
Keesokan harinya.
' Cuit...
' Cuit....
Suara burung terdengar di pagi hari dari hutan Alika. Awan yang kemarin mendung, dan hujan di sertai guntur kini berubah cerah.
Tapi cuaca cerah itu tidak berarti apapun bagi kucing Kaluna. Setelah dirinya di tangkap oleh Lotus, dia berakhir di kurungan yang seperti sangkar burung.
Hal itu membuat Kaluna marah, dia berpikir kenapa setelah penyelamatan nya dia malah mendapat perlakuan buruk.
Dari dalam kurungan Kaluna terus berbicara dalam hatinya.
" Meow.." Dengusan halus kucing kaluna.
| Sebenarnya kenapa mereka mengurungku di kurungan jelek ini? |
| Mereka mengurungku layaknya tikus. Apa ini balasan dari mereka kepadaku? Memang seharusnya aku tidak menolong pria itu. Sejak semalam aku tidak makan, setidaknya berikan aku sepotong roti atau secuil daging. |
" Eong, meow...." | Makan! aku ingin makan....| Kaluna mengeong keras, dan mencakar kurungannya.
| Beri aku makan! Manusia! | Teriakan batin kaluna.
Kucing Kaluna terus memberontak, dan mengeong keras.
.
.
.
Tenda khusus Raja.
' Eoongg!! Meooong!...... ' Suara kaluna terdengar sampai ke tenda tempat Leon berada, hal itu membuat para penjaga, dan pelayan cemas.
" Itu suara kucing yang di bawa kemarin....Dia terus mengeong, sepertinya kucing itu lapar. " Bisik pelayan wanita yang sedang membawa makanan untuk Leon.
" Ugh...." Ringisan serak terdengar.
" ....Qisar...Lotus! " Panggil Leon, suaranya serak, karena baru saja sadar.
Leon sadar karena eongan Kaluna yang nyaring.
" Baginda! " Pelayan itu kaget, menyadari Leon bangun, segera dirinya menunduk.
" Panggil Qisar, dan Lotus sekarang. " Perintah Leon tegas.
" Saya mengerti. " Jawab pelayan itu cepat, kemudian pergi.
Leon tampil sedikit acak-acakan dengan piyama yang sedikit terbuka, dia beranjak dan berjalan ke luar tenda.
' Tap..
' Tap..
' Tap..
' Srakkkk......' Leon membuka penutup tenda yang terbuat dari kain sutra.
__ADS_1
| Ini sudah pagi...| Batin Leon yang sedang melihat matahari di atasnya.
Angin pagi yang tenang, sedikit dan perlahan menyapu rambut putih Leon. Sosok nya yang baru bangun tidur lebih menggoda, terutama piyamanya yang sedikit terbuka, memperlihatkan otot-otot di perutnya.
' Meooonggg! ' Suara Kaluna yang nyaring terdengar lagi, sontak hal itu membuat Leon kaget.
" Kucing itu berisik sekali, ya. " Gumam Leon.
" Baginda! " Panggil seseorang yang tidak lain adalah Qisar.
Leon tidak menghiraukan Qisar, dia berjalan ke arah kurungan.
" Baginda?....Anda mau kemana? " Tanya Qisar yang bingung.
" Baginda...." Lotus dengan wajah datar memanggil Leon.
" Baginda mau kemana? " Tanya Lotus pada Qisar.
Qisar hanya mengangkat bahunya, dia pun berlari mengikuti Leon dari belakang.
" Baginda! Tunggu saya! " Teriak Qisar.
" Yah, seharusnya aku juga ikut jika ingin tahu..." Gumam Lotus, dia pun mengikuti Qisar.
.
.
.
Kembali ke tempat di mana Kaluna terkurung.
Tentu saja batinnya terus berbicara dan mengutuk orang-orang.
| Manusia tidak tahu terima kasih! Kalian tidak mendatangiku meskipun aku kehabisan suara, dan pingsan. Kucing juga makhluk hidup....Mereka juga bisa pingsan. | Batin Kaluna kesal.
[ Hidupmu malang sekali, nak. Apa kau butuh hiburan? ] Suara ilahi tiba-tiba terdengar di telinga Kaluna.
| Sepertinya yang butuh hiburan bukan saya, melainkan anda. Apa yang ingin anda bicarakan? | Tanya Kaluna tidak suka.
