Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)

Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)
CHAPTER 25


__ADS_3

" Baiklah baginda, saya mengerti. " Jawab Teril sedikit di tekan.


" Aku masih memberimu ampun Teril. Pergi sekarang. " Titah Leon dingin.


" Istirahat lah baginda, saya permisi. " Teril pun memberi hormat dan pergi.


Teril keluar dari kamar Leon, sedangkan dia masih saja menatap ke luar jendela, dia diam dengan seribu pikiran yang ada di kepalanya.


" Sepertinya penyakit malamku sudah mereda, untuk malam-malam yang ku lewati tidak ada mimpi buruk. Apa mimpi mengerikan itu sudah hilang sepenuhnya? " Leon bergumam.


Saat Leo menatap bulan malam itu, Leon pun mengerutkan kening dan bergumam lagi.


" Tidak, mimpi buruk itu pasti akan kembali. Ini hanya sementara. Lebih baik aku bekerja saja sampai esok. " Gumam Leon.


Mata Leon mulai menatap dokumen, dan kertas-kertas penting di atas mejanya.


" Ya, akan lebih baik aku bekerja. " Leon pun berjalan, dan duduk di kursi meja kerjanya.


| Rasanya sepi sekali. | Batin Leon.


Leon yang berusaha fokus dengan dokumen nya, dia malam tidak bisa fokus, matanya terus tertarik dengan bantalan hitam yang dia siapkan untuk kucingnya.


" Haaaaa.....


" Wanita dengan kekuatan yang aneh....


" Dan, Kyuku yang hilang.....


" Bahkan aku sampai seperti ini hanya karena kehilangan Kyuku. Aku yakin dia akan kembali, jadi bersabarlah. "


Leon merasa hampa tanpa adanya kucing kesayangannya, dia meyakini dirinya bahwa kucingnya akan kembali.


Leon segera kembali ke dokumen-dokumennya, dia tidak boleh mengesampingkan pekerjaannya.


...----------------...


Keesokan harinya.


Hari masih pagi sekali, dan matahari belum benar-benar muncul, Teril dan beberapa penjaga sudah berdiri di depan pintu kamar tempat tadinya Kaluna berada.

__ADS_1


" Buka pintu nya, kita harus memeriksa kondisi wanita itu. " Teril memberi perintah kepada penjaga yang dia bawa.


" Baik, Sir. " Jawab penjaga itu patuh.


Penjaga itu membuka pintu kamar lebar, dan Teril bersama penjaga itu masuk ke dalam untuk memeriksa wanita yang menurut mereka masih berbaring.


Mereka mendekat ke arah ranjang dan membuka tirai ranjang, saat itu pula mereka kaget dan panik.


" Apa? Kemana wanita itu? " Teril dengan nada tingginya.


" Kenapa tidak ada? " Penjaga yang di tugaskan juga heran kemana perginya wanita yang seharusnya masih berbaring di ranjang.


" Sial! Cepat cari wanita itu! " Teril panik, dia pun memerintah.


Para penjaga kesana kemari, mengecek ruangan yang ada di dalam kamar itu, tapi hasilnya tidak ada.


" Jika baginda tahu akan hal ini, kalian pasti akan di hukum. " Teril berbicara dengan nada marah.


Penjaga yang merasa sudah menjaga kamar itu dengan baik, dan aman. Mereka tidak tahu letak kesalahan mereka sehingga wanita itu bisa kabur.


" Bagaimana ini? " Teril memijit pelipisnya sambil bergumam bingung.


" Apa ini? " Teril mengambil nya, dan melihatnya.


" Ada tulisannya. Tapi tulisan ini agak kuno. " Teril menyelidiki.


Dia pun membacanya serius.


" Tanaman, dan cara pembuatan. Ini vaksin wabah? Tidak, siapa tahu ini jebakan. Aku harus melaporkan ini pada baginda. " Teril berdiri terburu-buru, para penjaga pun mengikuti Teril dari belakang.


...----------------...


Di ujung barat, masih di kerajaan Samantha.


Lebih tepatnya di kuil yang berada di barat. Kuil yang sangat dingin, tidak terawat.


' Tap, tap, tap,- Langkah kaki ketika menaiki tangga.


Jas hitam berbulu berkibar oleh angin yang berhembus, seorang pria berambut abu dengan mata seperti bajak laut menaiki tangga.

__ADS_1


" Abdi dewa saya menghadap. " Ucapnya sopan seraya membungkuk.


" Kau sudah tiba, Sir Gino. Apa laporanmu? " Suara perempuan yang terdengar lembut dan berkharisma.


" Saya mendapat informasi dari kuil lain menyangkut penyihir agung, dan raja Samantha. " Pria yang di panggil Gino itu menjawab.


Dia berkata mempunyai informasi terkait penyihir agung dan Raja Samantha. Perempuan yang terus berdiri menghadap sebuah patung aneh itu pun tersenyum, dia pun berbalik.


" Sir Gino, apa informasi nya? " Tanya wanita itu penuh niat aneh.


" Saya akan melapor. Mereka pendeta di kuil kerajaan Samantha, menemukan buku dari patung dewa, entah apa isi dari buku itu, tapi mereka bilang, Raja samantha harus menemukan penyihir itu. Sesegera mungkin, dan menikahinya. " Gino melaporkan apa yang dia dengar dari para pendeta yang ada di Samantha.


Mendengar hal itu perempuan itu menaikkan alisnya dan mulai membuka mulutnya.


" Penyihir Kaluna yang hebat itu? Setelah dia dikutuk dia menghilang ratusan tahun, dia mungkin tidak akan kembali. " Ucapnya yakin.


" Lalu, apa yang anda inginkan? " Tanya Gino.


" Kau tahu Sir Gino sebagai abdi dewa, aku memiliki kekuatan yang hebat dalam sihir dan kekuatan penyembuhku lumayan. " Ucap wanita itu, seakan dia yang paling hebat.


" Aku ingin pergi dari kuil sialan ini! Tidakkah kau lihat bagaimana bentuk kuil ini dari luar? " Tiba-tiba wanita itu berteriak kesal, dan bertanya kepada Gino.


" Saya rasa kuil ini masih pantas untuk di tinggali. " Jawab Gino, mungkin itu adalah jawaban yang paling memuaskan menurutnya.


" ......! Itulah kenapa aku selalu mengeluh di depan patung dewa. Sebagai pengabdi dewa aku tidak di berikan apapun, termasuk ajudan. " Wanita itu mengeluh.


Ketika mendengar hal itu dari orang yang dia ikuti Gino merasa tidak berguna, dia pun memohon ampun dengan berlutut sampai lantai.


" Saya tidak berguna. Mohon beri saya hukuman. " Ucap Gino.


" Berdirilah, jika kamu memang ingin di hukum maka ikuti apa yang akan aku lakukan. " Ucap Wanita itu seraya mengulurkan tangan seperti malaikat.


Gino tanpa pikir panjang menerima uluran tangan itu, dan mengangguk patuh.


" Kemasi barang, dan kita pergi ke ibu kota. Aku akan berperan sebagai penyihir yang mereka cari. " Ucap Wanita itu dengan sudut bibir yang di tarik.


" Saya percaya, ini adalah jalan terbaik, jika anda mengatakan itu. " Gino hanya patuh, dia ingin mengikuti tuannya, dan selalu percaya bahwa tuannya tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk tanpa alasan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2