Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Penghancur Bintang: Perjodohan? - Perpustakaan Sejuta Naga


__ADS_3

"Ahhh......" Teriak wanita bertopeng yang ditabrak Xiao Yun, Xiao Yun menyadari bahwa kali ini ia yang salah, Xiao Yun berkata: "Ahh....Maafkan aku, aku tak sengaja"


"Tidak apa apa" kata wanita bertopeng itu, setelah itu Xiao Yun berjalan ke arah gerbang sekte, tetapi sebelum Xiao Yun ingin pergi menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh, seseorang memanggilnya: "Xiao Yun?".


Xiao Yun berbalik, ia menemukan seseorang yang tadi ditabraknya. Xiao Yun bertanya datar: "Mengapa kau mengetahui namaku?"


"Namaku Jian Ruyan, Aku cucu dari Ketua Sekte. Kau mengambil misi membunuh siluman bukan?, mari kita pergi bersama" kata Jian Ruyan dibalik topengnya, mendengar nama Jian Ruyan Xiao Yun merasa bernostalgia.


Setelah berpikir cukup lama, Xiao Yun akhirnya menyutujui bahwa Jian Ruyan pergi dengannya, mereka melesat menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh masing - masing.


Xiao Yun bertanya kepada Jian Ruyan: "Jian Ruyan, apakau jarang keluar rumah? aku tidak tau Ketua Sekte memiliki cucu perempuan"


"Ya, memang aku tak pernah keluar rumah karena melakukan Kultivasi tertutup, jadi orang orang tak mengetahui keberadaanku" Kata Jian Ruyan datar. Setelah sampai di Hutan terlarang Xiao Yun dengan ganasnya membunuh para siluman, Xiao Yun menggunakan jurus jurus yang ia buat membuat Jian Ruyan bertanya tanya jurus mematikan Xiao Yun.


"Sudah larut malam, apakau tidak merasa lelah?" Tanya Jian Ruyan sambil terengah engah, Xiao Yun tersenyum dibalik topengnya lalu berkata: "Sepertinya kau sudah merasa lelah, baiklah mari kita cari tempat beristirahat


Xiao Yun dan Jian Ruyan menemukan sebuah gua yang tak jauh dari mereka, sesampainya di gua Xiao Yun membuat api unggun, Xiao Yun bertanya kepada Jian Ruyan: "Ruyan, apakau tidak merasa aneh?, kita berduaan di gua sepi tengah malam"


"Tidak apa, lagian aku tunanganmu" kata Jian Ruyan singkat. Perkataan singkat itu membuat Xiao Yun yang sedang makan tersedak, Xiao Yun bertanya: "Apa maksudmu?". Jian Ruyan kemudian menjelaskan.


Dari penjelasan Jian Ruyan, Xiao Yun mengetahui bahwa sejak dulu Ming An dan Jian Long sudah membuat perjanjian dan pertunangan. Xiao Yun bertanya kepada Jian Ruyan: "Bagaimana tanggapanmu tentang pertunangan kita?"

__ADS_1


"Entahlah, aku juga ingin mengukir nama di dunia persilatan dulu, baru aku akan menikah. Kalau menurutmu bagaimana?" Jian Ruyan balik bertanya kepada Xiao Yun, Xiao Yun menjawab: "Aku juga ingin menjadi kuat dulu agar bisa menjaga keluargaku nanti"


Xiao Yun juga berpikir tidak ada salahnya ia membuat keluarga sendiri dikehidupan yang sekarang, tetapi ia ingin menjadi kuat terlebih dahulu agar ia bisa menjaga keluarganya.


Sehari telah berlalu, kini pagi sudah tiba. Jian Ruyan tidur dengan menyandar di bahu Xiao Yun, sejak pembicaraan kemarin Jian Ruyan dan Xiao Yun menjadi semakin dekat.


Xiao Yun yang sudah bangun lebih awal, ia melihat Jian Ruyan tidur dengan menggunakan topeng, tangan Xiao Yun tidak tahan untuk membuka topeng Jian Ruyan. Saat Xiao Yun membuka topeng Jian Ruyan, wajah yang sangat cantik, warna kulit seputih Bunga lily, bibir merah muda.


Jian Ruyan bangun dari tidurnya, saat bangun ia tersadar ia tidak menggunakan topeng, Jian Ruyan bertanya: "Mengapa kau membuka topengku?", Xiao Yun membuka mata birunya.


"Aku hanya ingin melihat wajah tunanganku" Kata Xiao Yun tersenyum dibalik topengnya, perkataan Xiao Yun membuat muka Jian Ruyan memerah, Jian Ruyan berkata: "Kalau begitu akan ku buka topengmu". Jian Ruyan membuka topeng Xiao Yun, wajah tampan Xiao Yun terpampang jelas, karena jarak yang dekat membuat jantung Jian Ruyan berdetak kencang.


