
...Lorong Mansion Count Hazel....
...Teril dengan tergesah-gesah berjalan menuju ruangan Leon, dibelakangnya ada juga beberapa prajurit kerajaan....
" Baginda harus melihat ini dan lagi wanita itu tiba-tiba menghilang begitu saja. " Gumam Teril.
...Tidak lama dia berjalan, Teril sampai di depan pintu ruangan milik Leon dia pun segera mengetuk pintu....
...'Tok, tok, tok,- Suara pintu di ketuk....
" Baginda, ini saya Teril. " Ucap Teril pelan.
...Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya ada jawaban dari dalam....
" Masuklah. " Leon menyuruh Teril masuk.
...Sebelum membuka pintu, Teril berpesan pada para prajurit yang ada di belakangnya. Teril memerintahkan agar mereka menunggu di luar, dan berjaga....
" Berjagalah di sini, aku akan bicara dengan baginda. " Ucap Teril pada bawahannya.
" Di mengerti. " Jawab para prajurit patuh, dan mereka berdiri di sisi kiri dan kanan untuk menjaga pintu.
...Teril pun segera membuka pintu dengan mendorong kedua gagang pintu. Saat pintu kamar terbuka, Teril segera masuk dan menutup pintu kembali....
...Teril berjalan ke arah ranjang Leon, dia pikir Leon baru bangun dan masih berada di ranjangnya. Namun dia terkejut ternyata ranjang milik Leon tidak ada penghuninya....
" Kosong, kemana baginda. " Gumam Teril, dia melihat sekeliling ruangan.
...Tapi tidak ada, Teril pun menuju ruang kerja yang ada di kamar itu. Benar saja Leon ada di sana....
" Baginda! Apa-apaan ini? Kenapa wajah anda seperti itu? " Teril syok melihat tuannya sendiri.
...Apalagi saat Teril melihat bagian bawah mata Leon yang sudah menghitam....
" Apa itu di bawah mata anda? Kenapa hitam sekali? Wajah anda seperti anak muda yang kekurangan uang, bibir anda kering, dan wajah anda tidak bercahaya. Bagaimana bisa wajah pahatan dewa itu berubah buruk hanya dalam semalam, ini bukan baginda yang saya kenal! Anda adalah orang yang selalu memperhatikan wajah anda, setiap ada cermin dan kaca anda tidak akan lupa untuk mengecek seberapa tampannya wajah anda, dan seberapa sempurnanya tubuh anda. Lalu, kenapa wajah anda menjadi seperti ini?! " Teril terus mengomel di depan Leon.
...Pada saat itu, Leon menaruh dokumen yang sudah di selesaikan, dan mengambil dokumen baru. Leon bahkan menghela nafas mendengar omelan Teril....
" Haaaaaa......
__ADS_1
" Hentikan, air liur mu sampai jatuh di atas dokumenku.
" .....Teril, jika mulutmu hanya ingin mengomel lebih baik hentikan sekarang. Aku tidak bisa mendengar omelanmu karena kepalaku sakit. " Ucap Leon yang masih menatap dokumen di tangannya.
" Baginda, apa anda se-frustasi ini hanya karena kehilangan satu kucing? " Teril bertanya, sebagai ajudan dia lebih frustasi.
...Saat itu, Leon tidak menjawab, dia hanya memandang dokumen dan penanya. Lalu Teril berbicara lagi....
" Anda tidak tidur semalaman dan melampiaskan nya pada pekerjaan. Saya mohon sayangi tubuh emas anda baginda. " Ucap Teril.
" Katakan apa yang ingin kau laporkan, dari tadi kau hanya bicara omong kosong. " Leon tidak merespon ucapan Teril, dari pada mendengar omong kosong, Leon lebih tertarik dengan laporan yang akan Teril katakan.
" Baiklah, karena anda keras kepala. Ada yang ingin saya laporkan. Jadi dengarkan ini baik-baik baginda. " Ucap Teril serius.
" Cepat! " Tegas Leon tidak sabar.
" Wanita itu hilang...." Teril akhirnya melaporkan jika wanita yang di bawa oleh Leon telah hilang.
...Ketika mendengar hal itu, Leon segera menatap wajah Teril dengan alis mengerut seperti tidak terima....
" Apa kau sudah memastikan nya? " Tanya Leon.
