


" Oh, selama 5 hari kosongkan jadwalku. " Perintah Leon.


" Tidak mungkin anda berburu selama 5 hari? " Tanya Teril.


" 3 hari perjalanan, sisanya cuti. " Jawab Leon.


" Mana boleh begitu. " Ucap Teril.


" Kenapa? Apa kau tidak rela? " Tanya Leon dengan tatapan serius.


" Masa anda bisa cuti, sedangkan saya tidak. " Rengek Teril.


" Kau hanya bawahan, aku bosnya. Jadi diam saja. " Ucap Leon.


" Tidak berbelas kasih. " Gumam Teril pelan.


" Aku mendengarmu....." Ucap Leon yang sudah duluan berjalan..


...----------------...


Keesokan harinya, sesuai permintaan Leon, Teril mengosongkan jadwal Leon selama 5 hari, dan hari ini keberatan Leon menuju hutan Alika.


" Baginda...


" Pantas saja keretanya banyak, dan kesatria pun banyak. Padahal aku tidak memintanya. " Ucap Leon yang memperhatikan kereta kuda dan barisan kesatria.


" Jangan tolak! " Tegas Teril.


" Baiklah....Lain kali jangan melakukan ini. Orang lain akan berpikir aku akan berperang jika mereka melihat pasukan kesatria, dan kereta kuda sebanyak ini. " Ucap Leon, seraya naik ke kudanya.


| Siapa yang melindungi siapa. | Batin Leon.


" Anda tidak naik kereta kuda? " Tanya Teril.


" Aku mual. " Jawab Leon acuh.


" Bekerjalah Teril, dan jangan lupa minum sesuatu yang membuat mu terjaga semalam. " Pesan Leon.


Itu artinya pekerjaan Leon yang belum dia kerjakan akan di kerjakan oleh Teril.


" Heh, anda meminta saya untuk begadang. Tidak mungkin. " Jawab Teril.


" Jika tidak selesai, potong gaji! " Ancam Leon.


" Baginda! " Rengek Teril.


" Ayo berangkat! " Leon pun akhirnya berangkat.

__ADS_1


Teril yang ditinggalkan, dia pun bergumam seraya menatap tuannya yang berangsur-angsur menghilang.


" Semoga anda kembali dengan selamat, seperti saat anda pergi Baginda. Jika tidak, bagaimana nasib saya. " Ucap Teril sedih.


...----------------...


3 Hari kemudian, hutan Alika.



Setalah menempuh perjalanan selama 3 hari, akhirnya Leon bersama rombongannya tiba di hutan Alika.


Selama perjalanan mereka tidak mendapat gangguan apapun.


" Kita bermalam di sini saja, dirikan tendanya cepat! " Perintah Leon.


Mereka pun segera menuruti apa yang di perintahkan Leon. Sementara para rombongannya mendirikan tenda. Leon pergi untuk melihat-lihat.


...----------------...


Hutan Alika tempat yang berbeda dengan para rombongan.



Leon masuk ke dalam hutan tanpa di dampingi siapapun, meskipun tidak terlalu jauh.


" Hutan ini memang tidak tersentuh. " Gumam Leon yang terus memperhatikan sekitarnya.


' Kretek....' suara retakan.


" Suara apa.... " Leon menatap ke bawah tempat dia berpijak.


Saat itu juga, dia menyadari bahwa tanah yang dia pijak akan longsor.


" Sial! " Leon meludah, dan dia pun segera menyingkir dari tempat dia berpijak.


" Tidak sempat! " Namun sayangnya Leon terlambat, Leon ambruk bersama dengan tanah yang dia pijak.


Dia berguling dan berguling...


" Ugh....." Leon berguling-guling masuk ke dalam jurang yang tidak terlalu dalam.


Dan berakhir tidak sadarkan diri, dengan luka di dahinya. Tidak lama setelah longsor itu, sesuatu muncul dari balik semak-semak.



Seekor kucing hitam yang kecil, dengan mata kuning emas. Kucing itu menghampiri Leon, dan dia duduk di sampingnya.


" Meoong?....


" Eeooong?...


Kucing itu terus mengeong.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.....



__ADS_2