"Kan aku tunanganmu, sudahlah mari kita berburu Siluman" Kata Xiao Yun sambil tersenyum.


1 Bulan telah belalu sejak Xiap Yun meninggalkan Sektenya, Xiao Yun sudah membunuh banyak selali Siluman, tetapi alasan para Siluman menjadi ganas, Xiao Yun masih belum mengetaui alasannya.


"Kakak Yun, sudah sebulan sejak kita keluar Sekte, mari kita pulang" kata Jian Ruyan, sudah sebulan mereka bersama tentu saja hubungan mereka semakin dekat bahkan semakin intim.


"Ya, mari kita pulang, sepertinya jumlah para siluman sudah mengurang banyak" Jawab Xiao Yun, mereka melesat menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh mereka masing masing.


Sesampainya di gerbang Sekte, Xiao Yun dan Jian Ruyan lalu menuju ke Aula Misi, sesampainya di Aula Misi Xiao Yun melihat penjaga Aula Misi lalu memberi hormat: "Selamat siang tetua, murid ingin menyerahkan misi dan mendaftarkan kepulangan misi". Xiao Yun lalu memberi tau nama dan misi yang diambilnya kepada Tetua Aula Misi.

__ADS_1


"Hmmmm......Namamu Xiao Yun? baiklah, mana kalung penghitung jumlah siluman yang kau bawa?" Tanya Tetua Aula Misi, Xiao Yun memberi kalung tersebut, Tetua Aula Misi lalu menyimpan kalung tersebut disebuah tempat khusus, lalu muncul tulisan : 1.268.589 POIN


Xiao Yun memang berhasil membunuh 1 Siluman berusia 1 Juta tahun, 268 berusia 1000 tahun, 589 berusia 100 tahun. Hal itu membuat Tetua Aula Misi dan yang ada disana terkejut tak terkecuali Jian Ruyan, Tetua Aula Misi bertanya: "Apa..Apakau benar membunuh semuanya?"


"Ya, apa ada yang salah tetua?" Tanya Xiao Yun, sebenarnya Xiao Yun sudah mengetahui hal ini akan terjadi, tetapi ia tidak mempedulikan hal ini. Tetua itu berkata dengan gugup: "Ah...tidak tidak, ini Poin mu, kau bisa tukar dengan Sumber daya, Koin Emas, Senjata, Jurus jurus, atau yang lainnya"


Xiao Yun mengangguk lalu berjalan menuju rumahnya, sesampainya ia disana ia melihat Ming An sedang berlatih, Xiao Yun menghampiri Ming An bertanya: "Ayah, sebulan yang lalu aku bertemu gadis bernama Jian Ruyan, ia bilang aku adalah tunangannya, apakah itu benar ayah?" Ming An menghentikan latihannya lalu menatap Xiao Yun sambil mengangguk.


"Ya benar, saat itu kau masih kecil untuk mengetahui hal ini, tetapi sekarang kau sudah berhak tau, apakah ada masalah?" Tanya Ming An, Xiao Yun menggelengkan kepala lalu berkata: "Tidak ada, kalau begitu Yun'er mau istirahat dulu didalam".


Xiao Yun memasuki kamarnya dan beristirahat, keesokan paginya Xiao Yun dan Ming An sarapan bersama, setelah sarapan Min An berkata: "Yun'er, apa kau benar membunuh banyak siluman?"


"Ya, apakah ada masalah ayah?" Tanya Xiao Yun datar, Ming An menjawab: "Tidak ada, hanya saja di Sekte banyak orang yang membicarakanmu"


Xiao Yun mengerutkan dahinya lalu bertanya kepada Ming An: "Ayah, menurut Ayah Poin yang kumiliki sebaiknya ditukar dengan apa?"


"Sebaiknya kau memasuki Perpustakaan Sejuta Naga" Kata Ming An, Ming An kemudian menjelaskan Perpustakaan Sejuta Naga.


Dari Penjelasan Ming An, Xiao Yun mengetahui Perpustakaan Sejuta Naga adalah perpustakaan yang menyimpan kitab - kitab, tetapi bukan orang yang menentukan kitab kitab, melainkan kitab kitab yang menentukan siapa yang berhak mempelajarinya.


Setelah berpikir cukup lama, Xiao Yun menyetujui ia akan menukarkan poin sebagai tiket masuk ke Perpustakaan Sejuta Naga, Xiao Yun juga penasaran Kitab apa yang akan ia dapat dari Perpustakaan Sejuta Naga.

__ADS_1


__ADS_2