Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)

Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)
CHAPTER 15


__ADS_3

" Hal-hal aneh terjadi saat aku berada di sampingmu. Ya, aku tahu kau hanya seekor kucing biasa. " Leon menambahkan lagi perkataannya.


Setelah mendengar lanjutan Kata-kata Leon, Kaluna kembali tidak tertarik, dia pun balik badan membelakangi Leon.


" Kyu....


| Aku tidak dengar.... |Kaluna berpura-pura tidak dengar panggilan Leon.


" Kyuu...


| Jangan dengar! | Kaluna tidak mau mendengar, dia terus lurus ke depan tanpa terusik.


Tidak ada suara, hingga akhirnya telapak tangan besar membungkus kepala Kaluna dengan lembut. Naluri seekor kucing tidak bisa di pungkiri, Kaluna mendengkur layaknya kucing.


| Oh~ Dia mengelusku dengan sangat lembut. Enak sekali~| Kaluna tidak sadar sudah terhanyut dengan sentuhan lembut Leon.


" Ternyata kau suka di elus ya? Ini baru pertama kalinya untukku. Tapi kau terlihat sangat menyukainya. " Ucap Leon asik.


Leon tidak tahu jika kucing memang suka di elus dan di usap-usap. Selama ini Leon tidak pernah memelihara hewan, kata-katanya bohong yang mengatakan jika dia dulu mempunyai kucing dan mati.


Itu hanya untuk membuat Kaluna tenang.


| Dia tidak buruk. Sampai aku memulihkan kekuatan dan kutukanku. Sepertinya di sini bukan tempat yang buruk. Makanan tidak perlu mencuri, dan aku tidak harus kedinginan di hutan itu. | Kaluna akhirnya mengakui, di istana jauh lebih baik di banding di hutan Alika.


" Kyu, aku akan sibuk untuk sementara waktu, kau diam di sini, makan yang banyak, dan aku akan memastikan kau tidak akan bosan." Ucap Leon yang masih mengelus kepala Kyu.


| Apa yang membuat aku tidak bosan? sudah lama aku bosan. Siapa tahu dia benar-benar memberikanku sesuatu yang tidak membosankan.| Batin Kaluna menantikan hal yang tidak membuatnya bosan.


...----------------...


Sore hari.....


Ruangan tempat khusus Kaluna kedatangan beberapa kesatria, dan beberapa pelayan.


" Wah ternyata kucing ini imut juga ya. "


" Biarkan aku memakaikan ini. "


" Minggir woy! Biarkan aku mencoba ini! "


" Tuan kesatria, itu tidak cocok, lebih baik ini. "


| Yang benar saja! Apa-apaan ini, apa aku boneka? | Kaluna dalam batinnya berteriak.


Leon mengirim kesatria dan pelayan agar Kaluna tidak bosan, alih-alih bosan, Kaluna malah kewalahan meladeni orang yang di kirim Leon.

__ADS_1


Orang yang di kirim Leon adalah, Qisar, Lotus, Leila, dan ken. Tapi ada satu pengecualian, yaitu Butler Alfon.


Mereka awalnya hanya melihat-lihat Kaluna karena penasaran, baru setelah Kaluna menguap lebar, dan menjilat kakinya anggun, mereka jadi terobsesi dengan Kaluna.


Mereka mulai membawa aksesori, dan memakaikannya di tubuh Kaluna.


" Aku bilang yang ini dulu, baru yang itu. " Lotus dengan wajah datar, dia memegang makhota kecil di tangannya.


" Jelek, buang itu seleramu buruk! " Qisar menepis mahkota yang di bawa Lotus.


" Wah, kupingmu lembut yaa...." Sir Ken memegang kedua telinga Kaluna.


" Dari tadi kami sudah mendandaninya, tapi tetap saja saya tidak puas. " Leila pelayan yang baru di rekrut untuk menjaga Kaluna.


" Ini sepertinya jauh lebih cocok untuknya. " Alfon menyodorkan mahkota kecil dengan berlian hitam di tengahnya.


Mereka memakaikan berbagai macam pakaian kucing, dan perhiasan layaknya boneka.



