Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Istana Kekaisaran Hong: Kemenangan - Panen


__ADS_3

Pendekar Cambuk Hitam yang melihat anak buahnya pingsan semakin marah, ia berteriak kepada Xiao Yun dengan kesal:"Bocah bertopeng lawan aku, jangan menjadi pengecut"


"Oh? yang pengecut bukannya kalian ya? menggunakan racun untuk membunuh kami, membawa 200 orang untuk membunuh 10 Orang" Kata Long Aoutian setelah sadar dari terkejutnya, ia baru sadar bahwa kekuatannya masih jauh dibawah Xiao Yun walau mereka di ranah yang sama.


Pendekar Cambuk Hitam menggertakan giginya setelah disebut pengecut oleh bocah berusia 14 Tahun, disisi lain Xiao Yun melihat dengan Mata Surgawi banyak anak buah Pendekar Cambuk Hitam yang memiliki Roh Beladiri bagus, itu membuatnya semakin semangat, karena ia bisa mengambil Roh Beladiri milik anak buah Pendekar Cambuk Hitam dengan Tehnik Pemurnian Jiwa miliknya.


Semua orang tau, Tehnik Pemurnian Jiwa adalah tehnik yang mengambil atau memberi Roh Beladiri seseorang, tetapi karena Peperangan Ratusan Tahun lalu Tehnik Pemurnian Jiwa kini sudah hilang.


Xiao Yun juga tau Pendekar Cambuk Hitam memiliki Roh Beladiri Kegelapan dan Panah berelemen Angin.


Roh Beladiri Kegelapan akan semakin kuat jika orang yang memiliki Roh Beladiri itu banyak membunuh Makhluk Hidup, mungkin itu alasan Pendekar Cambuk Hitam memilih menjadi Pembunuh Berdarah Dingin.


Karena Pendekar Cambuk Hitam masih diranah Kaisar Beladiri tahap Awal, Xiao Yun yakin masih bisa mengalahkannya. Xiao Yun menyuruh teman - temannya menghadapi anak buah Pendekar Cambuk Hitam yang tersisa 20 orang, karena banyak yang pingsan akibat Aura Pelindung.


"Baiklah mari selesaikan ini dengan cepat, aku ingin makan malam" kata Xiao Yun datar.


Long Aoutian dan yang lainnya mengeluarkan senjatanya masing masing lalu melesat dengan Ilmu Meringankan Tubuh milik mereka masing masing. Suara Dentingan Pedang terdengar dari segala sisi.


"Anak muda, akan ku bunuh kau secara perlahan" kata Pendekar Cambuk Hitam lalu meneriakan jurusnya.


"Cambuk Kegelapan - Mencari Tumbal" Teriak Pendekar Cambuk Hitam.


Xiao Yun membuka matanya, ia sadar bahwa ia meremehkan Pendekar Cambuk Hitam. Elemen Kegelapan dan Elemen Anginnya membuat serangan Pendekar Cambuk Hitam semakin cepat saat malam.


Xiao Yun telah menyadari serangan Cambuk dari lawannya itu mengarah Vertical ( Tegak Lurus ), Xiao Yun melompat kebelakang, tetapi karena lompatannya terlambat topeng yang Xiao Yun kenakan terbelah dua dan terjatuh.


Seketika suasana sunyi, saat itu banyak yang melihat pertarungan antara Pendekar Cambuk Hitam dan Xiao Yun, otomatis mereka melihat wajah tampan Xiao Yun.

__ADS_1


Xiao Yun memanfaatkan keterkejutan dari Pendekar Cambuk Hitam, ia tidak ingin mengambil resiko untuk bermain main karena saat ini nyawa teman temannya juga menjadi taruhan. Xiao Yun meneriakan jurus yang ia dapatkan dari Sekte Naga Langit.


"Naga Langit - Mengarumi Dunia"


Seketika Sebuah Energi berbentuk Naga muncul mengelilingi Pedang Orgine, Naga itu hanya sebesar gengaman orang dewasa tetapi Energi yang dikeluarkannya menyatu dengan Api dan Es Abadi, yang membuatnya terlihat semakin menakutkan.


Naga itu melesat menuju Pendekar Cambuk Hitam, Pendekar Cambuk Hitam yang sudah sadar dari terkejutannya langsung waspada dan membuat perisai yang terbuat dari Energi, Ia meneriakan jurus miliknya.


"Perisai Tengkorak Hitam"


Naga Langit milik Xiao Yun menabrak perisai yang dibuat Oleh Pendekar Cambuk Hitam.


Bommmm......


Dua Energi kuat bertabrakan satu sama lain, pepohonan dan bangunan disekitar taman mereka bertarung hancur, banyak orang terpental menabrak bangunan - bangunan tak terkecuali Long Aoutian dan yang lainnya.


