
Xiao Yun memiliki ide gila yaitu untuk menyatukan Ilmu Pedang 72 Dewa dan Iblis dengan Ilmu Pedang 72 Iblis dan Dewa. Xiao Yun masih menyatukan antara 2 kitab itu, karena jarak antara Sekte Naga Langit dan Sekte Pulau Es cukup jauh, Xiao Yun bisa leluasa menyatukan 2 kitab itu tanpa takut kehabisan waktu.
Entah berapa lama Xiao Yun menyatukan Dua Kitab itu, Xiao Yun akhirnya berhasil membuat Ilmu Pedang 36 DewaIblis. Ilmu Pedang 36 DewaIblis adalah ilmu pedang yang menggambarkan seorang raja yang kejam kepada musuh musuhnya, mengagumkan dan menakutkan.
Xiao Yun akhirnya membuka matanya dengan senyum gembira dibalik topengnya. Tak lama kemudian udara disekitar menjadi dingin menandakan bahwa mereka sudah dekat di Pulau Es. Jian Long berkata dengan nada kesal: "Inilah alasanku malas ke Sekte Pulau Es"
Tak lama kemudian mereka melihat sebuah Pulau yang dihuni banyak orang, Elang Paruh Emas mendarat ditengah tengah lapangan kosong, Jian Long berkata: "Marikita masuk"
Xiao Yun dan yang lainnya kemudian berjalan menuju gerbang masuk Sekte Pulau Es, setelah
menunjukan Identitas Sekte Naga Langit, mereka mendapatkan izin untuk memasuki Sekte Pulau Es, merekapun diantar kesebuah ruangan yang disediakan untuk beristirahat oleh Sekte Pulau Es.
"Bocah, aku merasa ada sebuah bintang dipulau ini, sepertinya jenis Es Bintang. Sepertinya ini juga alasan Ketua Sekte Pulau Es menderita penyakit aneh. Aku menduga bahwa semua aliran darahnya membeku karena ia terlalu dekat dengan Es Bintang" kata Lin Yun'er dari dalam kepala Xiao Yun.
Xiao Yun bertanya dalam hati dengan polos: "Yun'er apa kau bisa merasakan Es Bintang?, kalau aku mengambil Es Bintang akankah pulau ini menjadi meleleh?"
"Tidak, sepertinya jika kau mengambil Es Bintang, energi es yang ada di pulau ini tidak akan berpengaruh sama sekalipun. karena pulau ini murni pulau yang terbuat dari es abadi jadi tidak akan meleleh. Mungkin hal itu juga yang menarik Es Bintang jatuh ke pulau ini" Kata Lin Yun'er dari kepala Xiao Yun.
"Baiklah mari menunggu tengah malam" kata Xiao Yun dalam hati kepada Lin Yun'er.
Tak lama kemudian ketukan pintu terdengar, Xiao Yun membuka pintunya dan melihat Yin Yue sedang berdiri di depan pintu. Yin Yue menyapa Xiao Yun: "Hai kakak Yun"
Xiao Yun terkejut karena merasakan Yin Yue sudah berada di Pendekar Raja Menengah, Xiao Yun mengelus rambut Yin Yue, yang membuat muka gadis itu memerah, Xiao Yun berkata: "Kita hanya belum bertemu beberapa bulan tetapi kau sudah semakin kuat"
__ADS_1
"Aku masih belum sekuat kakak Yun, kak bagaimana kalau aku menemanimu keliling Sekte Pulau Es?" tanya Yin Yue, Xiao Yun berpikir bahwa tidak ada salahnya menghapal peta dari Sekte Pulau Es sebelum beraksi saat malam hari. Xiao Yun kemudian mengetujui hal itu.
Xiao Yun dan Yin Yue berjalan jalan di Sekte Pulau Es, mereka menarik perhatian banyak orang karena kecantikan Yin Yue dan ke misteriusan Xiao Yun yang mengenakan topeng.
Xiao Yun menyeringai dibalik topengnya ia merasa ada yang mengikutinya, ia juga merasa tiga orang itu meluarkan aura kesal yang ditujukan pada Yin Yue, tiga orang itu adalah Jian Ruyan, Yin Hua dan Feng Xia.
Xiao Yun dan Yin Yue berjalan hingga larut sore, Xiao Yun yang melihat Yin Yue kelelahan langsung memberinya air minum dan menyuruhnya beristirahat sebelum perjalanan pulang, perhatian yang diberikan Xiao Yun kepada Yin Yue juga dilihat oleh Jian Ruyan, Yin Hua, dan Feng Xia hal itu membuat mereka kesal.
"Yue'er mari kita pulang, sudah hampir malam" kata Xiao Yun sambil tersenyum dibalik topengnya, Yin Yue berkata dengan sedih: "baiklah"
Xiao Yun lalu mengantar Yin Yue pulang lalu ia menuju ke tempat tinggalnya, sesampainya diruangan yang disediakan oleh Sekte Pulau Es, Xiao Yun melihat Ming An, Jian Long, Jian Hu. Jian Long bertanya: "Bocah dimana cucu perempuanku?"
"Entahlah, aku tadi jalan jalan di Sekte Pulau Es bersama seorang teman" kata Xiao Yun, perkataan itu membuat semuanya panik tentang keberadaan Jian Ruyan, tetapi tak lama kemudian mereka merasakan Aura Jian Ruyan mendekat, Jian Ruyan membuka pintu ruangan itu dan memasuki ruangan dengan muka kesal sekaligus sedih.
