Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)

Penyihir Terkutuk (Cursed Witch)
CHAPTER 6


__ADS_3

" Ughh...." Mendengar ringisan kecil, Kaluna mengurungkan niatnya untuk turun dari tubuh pria yang terus meringis.


| Kenapa? Apa kekuatanku tidak cukup? Dia terus meringis bahkan setelah kekuatanku menyebar di tubuhnya. | Batin Kaluna.


Semakin heran, Kaluna dengan kaki kecilnya berjalan mendekat ke wajah pria itu.


| Whoaaaa....Dia cukup menawan dengan kondisi yang cukup buruk ini. Hmmm, sepertinya kepalanya yang terluka. | Batin Kaluna.


Kaluna dengan perlahan mengulurkan tangan kanannya dan menaruhnya di bagian kepala yang terluka.


Tentu saja cahaya keluar, itu tandanya pengobatan dengan kekuatan ilahi sedang berlangsung.


| Sepertinya ini sudah selesai, dia akan bangun sebentar lagi. Aku harus pergi, aku muak jika dia bangun dan melihatku. Bagus jika dia tidak memukul ku. | Batin Kaluna, dia pun segera turun dari tubuh pria itu.


Kaluna pun berjalan pergi meninggalkan pria itu, baru dia berjalan beberapa langkah jauh di depan, Kaluna berbalik dan duduk menatap jauh pria yang masih terbaring.


' Ctarr! ' Suara petir yang keras terdengar di sertai kilatan cahaya.


| Hujannya semakin deras. Tidak mungkin aku meninggalkannya di sini sendirian. Bagaimana jika nanti longsor datang lagi? |


| Ini membuatku frustasi...| Batin Kaluna.


" Meong, eong! " Kaluna menarik baju pria yang berbaring, mungkin kucing kaluna ingin menyeretnya ke tempat yang aman.


| Sialan! Dasar bodoh! Mana bisa kucing kecil sepertiku menyeret manusia dewasa, jangankan menyeret manusia dewasa, manusia kecil pun pastinya tidak akan bisa.| Batin Kaluna menggerutu.


Badannya yang berbentuk kucing jelas tidak bisa menyeret sesuatu yang besar seperti manusia.


| Kalau dia hanya seekor ikan, jelas sekali akan mudah menyeretnya. Sial! naluri kucingku mulai berteriak. | Batin Kaluna.


" Grrrtttt.....Ngeooongg...." Kaluna kesal.


| Buluku jadi basa karena terkena hujan, sebagai kucing aku tidak takut air. Namun itu tidak berarti aku harus kehujanan, melelahkan jika harus menyisir rambutku dengan mulutku sendiri. | Batin sang kucing.


Setelah lama berusaha menarik Leon yang terbaring, Kaluna akhirnya menyerah, dia mendapatkan ide yang lebih baik dari menyeret Leon yang hanya menguras tenaga.


| Dari pakaian nya dia jelas bangsawan, tidak mungkin dia berkeliaran di sini sendirian. Aku harus mencari seseorang. | Batin Kaluna, setelah itu dia pun berlari dengan keempat kakinya yang kecil.


...----------------...


Perkemahan rombongan kesatria.


Tandu kemah sudah di didirikan, kuda-kuda sudah di amankan di tempat yang aman. Akan tetapi, para kesatria dan beberapa orang lainnya di buat panik.


Kenapa tidak? Mereka menyadari bahwa pemimpin mereka menghilang.


" Sir Lotus, bagaimana ini? Baginda belum juga kembali. " Tanya salah satu kesatria dengan goresan pisau di mata sebelah kirinya.


Dia adalah Qisar.



Lalu pria yang di panggil Qisar, Sir Lotus dia memiliki tubuh sedikit kekar, dan juga memiliki luka goresan pisau di mata kanannya.

__ADS_1



Kedua kesatria itu adalah kaki tangannya Leon.


" Kemana baginda, kita sudah mengerahkan beberapa kesatria untuk mencari beliau, tapi hasilnya tidak ada. " Ucap Qisar.


Lotus yang diam saja sejak tadi, dia pun akhirnya menjawab.


" Baginda mengatakan akan melihat-lihat hutan ini, beliau bilang tidak akan jauh dari tempat berdirinya tenda. " Jawab Lotus.


" Sebaiknya kita mengirim seseorang ke istana, agar pencarian di lakukan secara besar-besaran.


Qisar mengangguk serius, dia pun keluar tenda, dan memanggil seseorang.


" Pergi sana! dasar kucing menyebalkan! " Suara bentakan kasar terdengar di telinga Qisar, saat dia tengah mencari seseorang.


" Sekarang apa lagi? Tidak bisakah sehari ini mereka diam. " Gumam Qisar kesal.