" Bagaimana bisa? Mansion ini di jaga ketat oleh prajurit kerajaan dan penjaga milik Count. Katakan apa yang dia tinggalkan? " Tanya Leon, sekaligus tidak percaya bagaimana wanita itu bisa hilang begitu saja, padahal penjagaan sangat ketat.
" Dia meninggalkan secarik kertas berisikan tulisan mengenai resep vaksin wabah. " Teril menaruh kertas itu di meja Leon.
...Leon menaruh dokumennya, dan segera tertarik dengan secarik kertas dengan tulisan tangan yang terlihat rapi namun kuno....
...Leon membaca setiap baris tulisan itu, dia pun sesekali mengerutkan alis, dan jari kirinya tidak bisa diam, dia terus mengetuk meja kerja miliknya....
" ......Apa ini sungguhan. Jika ingin tahu, biarkan ilmuan istana, dan tabib istana menyelidiki ini. " Titahnya, setelah dia membaca kertas itu, dan ingin tahu kebenaran dari isi tulisan itu.
...Teril mengerti, Leon memberikan kembali kertas itu agar Teril bisa melakukan titahnya. Belum berhenti di situ, Leon pun berkata lagi....
" Satu lagi Teril, tunda kepulanganku ke istana, masalah di sini belum selesai sebelum tulisan mengenai vaksin itu benar atau tidaknya. " Ucap Leon.
" Baik, baginda. Lalu mengenai kucing anda, bagaimana? " Jawab Teril patuh seraya menyelipkan pertanyaan mengenai kucing Leon yang hilang.
" Biarkan dia pergi. Aku tidak mau memaksa hewan yang tidak mau tinggal bersamaku. " Leon menegaskan jawabannya.
" Itu lebih baik, baginda. Dari pada memelihara kucing, lebih baik anda memelihara singa. Itu jauh lebih berguna. " Saran Teril.
__ADS_1
" Pergilah. Aku akan bersiap dan melakukan pekerjaan lain. " Leon pun memberi perintah agar Teril keluar.
...----------------...
...Rumah kaca di mansion Count Hazel....
[ Kaluna, kenapa bersembunyi seperti ini di semak-semk? ] Dewa yang menyamar menjadi tikus itu bertanya kepada Kaluna.
...Pada saat itu Kaluna sedang berbaring di rumput yang tertutup semak-semak dan bunga....
" Diamlah, setelah saya pikir-pikir, lebih baik saya tidak kembali. " Jawab Kaluna masih dengan suara kucingnya.
| Kau kejam Kaluna. Pria itu begadang semalaman menunggumu kembali. Pikirkan baik-baik, dia bisa membantumu memutuskan kutukanmu.| Dewa itu terus menasehati Kaluna tentu saja dengan suara tikus jika terdengar oleh manusia.
" Anda bilang kutukan ini akan patah jika saya melakukan banya kebaikan. Melakukan itu tidak harus di samping nya. " Jawab Kaluna.
" Dari pada itu, aku harus kembali ke gua, dan mengambil perhiasanku. " Gumam Kaluna.
[ Apa? Perhiasan? Untuk apa itu? ] Tanya dewa itu.
" Anda tahu saya suka perhiasan sejak kutukan ini menimpa. Saya bertekad, jika kutukan ini lepas, saya akan berfoya-foya, membeli makanan enak yang tidak bisa saya makan saat menjadi kucing. Saya ingin memakai mahkota dan perhiasan. Karena saya tidak pernah melakukan itu saat masih muda. " Kaluna dengan bahasa kucingnya mengatakan alasan dia suka perhiasan dan mau berfoya-foya.
[ Memang berapa usiamu? ] Tanya dewa itu.
" Dua ratus lebih, saya sudah hidup ratusan tahun, paling lama menjadi kucing, dan sisinya manusia. Apa saya bisa lepas, dan menikmati hidup saya sampai ajal saya tiba? " Kaluna bertanya.
[ Itu, rahasia. ] Jawab dewa itu singkat.
" Satu lagi yang ingin saya katakan. Apa anda sengaja mendekatkan saya dengan Raja Samantha? " Tanya Kaluna.
[ Mana mungkin, tapi ada kemungkinan sedikit. ] Jawabnya ambigu.
" Itu sama saja. " Jawab Kaluna.
" Miaw...." | Damainya....| Ucap Kaluna seraya membungkus dirinya.
...----------------...
__ADS_1