
Xiao Yun melesat menuju markas kelompok 4, sesampainya disana Xiao Yun langsung mencari Jendral Ken Dai dan Yin Yue.
Jendral Ken Dai bertanya kepada Xiao Yun: "Dari mana saja kau?, untung saja pemimpin kelompok 4 belum datang"
Xiao Yun tertawa lalu menjawab: "tadi ada sedikit masalah"
Tak lama kemudian seorang wanita menghampiri mereka, lalu wanita itu berkata: "Jendral, Pemimpin sudah ada, mari ikuti saya"
Xiao Yun, Yin Yue dan Jendral Ken Dai mengikuti wanita tersebut sampai disebuah tenda, Xiao Yun dan yang lainnya memasuki tenda tersebut, lalu tatapan Xiao Yun terpaku ia jelas mengingat wanita yang di depannya adalah Yin Hua.
Yin Hua juga menatap Xiao Yun dengan terkejut, tatapan mereka bertemu satu sama lain, membuat jantung mereka berdetak kencang.
"Pemimpin, ini Jendral Ken Dai, orang yang akan menggantikanmu" kata Wanita itu memecah keheningan.
Yin Hua tersadar lalu berkata dengan pipi memerah: "Ah Jendral mari kita berbincang sambil duduk"
Setelah menyimak percakapan antara Jendral Ken Dai dan Yin Hua, Xiao Yun mengetahui bahwa setiap Kelompok, pemimpinnya akan diganti oleh Jendral - Jendral Pilihan, karena musuh yang Area 2 hadapi lebih berbahaya daripada dulu.
"Sejauh ini musuh yang kita hadapi berada diranah apa" tanya Xiao Yun yang dari tadi diam.
"Dari Informasi yang kami dapat, paling tinggi di ranah pendekar bergelar puncak, tetapi sepertinya musuh masih menyimpan kartu as mereka" kata Yin Hua sambil menghela nafas.
Tak Lama kemudian pintu di tenda terbuka, seorang lelaki masuk dengan tergesa gesa lalu berkata: "Maaf pemimpin, ada yang ingin saya laporkan"
"Ada apa?" kata Yin Hua datar, ia jelas tau bahwa ada yang salah.
"Musuh sedang mengepung kota yang jaraknya cukup jauh dari sini, saya menduga mereka ingin mengambil manfaat dari kota tersebut"
kata lelaki itu melaporkan.
Xiao Yun dan yang lainnya mengerutkan dahi, mereka tidak menyangka Aliran Hitam berani berbuat secepat ini, Xiao Yun bertanya: "Berapa jumlah mereka?"
__ADS_1
"Sekitar 300 Orang dengan ranah Pendekar Ahli Puncak, kami tidak bisa mengirim pasukan karena jarak yang cukup jauh, mungkin kalau kita mengirim pasukan hanya akan sia sia karena kita tidak memiliki waktu" kata pelapor tersebut.
Xiao Yun dan Yin Hua bertatapan, mereka langsung tau apa maksud masing masing. Xiao Yun berkata kepada Jendral Ken Dai: "Jendral, aku dan Yin Hua akan kesana terlebih dahulu"
"Hahh....Aku tidak punya pilihan selain mengirim kalian karena disini tidak ada yang sehebat kalian, kalian hanya harus mengulur waktu saja, sampai pasukan bantuan tiba" Kata Jendral Ken Dai menghela nafas.
Xiao Yun dan Yin Hua Bersiap - siap sebelum pergi untuk berperang, Xiao Yun kini didepan tenda Yin Hua menunggu Yin Hua bersiap siap.
Tak lama kemudian Yin Hua keluar dari tendannya dengan pakaian hitam ketat, membuat lekukan ditubuhnya semakin terlihat, Xiao Yun hanya bisa menelan ludah melihat keindahan didepannya.
Xiao Yun dan Yin Hua kini sedang menuju Kota Shui, Kota Shui adalah salah satu kota di Kekaisaran Hong, Kota Shui dipenuhi oleh para pedagang, mungkin itu juga alasan Aliran Hitam menyerang Kota Shui.
"Apa kau punya cara untuk menghadapi musuh? bagaimanapun kita hanya berdua sedangkan musuh berjumlah ratusan" kata Yin Hua serius, yang membuatnya benar benar seperti dewi perang.
Melihat muka serius Yin Hua membuat Xiao Yun tertawa, ia berkata dengan menggoda: "Hua'er apakau tidak percaya dengan kekuatan kekasih mu ini?"
Muka Yin Hua langsung memerah, kini Yin Hua berada di Pendekar Bergelar Tahap Menengah dan berusia 14 Tahun, walau begitu Yin Hua memiliki pikiran dan mental orang dewasa karena itu ia dipilih menjadi pemimpin kelompok 4.
Memang Area 2 itu diisi oleh Pendekar Muda diumur 12 - 16 Tahunan.
Sesampainya Xiao Yun didepan gerbang kota ia melihat para warga dan pedagang sedang berusaha melawan dengan sekuat tenaga, berkat kerjasama itu membuat Pendekar Muda Aliran Hitam tidak bisa menerobos masuk ke kota.