" Hmmm, ini terlalu berat. Hewan itu akan kesulitan bergerak! " Qisar dengan cermat memperhatikan penampilan Kaluna.


" Ini yang paling bagus. " Ucap Lotus datar.


| Manusia-manuisa ini. Apa mereka tidak ada kerjaan lain selain mempermainkanku? | Kaluna sudah muak di tingkah mereka.


" Coba berikan bunga itu...." Suruh Ken.


" Ini? " Tanya Qisar.


" Ya, ini jauh lebih cocok dan sederhana. " Ucap Ken lembut seraya mecopot hiasa berat yang ada di tubuh Kaluna, dan mengganti nya dengan hiasan mahkota bunga.


Ken memasangkan mahkota bunga itu di kepala Kaluna. Itu jauh lebih baik dari pada mahkota berat yang di lapisi emas, dan berlian.



" Ini jauh lebih baik. " Ucap Ken.


Lotus dan Qisar mengangguk setuju begitu pula yang lainnya.


" Ku pikir singa lebih imut dari kucing, ternyata lebih imut kucing. " Ucap Qisar seraya menggaruk kepalanya gatal.


" Bukannya singa, dan kucing sama-sama kucing yah? " Tanya Ken.


| Apa yang mereka bicarakan. Bisa-bisanya singa di bilang imut? | Batin Kaluna.

__ADS_1


" Mana ada, singa ya singa, kucing ya kucing. " Jawab Qisar dengan nada merasa paling benar.


" Sepertinya yang sir katakan benar, singa juga termasuk golongan kucing. Tapi kucing besar. " Alfon sedikit meliruskan.


" Tidak, singa adalah raja hutan. Dia bukan kucing, tetapi predator. " Ucap Qisar.


" Si bodoh ini. Dengan pengetahuan nya yang minim, dia pasti tidak mau kalah. " Gumam Lotus.


" Ya, tidak salah juga di sebut predator. Terserah sir Qisar saja. " Ucap Leila tidak mau ambil pusing.


| Ya, hentikan perdebatan kalian, itu tidak akan berguna jika Qisar yang berbicara. | Batin Kaluna setuju dengan Leila.


" Tunggu, ngomong-ngomong.....Apa kalian sadar warna mata kucing itu berbeda dengan tadi..." Qisar tiba-tiba berbicara dengan nada serius.


| Ini....Ini pasti karena kekuatanku semakin membaik. Sudah jelas berubah menjadi kuning cerah. | Kaluna mengakui perubahan matanya.


" Iya, apa hanya perasaan saya saja. " Ucap Alfon ragu.


" Mungkin hanya perasaan kita saja. Dari pada itu, sebaiknya hewan itu di beri makan dulu. " Ken mengusulkan.


" Apa dia belum makan? " Tanya Lotus.


" Tadi saya memberikannya makan. Tapi kucingnya tidak mau makan. " Ucap Leila.


" Memang apa yang anda beri? " Tanya Ken.


" Sesuai perintah baginda, daging sapi, daging ayam, daging kambing, dan ikan berkualitas tinggi.Tapi semuanya tidak di makan, bahkan kucing ini tidak menyentuhnya sedikit pun. " Jawab Leila sedikit kecewa.


" Meoong..." | Itu, karena....| Kaluna mengeong.


| Itu karena aku tidak suka makanan mentah dan hambar. Aku ini manusia bentuknya saja yang kucing. | Kaluna dalam batin berbicara.


" Kau dengar, dia ingin makan. " Ucap Qisar.


" Mungkin dia ingin makan ikan bakar. " Ucap Ken.


| Wah, manusia satu ini sepertinya tidak buruk. | Kaluna puas dengan usulan Ken.


" Coba anda berikan makanan yang sudah di masak, siapa tahu kucing ini mau. Selera kucingkan beda-beda, mana tahu dia suka yang sudah di masak. " Ken meneruskan.


| Ya, itu yang aku maksud. Siapa tadi namanya bocah laki-laki ini? Ken ya? Dia lumayan mengerti soal binatang. | Batin Kaluna semakin puas dengan Ken.


" Saya akan mencobanya. " Ucap Leila.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2