"Yan'er dari mana saja kau?" tanya Jian Long kepada Jian Ruyan. Jian Ruyan melirik kakeknya dengan lesu lalu menjawab: "Aku habis latihan tadi, jadi aku merasa sedikit capek"
Xiao Yun meminta izin untuk beristirahat, setelah mendapatkan izin Xiao Yun masuk ke kamarnya dan membersihkan diri sambil menunggu larut malam.
Setelah larut malam, Xiao Yun keluar kamarnya menggunakan Elemen Kegelapan yang membuatnya transparan, Xiao Yun berjalan menuju arah yang di tunjuk oleh Lin Yun'er. Setelah berjalan cukup lama Xiao Yun akhirnya sampai disebuah lembah, lembah itu mengeluarkan Aura yang sangat dingin.
Xiao Yun melompat menuju ke lembah itu, setelah cukup lama, Xiao Yun akhirnya sampai didasar lembah itu Xiao Yun juga melihat sebuah bintang berwarna biru muda yang mengeluarkan Aura Es yang kuat, Xiao Yun perlahan lahan berjalan menuju ke bintang itu, Xiao Yun kemudian memegang dan menyerap Bintang itu, setelah sehari Xiao Yun menyerap Aura Es dan Bintang Es, Xiao Yun membuka matanya, ia merasa dirinya semakin kuat begitu pula juga Elemen Es pada dirinya.
Xiao Yun berjalan keluar dari lembah, ia menuju ke tempat ia tinggal, disana ia melihat Ming An, Jian Long, Jian Hu, dan Jian Ruyan sedang cemas. Xiao Yun bertanya: "Ayah, mengapa kau terlihat cemas"
__ADS_1
"Yun'er kau kemana saja, hahhhh....Sekarang kondisi Ketua Sekte Pulau Es semakin memburuk. Ada kabar juga bahwa akan ada pemberontakan dan perebutan tahta Ketua Sekte di Sekte Pulau Es" kata Ming An dengan nada khawatir.
Jian Long melanjutkan: "Hahhh....ini bukan perebutan Tahta sebagai Ketua Sekte lagi tetapi ini sudah menjadi peperangan, sebab orang yang akan memberontak akan dibantu oleh Bangsawan Wen dan Aliran Hitam. Aliran Hitam sudah tidak mementingkan tentang perjanjian 1 Tahun menjelang Turnamen Pendekar Muda...
...Kini seluruh Aliran Putih dan Sekte Bunga Darah sedang menyiapkan pasukan untuk membantu Sekte Pulau Es" Kata Jian Long dengan nada frustasi.
Xiao Yun mencoba tidak memikirkan hal itu, tetapi perkataan Ming An dan Jian Long terus berputar putar di otaknya. Sebenarnya Xiao Yun bisa saja menyelamatkan Ketua Sekte Pulau Es, tetapi ada harga yang harus dibayar, ia harus pingsan berhari hari, bulan bulan atau bahkan bertahun tahun.
Karena mencairkan aliran darah yang membeku karena Elemen Es Abadi harus berhati hati dan menguras banyak tenaga dalam, jelas karena Elemen Es dan Elemen Es Abadi berbeda.
Kini Xiao Yun sedang duduk disebuah pohon yang tinggi disalah satu gunung milik Sekte Pulau Es, Xiao Yun kini sedang menatap indahnya bulan.
Tak lama kemudian Xiao Yun merasakan langkah kaki, ia melihat seorang wanita sedang menangis dan berjalan ke arah pohon yang Xiao Yun duduki, karena Xiao Yun duduk di cabang kayu paling atas dan menyembunyikan auranya gadis itu tidak menyadari keberadaan Xiao Yun.
"Heyy......" teriak Xiao Yun, gadis itu menjadi waspada dan menengok kekiri dan kekanan berusaha mencari sumber suara itu, tetapi tidak menemukannya, gadis itu bertanya setelah mengelap air matanya: "Siapa kau?"
"Aku diatasmu" kata Xiao Yun datar, gadis itu melirik ke atas, ia melihat seorang pemuda bertopeng sedang duduk dibatang pohon paling tinggi, gadis itu berkata: "Bisakah kau membawaku ke atas sana?"
Xiao Yun berpikir sebentar lalu ia turun perlahan, ia sebenarnya bisa terbang mengingat Kultivasinya sudah diranah Immortal Kesengsaraan 1, tetapi ia masih ingin menyembunyikannya.
Setelah sampai dibawah Xiao Yun memeluk gadis itu dan menaiki pohon secara bertahap, gadis itu terkejut setelah sampai di atas pohon, gadis itu berkata dengan malu dan wajah memerah: "Mengapa kau memelukku?"
"Bukankah kau yang ingin ke atas?" kata Xiao Yun sambil menatap bulan, gadis itu bertanya: "Sepertinya kau memiliki masalah"
__ADS_1
"Sepertinya kau juga" kata Xiao Yun sambil menatap gadis itu, gadis itu semakin cantik karena berada dibawah sinar bulan. Gadis itu berkata dengan sedih: "Hah....masalahku tidak berakhir akhir, oh ya namaku Bing Xing, siapanamamu?"
"Xiao Yun" kata Xiao Yun datar.