Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)

Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)
CHAPTER 2


__ADS_3


[ Kaluna....] Sebelum Kaluna memanjatkan doa, dia sudah mendengar suara sejuk, dan dingin yang bisa membuat pendengarnya merinding.


" Kau pasti yang memberikan kekuatan suci...." Ucap Kaluna.


[ Benar Kaluna, aku. ] Suara itu terdengar lagi.


[ Kaluna penyihir agung, satu-satunya penyihir yang hidup dengan umur yang panjang, kau seharusnya sadar tindakanmu salah. Karena kekuatan sucimu kau berikan kepada orang yang salah, kau harus menerima kutukan. ] Suara tenang menyejukan hati terus terdengar.


" Saya mengerti, karena ketidak tahuan saya dan kebodohan saya, saya telah mecelakai ribuan orang yang tidak bersalah. " Kaluna bersimpuh, dan mengakui kesalahannya.


[ Karena kau sudah sadar akan kesalahanmu, sekarang apa yang akan kau lakukan? ] Suara ilahi itu terus terdengar.


" ......Saya akan membangun kembali kerajaan ini dengan sisa kekuatan suci dan sihir saya. Meskipun tidak semuanya kembali seperti semula. " Jawab Kaluna.


[ Baiklah Kaluna, sebelum menjalani kutukan. Sucikanlah tempat ini dengan kekuatan itu. ]


[ Setelah kutukan yang ku berikan terjadi, kau masih memiliki kekuatan suci dan sihir. Aku tidak akan mengambilnya karena itu adakah milikmu sejak awal. Akan tetapi kekuatan itu sangat kecil, karena kau menggunakannya untuk membangun kerajaan ini kembali.]


[ Butuh ratusan tahun untuk mengembalikannya, jadi berusahalah, dan tabahlah menerima kutukan yang ku beri. ] Suara itu terus terdengar, dan akhirnya menghilang.


" Tunggu....Bagaimana cara mematahkan kutukan yang kau beri? " Tanya Kaluna.


[ Jangan jatuh cinta seperti yang kau lakukan saat ini. ] Suara itu kembali, dan menghilang lagi.


" Apa maksdumu? Apa aku tidak boleh jatuh cinta untuk mematahkan kutukan ini? " Tanya Kaluna.


Namun tidak ada jawaban.


" Jika seperti itu, aku pasti tidak akan pernah jatuh cinta lagi. " Ucap Kaluna.


Kaluna pergi dari kuil, dan mensucikan kembali kerajaan Samantha dengan sisa kekuatannya.


Setelah mencusikan.


Akhirnya kerajaan Samantha kembali seperti semula, tentu saja Clein mati bersama dengan para prajurit yang gila akan kekuasaan.


Orang yang hitam hatinya tidak akan bangkit, dan tidak akan suci. Hanya yang suci yang bangkit.

__ADS_1


Setelah pensucian itu, Kaluna pergi bersama dengan kutukan yang dia dapatkan. Tidak ada yang peduli mengenai dirinya, karena semua orang yang ada di Samantha, membenci dirinya, dan menganggap Kaluna sebagai penjahat terbesar dikerajaan Samantha.


Para rakyat yang dibangkitkan, mereka mengira, bahwa kehidupan yang mereka dapat kembali merupakan kekuatan dari dewa yang baik, dan merasa tidak adil untuk mereka.


Tapi nyatanya itu adalah kekuatan Kaluna, meskipun memang benar Dewa pun ikut campur dalam kebangkitan mereka.


Cerita mengenai Kaluna si penyihir agung, dan pemilik kekuatan suci yang jahat pun sampai di ceritakan turun termurun.


...----------------...


Dua ratus tahun kemudian, pada masa ini.


Kerajaan Samantha.



Kerajaan ini sudah makmur, dan damai ditangan Raja yang bijak, dan adil.


Tidak hanya bijak, dan adil. Raja saat ini terkenal dengan wajahnya yang tampan. Dikatakan bahwa ciri-cirinya berambut putih, dengan mata biru sebiru lautan.


