Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Persiapan dan Perjalanan


__ADS_3

Setelah sampai di Istana Kekaisaran Hong, Xiao Yun menuju kamar kemudian ia memasuki Cincin Ruang. Ia berniat berlatih Ilmu Ilusi dari Kitab kematian dan Seruling Kematian, Xiao Yun juga mencoba menaikkan Kultivasinya.


1 Tahun Xiao Yun di Cincin Ruang berarti 12 Jam di Dunia luar, dibantu dengan Sumber Daya di Cincin Ruang, Xiao Yun berhasil memasuki Pendekar Raja Awal, walau begitu Xiao Yun yakin bisa mengalahkan Pendekar Abadi jika ia serius.


Xiao Yun menemukan bahwa kenaikan Kultivasinya melambat karena Roh Beladirinya yang sangat kuat.


Dikehidupan yang sekarang Xiao Yun berniat untuk tidak terlalu dalam menyampuri urusan duniawi, ia hanya akan berniat menggunakan kekuatan Pendekar Bergelar tahap Menengah saat dimedan perang nanti.


Xiao Yun juga telah mempelajari dan mengontrol kekuatan dari Seruling Kematian, ia juga telah mempelajari Kitab Kematian dengan sempurna.


Xiao Yun kini tau bahwa Kitab Kematian memiliki jurus Ilusi yang mematikan, Ilusi itu bisa membuat musuh saling berperang tanpa mengetahui mana kawan mana lawan.


Xiao Yun juga tau bahwa Seruling Kematian bisa membuat orang yang mendengarnya mati karena Organ dalam yang meledak atau membusuk.


Itu membuat Xiao Yun bergidik ngeri karena itu ia harus bisa mengontrol kekuatan tersembunyi dari Seruling Kematian, atau itu akan menjadi Bumerang tersendiri.


Xiao Yun keluar dari Cincin Ruang, Xiao Yun dengan cepat mengontrol kultivasinya ke Pendekar Bergelar tahap Menengah, ia lalu membersihkan dirinya kemudian berbaring ditempat tidur.


Tak lama kemudian Ming An mengetuk pintu kamar Xiao Yun sambil berkata: "Yun'er persiapkan dirimu, dan mari sarapan bersama"


Setelah Xiao Yun mandi, ia menuju tempat makan anggota Kekaisaran, sudah banyak orang disana, teman - teman Xiao Yun memasang Ekspresi yang rumit, Xiao Yun menemukan bahwa kultivasi teman temannya meningkat walau sedikit.


Hong Yan, Lin Feng, Yin Long, dan Kang Jian, mereka yang awalnya hanya Pendekar Ahli Menengah kini Pendekar Ahli Akhir. Sedangkan Hong Mengshu, Lin Hua, Yin Yue, dan Long Xia, mereka awalnya hanya Pendekar Kelas 1 kini Pendekar Ahli Awal. Dan Long Aoutian awalnya hanya Pendekar Bergelar Awal kini menjadi Pendekar Bergelar Menengah sama dengan Xiao Yun yang menutupi Kultivasinya.


Setelah mereka makan mereka berpamitan kepada semua orang, Xiao Yun dan teman - temannya berangkat menggunakan kereta kuda. Mereka pergi bersama seorang Jendral Kekaisaran Hong, yaitu Jendral Ken Dai.


Xiao Yun bertanya dengan datar kepada Jendral Ken Dai: "Jendral bagaimana keadaan dimedan perang yang akan kita tuju?"


"Hahhhh....Sebenarnya medan perang yang kalian tuju adalah medan perang Area Ke 2, artinya medan perang para pendekar muda" kata Jendral Ken Dai. Perkataan itu membuat Xiao Yun mengertukan dahi nya, ia berfikir sejak kapan medan perang dibatasi oleh Usia.


Lalu Jendral Ken Dai berkata sambil mengeluarkan peta: "Medan Perang Area Ke 2 terletak di dekat banyak desa, karena itu para Pendekar Muda Aliran Hitam sering sekali mengambil banyak keuntungan dari desa - desa tersebut, seperti mengambil gadis untuk dimanfaatkan, mengambil makanan untuk kebutuhan perang, Dll...


...Hal itu juga yang membuat peperangan pecah, total ada 4 kelompok di medan perang ini, Kelompok pertama dipimpin oleh Jenius Muda Sekte Naga Langit, Kelompok kedua dipimpin oleh Jenius Muda Sekte Kuil Lonceng Emas, Ketiga dipimpin oleh Jenius Muda Sekte Gunung Bunga Persik, dan Keempat dipimpin oleh Jenius Muda Sekte Pulau Es" Kata Jendral Ken Dai.

__ADS_1


Jendral Ken Dai lalu mengeluarkan bola, lalu berkata lagi: "Kalian harus mengetes kebola ini untuk mengambil kelompok mana yang akan kalian ambil"


Long Aoutian mendapatkan nomor 1


Long Xia mendapatkan nomor 1


Hong Mengshu mendapatkan nomor 1


Hong Yan mendapatkan nomor 3


Yin Long mendapatkan nomor 3


Kang Jian mendapatkan nomor 2


Lin Feng mendapatkan nomor 2


Lin Hua mendapatkan nomor 3


Xiao Yun mendapatoan nomor 4


Xiao Yun bertanya kepada Jendral Ken Dai: "Jendral bagaimana sikap kememimpinan dari pemimpin kelompok 4?"