[ Tidak ada. Dewa ini sangat bosan, jadi aku ingin melihat mu berinteraksi dengan para manusia. ]
| Apa itu menyenangkan? Anda adalah dewa, apa tidak ada pekerjaan lain selain mengawasi saya? | Tanya Kaluna.
" Meong..." | Menyebalkan! | Ucap Kaluna kesal.
[ Tidak ada, karena aku sudah memiliki bawahan yang mengatur semuanya. Tugasku hanya mengawasi mu. Keturunan campuran orang suci, dan penyihir. ] Balas suara yang mengaku sebagai dewa.
" Kucing...." Tiba-tiba saja seseorang berada di depan kurungan Kaluna, dia adalah Leon.
Dengan wajah lempengnya, Leon bergumam memanggil nama hewan yang ada di kurungan.
" Kucing?...." Panggil Leon dengan alis naik menatap hewan hitam dalam kurungan.
" Oh, anda kesini untuk melihat kucing ini. " Qisar yang baru tiba bertanya.
" Dia terus mengeong sejak tadi, tapi akhirnya diam juga. " Ucap Lotus datar.
[ Kaluna, orang yang kau tolong kemari, dia raja Samantha sekarang. Apa kau sudah tahu? ] Dewa itu berbicara lagi.
__ADS_1
Kaluna yang masih kaget dengan kedatangan Leom yang tiba-tiba, dia pun menjawab dengan suara kucingnya.
" Meong. " | Diam. | Ucap Kaluna yang duduk dan menatap Leon tajam.
[ Tenang saja, hanya kamu yang bisa mendengarku. ] Ucap Dewa itu yakin.
[ Apa kau merasa menyesal, karena menolong nya? ] Tanya dewa itu.
Kaluna tidak menjawab dewa yang terus mengganggu pikirannya. Dia hanya menatap pria yang berdiri di depannya.
" Kenapa dia menatapku tajam? " Tanya Leon.
Qisar pun menundukkan badannya, dan melihat dengan teliti.
" Sama saja, kucing ini sama seperti sebelumnya. " Jawab Qisar yakin.
" Bodoh. Kau lihat matanya hanya menatap baginda, bola matanya tidak bergetar sedikit pun. " Ucap Lotus.
| Ahhh, aku baru sadar. Waktu kemarin mereka berdua memanggil pria rambut putih itu baginda. Jika aku menyadarinya lebih awal, akan lebih baik jika aku menggunakan sihir untuk kabur. | Batin Kaluna. Bola matanya pun sedikit turun.
[ Aku mengira kau sudah tahu. ] Dewa itu berbicara lagi.
" Keluarkan dia...." Perintah Leon.
| Sekarang apa? Apa mereka sudah tahu bahwa aku Kaluna, si terkutuk dan si jahat itu. | Batin Kaluna sedih.
Penjaga yang memegang kunci segera membuka kurungan. Saat pintu terbuka, kucing Kaluna berusaha untuk kabur.
" Mau kemana?.. " Leon dengan cepat menangkap gulungan bulu hitam itu, sebelum menginjak tanah.
| Aku tertangkap. Padahal tinggal sedikit lagi menginjak tanah. | Batin Kaluna.
" Hmmm, sepertinya cocok jika di jadikan aksesoris di alat tulis ku. Di jadikan kuas juga cocok. " Gumam Leon dengan mata yang melihat dengan teliti tubuh kucing Kaluna.
[ Habislah sudah, kau pasti akan di kuliti Kaluna. ] Dewa itu berkata dengan nada menakut-nakuti.
| Apa kau yakin ini takdir ku? Jawab aku sekarang?! Kau menulisnya?! | Tanya Kaluna tidak sabar.
[ Tidak tahu, sebaiknya aku kembali dulu. ] Suara dewa itu mengecil, dan menghilang.
| Apa?!... Mau kemana kau?! Jawab pertanyaan ku dulu! | Teriakan batin Kaluna.
" Makanan apa yang cocok untuk kucing? Sebelum di eksekusi, dia harus kenyang dulu bukan? " Ucap Leon dengan senyum menyeramkan.
" Euungg...." | Habislah sudah. | Ucap Kaluna yang mengciut dalam genggaman Leon.
| Dia lebih sadis dari raja sebelumnya. | Batin Kaluna pasrah.
...----------------...
BERSAMBUNG....
" Kemari Kyu, sepertinya kau kedinginan. "
__ADS_1
| Aku punya bulu, mana mungkin kedinginan. |