Namun, satu yang di sayangkan.


Menurut para bangsawan kerajaan Samantha. Raja saat ini tidak begitu tertarik dengan wanita, ada desa-desus bahwa Raja saat ini mendapat kutukan dari penyihir agung terdahulu.


Tapi itu belum tentu benar.


Istana Kerajaan Samantha.



" Baginda, sore nanti anda harus menemui Duke Alvero. " Seorang ajudan berambut putih panjang dengan mata abu, dia adalah Teril Hansen ajudan Raja Samantha saat ini.


" Diamlah Teril....


" Aku tahu, jadi berhentilah mengomel. Telinga ku bisa berdarah jika terus mendengarmu! " Suara sarkas yang sedikit serak dan besar terdengar.


Jelas sekali orang yang di panggil baginda pasti raja saat ini, yaitu Leon Rihana Samantha seperti yang telah di ketahui, bahwa dia memiliki wajah tampan dan rambut putih bermata biru.


__ADS_1


" Mau bagaimana lagi, baginda tidak mau keluar. Saya sebagai ajudan anda merasa bingung, jawaban apa yang harus saya berikan kepada orang yang ingin bertemu anda. " Ucap Teril seorang ajudan dengan wajah lelahnya.


" Kalau begitu kau pensiun saja. Cukup mudah bukan? Kau tidak usah bekerja lagi, pertanyaan seperti itu tidak akan ada setelah kau pensiun. " Ucap Leon seraya membuang wajahnya acuh.


" Yang mulia! Bisakah anda tidak sekejam ini? " Rengek Teril.


Dia menatap Leon, seolah terpesona dengan matanya, Teril pun berbicara lagi.


" Apa anda tidak sadar bahwa anda tampan? " Tanya Teril.


" Aku memang tampan, ayah ibuku sempurna. Jadi, berhenti mengatakan hal yang tidak berguna. " Jawab Leon percaya diri.


Selain adil dan bijak. Raja Samantha saat ini juga Narsis. Dia selalu bercermin jika dia menemukan cermin di mana saja. Bukan hanya itu dia juga selalu berkata bahwa dia tampan seperti dewa.


" Ternyata penyakit Narsis baginda harus di hilangkan. " Ucap Teril lesu.


" Diamlah! Aku ingin berburu di hutan Alika. Siapkan cepat. " Perintah Leon.


" Tunggu! Tapi, hutan Alika terlalu jauh. Tolong pikirkan lagi, meski saya senang akhirnya anda mau keluar tapi jangan terlalu jauh, para pembunuh bayaran yang mengincar anda pasti akan muncul. " Ucap Teril tidak setuju.


" Masa bodo. Lagi pula aku bisa menangani mereka. " Ucap Leon seraya meninggalkan Teril.


" Arrgghhhh!!! Dasar Raja Narsis, tidak mau mendengarkan orang lain! " Ucap Teril sedikit kesal.


" Ahh, Teril satu lagi. " Tiba-tiba Leon kembali dan mengatakan alasan dia kembali lagi.


" APA LAGI. " Tegas Teril.


" Siapkan jubah, jangan sampai rakyatku melihat wajahku yang tampan. Mereka bisa saja pingsan. " Leon kembali hanga untuk mengatakan itu.


" Saya mengerti. " Jawab Teril patuh dengan nada lembut.


" Untuk umpatanmu, gajih selama satu bulan di potong, dan hari cutimu sementara tidak ada. Selamat bekerja....." Ucap Leon seraya berbalik pergi setelah mengatakan bahwa dia akan memotong gaji Teril, dan tidak jadi memberikan hari cuti untuknya.


Mendengar hal itu, Teril terdiam kaku dan dia merosot ke lantai.


" Yang mulia!! Yang benar saja! Hari cuti saya dan gajih saya? " Teriak Teril menyesal.


| Dia memang selalu seperti itu. Bodohnya aku tidak bisa menjaga mulutku. | Batin Teril.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG.....


__ADS_2