"Ketika kau melihatnya, kau akan seperti melihat Dewi Perang" kata Jendral Ken Dai sambil tertawa. Setelah Jendral Ken Dai mengantar yang lainnya kekelompok masing masing, kini tinggal Xiao Yun dan Yin Yue dikereta kuda, raut wajah Jendral Ken Dai berubah, lalu Jendral Kendai Berkata serius: "Kalian harus hati - hati, kali ini lawan kelompok 4 sangat licik, kelompok 4 harus berhadapan dengan Anggota Kalajengking Merah"


"Anggota Kalajengking Merah? bukankah mereka ahli dalam perampokan dan penculikan? mengapa mereka ikut berperang bersama Aliran Hitam lainnya?" Tanya Yin Yue dengan datar.


Jendral Ken Dai menghela nafas dan berkata: "Itu yang masih kami cari tau"


Indra Pendengaran Xiao Yun yang tinggi, ia mendengar ada pertempuran yang tak jauh dari tempat ia berada, Xiao Yun berkata kepada Jendral Ken Dai: "Jendral aku ingin buang air kecil, kalian lanjutkan saja perjalanan, karena sudah sangat dekat dengan markas kelompok 4"


Jendral Ken Dai mengiakan Xiao Yun dan memberi peta, sebenarnya Xiao Yun sudah menghapalnya tetapi ia tidak ingin berdebat lagi.


Xiao Yun keluar dari kereta kuda dan berlari dengan Ilmu Meringankan Tubuh miliknya, sesampainya di Hutan Xiao Yun melihat sebuah kelompok mengelilingi seorang wanita.

__ADS_1


Pemimpin kelompok itu berteriak: "Hahaha....Nona Yin Hua, mari ikut kita bermain - main sebentar, kami janji akan memuaskanmu malam ini"


"Jangan harap aku akan menyerahkan diriku kepada orang kotor kekalian tanpa perlawanan" kata Yin Hua datar, kini tubuh Yin Hua sudah dipenuhi luka - luka, baju Yin Hua juga banyak yang sobek akibat goresan pedang, membuat tubuh indah Yin Hua terlihat.


Saat Pemimpin Kelompok itu ingin berjalan menuju Yin Hua, terdengar Alunan Indah dari Seruling Kematian, Alunan indah itu berubah menjadi mencekam, kelompok yang dipimpin pria itu tiba tiba menyerang satu sama lain tanpa memedulikan bahwa mereka adalah kawan.


Yin Hua yang melihat itu bergidik ngeri, ia tau dengan jelas bahwa kejadian ini dikarenakan alunan indah seruling tersebut.


Xiao Yun berjalan pelan kearah Yin Hua dengan tanggan kanan memegang seruling, Yin Hua yang melihat ia disampiri pemuda bertopeng ia hanya bisa berdiam karena ia tidak memiliki tenaga lagi.


Xiao Yun menggendong Yin Hua lalu melesat menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh miliknya ke arah gua, untuk mengobati luka luka Yin Hua.Tetapi saat dijalan Yin Hua pingsan kerena kehabisan darah.


Setelah sampai di Gua, Xiao Yun membuka baju Yin Hua secara perlahan, melihat keindahan didepannya Xiao Yun tak bisa berkedip, bagaimanapun Xiao Yun adalah lelaki normal.


Saat Xiao Yun mengobati luka Yin Hua diarea tertentu membuat muka Xiao Yun memerah, setelah itu Xiao Yun mengambil baju dari Cincin Ruangnya dan memakaikannya ke Yin Hua.


Berkat Pil dan obat yang Xiao Yun berikan, Yin Hua sadar setelah 1 jam pingsan. Saat ia bangun ia melihat lelaki tampan yang sedang membakar Ayam, membuat perut Yin Hua berbunyi, saat ia melihat perutnya ia baru sadar bahwa pakaiannya berbeda dengan yang ia pakai tadi.


Yin Hua menangis lalu bertanya kepada Xiao Yun: "Apa yang kau lakukan kepadaku?"


"Apa yang kau pikirkan? Aku hanya mengobati luka lukamu, kalau aku melakukan yang tidak tidak bukankah seharusnya kau sudah mati?" Kata Xiao Yun datar.


Yin Hua berpikir lalu berhenti menangis ia pikir perkataan Xiao Yun ada benarnya, lalu Yin Hua bertanya dengan muka memerah: "Apakau melihat tubuhku?"


Xiao Yun mengangguk, angukan Xiao Yun membuat muka Yin Hua semakin memerah, Xiao Yun berkata sambil menunjuk Pedang Pusaka Tinggkat Bumi miliknya: "Aku lihat pedangmu hancur, sebagai permintaan maafku aku serahkan pedang itu untukmu, sepertinya pedang itu cocok denganmu yang memiliki Elemen Es"


"Tapi....Tapi Pedangmu adalah Pedang Pusaka Tingkat Bumi, itu terlalu mahal untuku" memang benar pedang Yin Hua yang patah hanya Pedang Kelas 1.


Xiao Yun tersenyum lalu berkata: "Tetapi aku ingin memberimu pedang itu, kalau kita bertemu lagi aku pasti akan mendapatkan kamu untukku jadikan tunangan"


Xiao Yun meninggalkan Yin Hua dengan pedang dan ayam, setelah berpamitan kepada Yin Hua ia lalu melesat pergi untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Kelompok 4.


Sedangkan Yin Hua sedang senyum - senyum sendiri sambil melirik Ayam dan Pedang yang ditinggalkan Xiao Yun, muka Yin Hua berubah ia berkata dengan kesal: "cihh...ia bahkan tidak memberitauku namanya"

__ADS_1


__ADS_2