Long Aoutian yang memiliki mental petarung, ia langsung memanfaatkan keterkejutan Pendekar Aliran Hitam untuk membunuh mereka secara diam - diam.


Dalam sekejap 200 Orang anak buah yang dibawa Pendekar Cambuk Hitam mati ditangan para Jenius Aliran Putih, Karena melihat banyak darah berceceran Yin Yue, Hong Mengshu, Lin Hua, dan Long Xia pingsan.


Mereka yang melihat itu, lalu membagi tugas, Xiao Yun akan membakar para mayat, dan mereka sisanya ada yang melaporkan ini kepada para Pemimpin Sekte juga Kaisar, dan sisanya membawa para gadis.


Xiao Yun sangat senang ia bisa mengambil Roh Beladiri dulu lalu kemudian membakarnya. Sekarang Xiao Yun memiliki 200 Lebih Roh Beladiri.


Sementara itu diruangan besar terlihat para lelaki sepuh sedang mengobrol dengan memasang muka serius, pintu ruangan itu terbuka membuat pembicaraan mereka terpotong.


"Hormat kepada Kaisar dan Para Ketua Sekte" Kata salah satu jendral sambil berlutut satu kaki kepada salau tau orang disana, itu adalah Kaisar Hong Lin.

__ADS_1


"Jendral, berita apa yang kau bawa sampai lupa mengetuk pintu?" kata Kaisar Hong Lin sambil memasang muka serius, melihat kelakuan Jendralnya ia rasa ada sesuatu yang serius.


"Maafkan saya Yang Mulia, ada salah satu Pendekar Aliran Hitam dengan julukan Pendekar Cambuk Hitam berhasil menyusup ke Istana, kini mereka sedang menyerang para Pendekar Muda di taman belakang Istana. Tapi...." Belum selesai Jendral itu berkata, para Ketua Sekte Besar dan Kaisar Hong Lin melesat menuju taman belakang istana.


( Flashback On )


Sebelumnya tabrakan kedua Energi milik Xiao Yun dan Pendekar Cambuk Hitam berhasil terdengar oleh salah satu Jendral yang melapor tadi. Tetapi sesampainya disana sang Jendral hanya melihat para Pendekar Muda sedang membantai para Aliran Hitam, setelah mengkonfirmasi bahwa suasana terkendali Jendral tersebut tergesa gesa menuju ke ruangan tempat rapat Kaisar Hong Lin dan Para Ketua Sekte - Sekte Besar.


( Flashback Off )


Sesampainya Kaisar Hong Lin dan yang lainnya disana mereka hanya meliat taman yang awalnya indah kini terlihat berantakan, tanaman tanaman dan bangunan disekitarnya hancur.


Lalu mereka melihat 5 Orang pemuda berusia 14 Tahun sedang berbicara, Lima Pemuda itu adalah Long Aoutian, Kang Jian, Hong Yan, Yin Long dan Lin Feng.


Kaisar Hong Lin yang tidak melihat putrinya lalu bertanya cemas kepada Hong Yan: "Yan'er mana adikmu?"


"Mengshu dan anak gadis lainnya masih pingsan dikamar, mungkin mereka trauma melihat darah berceceran" kata Hong Yan menenangkan ayahnya.


Ming An dan Jian Long yang tidak melihat Xiao Yun panik, Ming An bertanya dengan cemas: "Apa kalian melihat anakku? ia menggunakan topeng tadi?"


"Pemuda bertopeng, Ahh.... Maksud senior Xiao Yun? ia sedang istirahat, ia yang membuat kami bisa bertahan, ia juga yang memukul mundur Pendekar Cambuk Hitam, tenang saja senior Xiao Yun tidak apa apa, hanya kehabisan Energi" Jawab Long Aoutian. Hong Yan dan yang lainnya mengangguk lalu menceritakan pertempuran yang menurut mereka seru tadi.


Para Senior disana sekarang tau basis Kultivasi Xiao Yun dan Long Aoutian yang awalnya mereka sembunyikan, itu membuat banyak dari mereka yang memuji para jenius muda ini.


Disisi lain Xiao Yun sedang menyerap Roh Beladiri yang ia dapatkan tadi, setelah menyerap Roh Beladirinya semakin kuat, kini juga memiliki Elemen Kegelapan, dan sangat kuat karena Xiao Yun sering kali membunuh. Kini Xiao Yun memiliki Roh Beladiri Panah Orgine, itu membuatnya semakin semangat, jika serangan jarak jauh ia bisa menggunakan Panah Orgine miliknya.


Xiao Yun juga mengolah Aura Pembunuh yang ia dapatkan menjadi Aura Pelindung, membuat Aura Pelindung kini Sangat Kuat, Xiao Yun juga merasakan bahwa dirinya seperti memakai Zirah Perang yang melindunginya dari serangan serangan.

__ADS_1


Pintu Kamar Xiao Yun ada yang mengetuk, saat ia membukannya ia terkejut....


__ADS_2