Dia pun bergegas menghampiri pemilik suara itu. Saat di hampiri, Qisar menyadari pria itu tengah memarahi seekor kucing hitam.


" Bajingan! Hanya karena seekor kucing dia membuat telingaku sakit! " Gumam Qisar kesal.


Qisar dari belakang menarik punggung kerah kesatria yang sedang memarahi kucing hitam di bawah kakinya.


" Berisik sekali! " Teriak Qisar, dan menarik pria itu kasar.


" Si-sir Qisar?....." Pria yang baru saja berdebat dengan seekor kucing, dia ketakutan.


Tantu saja, Qisar memasang ekspresi yang siap membunuh kapan saja, siapa yang tidak takut.


Kesatria itu semakin takut, dia bahkan sampai gemetar.


" Lepaskan dia Qisar, aku tahu kau sedang cemas. " Tiba-tiba Lotus datang dari belakang.


" Kau selamat hari ini. Jika suatu hari aku melihatmu dan mendengarmu berteriak, kau harus bersiap untuk mati! " Ancam Qisar dengan mata melotot menakutkan.


Dia pun melepaskan kerah kesatria itu dengan kasar.


" Te-terima kasih....." Ucap kesatria itu ketakutan setengah mati.


" Pergi! " Teriak Qisar.


Kesatria itu pun pergi terbirit-birit.


" Qisar, kendalikan emosimu. Aku tahu kau cemas, tapi tetap saja jangan melampiaskan emosimu kepada kesatria lainnya. " Ucap Lotus.


" Aku mengerti. " Jawab Qisar sedikit tenang.


" Meoong! Eong,Eong! " Kucing itu mendengkur dan mengibaskan ekornya di kaki Qisar.


| Uwaaaaa! Pria ini menakutkan! | Batin Kaluna, dia kucing yang tengah mengibaskan ekor di kaki Qisar.


" Binatang siapa ini! Aku tidak punya niatan memelihara binatang. " Ucap Qisar yang memandang ke bawah kucing kaluna berada.

__ADS_1


| Cih! Siap juga yang mau di peliharaan olehmu! | Batin Kaluna kesal.


Kaluna terus menarik perhatian Qisar dan Lotus, dia menggosokkan tubuhnya di kaki Qisar, begitu pula dengan Lotus.


Tidak hanya itu, Kaluna pun mengeluarkan suara imut nya untuk menarik perhatian kedua pria kekar di depannya.


" Eoonng....Eong? " Suara itu keluar dari mulut kucing Kaluna, tidak lupa dia juga memiringkan kepalanya sedikit.


| Hey! Aku sudah berusaha terlihat imut, apa kalian tidak bereaksi?! | Batin Kaluna yang sudah berusaha terlihat imut.


" Si-sir Lotus.... " Qisar seperti menahan tawa.


" Emm, ya apa? " Lotus melirik Qisar.


Wajah Qisar merona, dia terlihat kesulitan menahan tawa.


" Singkirkan ekspresi bodohmu itu Qisar! " Ucap Lotus sedikit tegas.


" Dia....emmmm....


" Dia cukup imut.....dan....lucu! Bwahahahahah lihat! lihat ekornya yang bergelayut di belakang! Dia terlihat seperti lutung hitam! Hahahakheheheh...." Karena tidak bisa menahan tawa, Qisar pun tertawa terbahak-bahak.


| Ughh...... Hati penyihir agung ini sangat terluka mendengar perkataan yang kau ucapkan untukku. Dari mananya aku lutung?! Apa kau buta?! Aku ini kuching! Kucing! | Kaluna dalam batinnya merasa malu dan marah.


" Sudah, lihat dia terlihat malu. " Ucap Lotus.


| Aku marah! Pria memang buta dan bodoh! | Teriakan batin kucing Kaluna.


" Meooonggrrrtttt! " Kaluna marah, dia pun mengangkat kaki depannya dan mengeluarkan cakar kecilnya.


' Sring.....


| Hiya! Rasakan cakar nona lutung ini pria buta! | Kaluna mencakar kaki Qisar dengan cakar kecilnya yang imut.


" Ughh, aduh! " Qisar meringis sakit.


| Mari kita kabur! | Batin Kaluna.


Kucing Kaluna pun kabur, setelah memberi goresan kecil di kaki Qisar.


" Kucing biadab! Akan ku kejar kau! " Teriak Qisar dari belakang Kaluna.


Tentu saja dia mengejar.


Kaluna berbalik melihat memastikan, apakah Qisar tertinggal atau tidak.


| Tidak, tidak! Kenapa dia sangat cepat! | Batin Kaluna yang kesulitan berlari dari Qisar.


| Uwaaaaaaa!!!! Tolong aku! | Kaluna berlari dengan kecepatan yang dia bisa.


" Kemari kau lutung nakal! " Qisar yang berada di belakang Kaluna.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2