
Leon membaringkan Kaluna di atas kaaur empuk, di kamar mewah yang telah di siapkan oleh Teril.
Setelah dia membaringkan wanita yang terlihat tidak berdaya, dia duduk di kursi samping tempat tidur.
" Baginda, kenapa anda membawa wanita ini? " Ajudan yang berdiri di sampingnya bertanya dengan nada penasaran.
" Dia seseorang yang kita butuhkan. Setelah dia bangun introgasi dia. " Leon memberikan jawaban, dan sebuah perintah.
" Saya mengerti, baginda. " Jawab Teril mematuhi tuannya.
Leon pun berdiri, dia temenung sebentar dengan mata yang menatap ke arah Kaluna. Wanita itu terbaring tenang di atas kasur.
" ......Biarkan dia istirahat, mari kita pergi. " Leon berbicara dengan nada rendah, dan dia berbalik pergi.
Teril mengangguk, dan mengikuti tuannya di belakang.
...----------------...
Ruang pertemuan di mansion Count Hazel.
Mereka mengadakan rapat dengan para pendeta, dan bawahan Count.
" Tuan Count, saya tidak menyangka para pasien bisa sembuh dengan cepat. " Seorang pria bawahan Count Hazel memecah suasana rapat yang canggung.
" Benar, saya merasa takjub dengan cahaya yang datang tiba-tiba. Setelah cahaya itu datang dan menghilang, para pasien tiba-tiba sembuh. Itu keajaiban yang luar biasa. " Pendeta dengan suara semangat dan takjub mengatakan apa yang dia saksikan.
" Saya baru melihat cahaya dan keajaiban seperti itu. " Bawahan Count lainnya berbicara.
Count Hazel yang mendengar nada takjub dari mulut bawahannya, dia pun merasakan hal yang sama.
" Saya pun merasakan hal yang sama, padahal saya saat itu tidak berada di ruang perawatan, saya melihat cahaya itu dari jendela lantai atas. Begitu hangat, dan suci. " Ucap Count Hazel.
__ADS_1
" Yang mulia baginda raja memasuki ruangan! " Saat mereka berbicara betapa takjubnya mereka, tiba-tiba penjaga pintu ruang rapat berteriak.
Mereka semua berdiri, dan merapikan pakaian mereka. Pintu terbuka, dan Leon berjalan dengan gagah, di dampingi Teril dari belakang.
" Salam baginda raja. " Hormat mereka, dengan tubuh membungkuk dan tangan di silang satu.
" Duduklah, selesaikan ini. Aku tidak bisa berlama-lama di ruang rapat ini. " Leon dengan wajah sedikit bengis duduk di kursi.
Mereka pun duduk setelah Leon duduk. Wajah Leon bisa di bilang buruk, tentu saja, karena dia mendapat kabar saat di perjalanan menuju ke ruang rapat.
| Kyuku sampai saat ini tidak di temukan. Bawahku tidak bisa menemukannya selama satu hari ini. | Batin Leon.
" Baginda, para pasien sembuh karena kekuatan seseorang. Akan tetapi itu hanya menyembuhkan, wabah masih ada dan kita perlu membuat ramuan khusus untuk wabah ini. " Count dengan lembut berbicara mengusulkan.
" Benar baginda, wabah ini tetap akan ada, kita butuh vaksin untuk wabah ini. " Abdi bawah berbicara.
" Kalian benar, maka dari itu tabib istana, dan peneliti ramuan beserta obat-obatan akan melakukan penelitian. Karena jumlah pasien yang terkena wabah sudah cukup rendah, pastikan rakyat yang tidak terkena wabah jangan di pulang ke rumah mereka masing-masing, biarkan mereka di sini sampai vaksin wabah ini di temukan dan di buat. " Leon dengan serius menjelaskan.
Lalu Count dengan hati-hati bertanya mengenai wanita misterius yang di bawa Leon.
" Baginda, anu....siapakah Lady yang anda bawa kemarin, saya dengar lady itu yang telah menyembuhkan para pasien yang terkena wabah. " Tanya Count Hazel hati-hati.
" Ya, dia adalah orangnya. Cukup menakjubkan melihat cahaya hangat itu bukan. Bahkan kepalaku yang tadinya pusing hilang dalam sekejap. " Leon tanpa sadar jujur, bahwa dia juga takjub dengan kekuatan itu.
" Kita harus memberinya hadiah, baginda. Lady itu menggunakan kekuatan penyembuh untuk menolong orang, dia pasti lady yang sangat baik." Usul bawahan Count Hazel.
" Baginda, saya sedikit ragu, tapi saya yakin. Kekuatan penyembuhan Lady itu mirip dengan seseorang. Seseorang yang telah lama hilang, dan hanya tertulis dalam buku sejarah. " Pendeta tinggi dari wilayah Count berbicara dengan nada serius.
Leon merenung sebentar, lalu dia menebak siapa yang pendeta itu maksud.
" Kaluna, pemilik kekuatan suci dan penyihir agung. Apa dia yang kamu maksud? " Tanya Leon.
__ADS_1
" Sepertinya benar yang di katakan baginda. Kekuatan besar itu memang seperti kekuatan suci. " Ucap Count Hazel.
" Ya, saya pun merasa itu benar. " Jawab pendeta tinggi.
" Kita akhiri rapat ini..." Leon tiba-tiba mengakhiri rapatnya, dan berdiri.
" Teril urus sisanya, aku akan memastikan sesuatu. " Perintah Leon, dia pun berbalik pergi meninggalkan ruang rapat.
Sementara Teril, dia membungkuk seraya menjawab.
" Baik, baginda. " Jawab Teril.
Semua yang ada di ruang rapat merasa heran, atas akhir dari rapat yang tiba-tiba. Tapi, mereka tahu ada alasan di balik rapat itu selesai secara tiba-tiba.
...----------------...
" Kemana kucing itu? Kenapa seorang raja sangat mementingkan seekor kucing. " Prajurit yang di perintah kan Leon untuk mencari kucingnya yang hilang menggerutu.
" Dia bahkan menggila hanya karena kucing.....pria aneh....
" Dan pria itu adalah baginda raja. " Gerutu pria itu dengan tangan menggaruk kepala.
Apa yang di katakan prajurit itu memang benar, sudah sejak kucing kaluna hilang Leon dalam suasana hati yang buruk.
Dia marah, tidak seperti biasanya, pada saat dia marah dan kesepian karena kucingnya hilang, dia memutuskan untuk pergi ke ruang perawatan sebagai pengalihan rasa kesepiannya.
Di tengah perasaan itu, Leon malah bertemu dengan wanita aneh, yang tidak lain adalah Kaluna, kucing yang dia cari-cari.
Jika Leon tahu bahwa wanita itu adalah Kyunya yang hilang, dia pasti akan memeluknya dan mengurungnya.
...----------------...
__ADS_1