Yin Hua dan Xiao Yun saling bertatap tatapan, Xiao Yun lalu mengerluarkan Seruling Kematian lalu berteriak pelan
"Seruling Kematian - Menuju Ke Neraka"
Xiao Yun mengeluarkan Elemen Kegelapan juga ke Seruling Kematian yang membuat ilusi dari Seruling Kematian semakin kuat.
Nada yang indah berhasil menarik perhatian para Pendekar Muda Aliran Hitam dan para warga yang sedang berada di tembok pertahanan. Pendekar Aliran Hitam menatap Yin Hua dengan tatapan mesum, tetapi tatapan itu hanya sebentar sebelum ilusi dari Seruling Kemarian mulai bekerja, banyak pendekar Aliran Hitam bertarung dengan ganas satu sama lain. Membuat para penduduk dan pedagang bertanya tanya.
Yin Hua tak mau bermain - main ia langsung mengeluarkan pedang pemberian Xiao Yun, dengan indah tetapi mematikan ia bergerak seperti air mengalir. Elemen Es yang Yin Hua kelurkan berhasil membuat para pendekar Aliran Hitam mati membeku.
__ADS_1
Xiao Yun tak ingin Yin Hua menjadi seseorang yang haus darah, Xiao Yun berhenti memainkan jurus miliknya, dan membuat Pendekar Muda Aliran Hitam sadar kembali.
Walau berhasil sadar tetapi luka yang mereka terima tidak sedikit, mereka merima luka fisik juga mental karena membunuh teman sendiri.
Xiao Yun mulai mengeluarkan Pedang Pusaka Langit yang ia beli di Asosiasi Bulan Perak, Pedang itu ia berinama Pedang Api. Pedang Api mulai mengeluarkan Aura yang panas, Aura Es milik Yin Hua dan Panas milik Xiao Yun membuat nyali para Pendekar Aliran Hitam menciut.
Xiao Yun mulai menebas satu persatu musuhnya, musuh yang terkena tebasan Xiao Yun langsung mati menjadi abu, sampai suara menggema disegala arah.
"BOCAH!! BERANI SEKALI KAU MEMBANTAI PASUKANKU!?" teriak seorang pemuda yang mengeluarkan Aura Pembunuh yang kuat, Aura Pembunuh itu membuat Yin Hua juga tertindas. Xiao Yun mau tak mau harus mengeluarkan Aura Pelindung miliknya.
Swosssssss
Aura Pembunuh itu hilang kini digantikan dengan Aura yang sangat mendominasi, bahkan para warga dan pedagang yang jaraknya cukup jauh merasakan.
"Kau begitu bangga dengan Aura Pembunuhmu yang tak seberapa itu, tapi siapakau?" kata Xiao Yun dengan nada mengejek.
Pemuda itu melirik Yin Hua dan berkata dengan nada mesum: "Serahkan wanita disampingmu, aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit. Namaku Roucen, seorang jenius Aliran Hitam dengan julukan Tengkorak Hitam"
Mendengar julukan 'Tengkorak Hitam' membuat kaki Yin Hua bergetar hebat, Xiao Yun bertanya kepada Yin Hua: "Ada apa Hua'er?"
"Kakak Yun, Tengkorak Hitam adalah julukan seorang jenius aliran hitam, ia mengkultivasikan teknik kutivasi iblis dengan menjadikan para wanita tungkunya. Saat aku hampir mati dan diselamatkanmu orang - orang yang mengepungku adalah bawahan dia" Kata Yin Hua dengan nada khawatir.
Xiao Yun terkejut dengan perkataan Yin Hua, yang membuatnya terkejut bukan karena kejamnya 'Pendekar Tengkorak Hitam' tetapi karena Yin Hua memangilnya kakak ( / Gege \= Panggilan sayang ).
Xiao Yun melirik Tengkorak Hitam lalu berkata dengan tertawa: "Aku dulu dijuluki Bintang Penghancur oleh orang terdekatku, aku seringkali menghancurkan setiap orang yang menghalangi langkahku" Kata Kata Xiao Yun menggunakan tenaga dalam membuat para warga dan pedagang mendengar.
"Bintang Penghancur? aku belum pernah dengan namamu itu" kata Tengkorak Hitam mencibir.
"Jelas tidak ada yang tau karena semua yang mengalangi langkahku mati, jadi tidak ada yang mengetahui kebenarannya. Kau tau Pendekar Cambuk Hitam? dia mati ditanganku" Xiao Yun berkata sambil mengeluarkan Cambuk milik Pendekar Cambuk Hitam.
Xiao Yun yang berbicara menggunakan tenaga dalam, membuat perkataan itu didengar oleh para warga dan pedagang, para warga dan pedagang sudah mengetahui kabar tentang Pendekar Cambuk Hitam mati ditangan salah seorang jenius sekte aliran putih.
__ADS_1
Kini Tengkorak Hitam yang terdiam, sesama aliran hitam jelas ia tau nama besar dan kekuatan Pendekar Cambuk Hitam.
Yin Hua juga menatap Xiao Yun tak percaya.