Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Membantu Feng Xia: Racun Bintang


__ADS_3

"Apakau ingin menciumku sekarang?" Kata Xiao Yun, Xiao Yun sadar ia sedang di tatap dalam dalam oleh Feng Xia, Feng Xia tersadar dari lamunan liarnya, dan berkata dengan malu: "Terima kasih karena membantu Sekte Bunga Darah, kakekku pasti akan membalas perbuatan baikmu hari ini". Xiao Yun berpikir sebentar, hal itu membuat pikiran Feng Xia semakin liar.


"Baiklah, kalau kau mengizinkan ku, aku ingin melihat kondisi ibumu, aku penasaran racun apa yang membuatnya koma bertahun tahun" Kata Xiao Yun, perkataan Xiao Yun membuat Feng Xia kecewa, tetapi Feng Xia berkata: "Kalau itu aku harus meminta persetujuan kakekku"


Setelah kondisi murid Sekte Bunga Darah membaik mereka semua keluar dari Makam Kuno, sesampainya diluar mereka lihat hari sudah malam jadi tidak ada siapa siapa didepan gerbang Makam Kuno.


Feng Xia menghampiri Xiao Yun dan berkata: "Kau tunggu disini aku akan ke Sekte dan menanyakan permintaanmu kepada kakekku" Xiao Yun tersenyum dan mengangguk.


Xiao Yun menunggu cukup lama di gerbang Makam Kuno, kemudian Feng Xia dan seorang lelaki sepuh berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh menuju Xiao Yun.


Xiao Yun juga menghampiri mereka berdua, Feng Xia tersenyum melihat Xiao Yun, lelaki sepuh itu melihat perubahan wajah Feng Xia dan bingung, ia sendiri tau sikap cucunya itu.


"Anak muda, aku berterima kasih karena kau membantu cucuku, perkenalkan aku Ketua Sekte Bunga Darah, Feng Xu" kata Feng Xu, Xiao Yun tersenyum dan memberi hormat lalu berkata: "Salam Senior, nama Junior Xiao Yun".


"Baiklah kudengar kau ingin melihat keadaan anakku, kalau begitu mari kita berangkat bersama sekarang" Kata Feng Xu, Xiao Yun mengikuti Feng Xu dan Feng Xia menuju ke sebuah gunung yang jaraknya cukup jauh dari jangkauan masyarakat.


Sesampainya di depan Gerbang Sekte Bunga Darah Xiao Yun mencium banyak tanaman - tanaman yang mengandung racun, Xiao Yun bertanya kepada Feng Xu: "Senior, disini banyak sekali tanaman beracun"


"Ya benar sekali hahaha" kata Feng Xu bangga, Xiao Yun diantar kesebuah rumah yang terlihat cukup besar, disana ia melihat perempuan yang cukup cantik dan mirip seperti Feng Xia sedang terbaring lemas.


"Bocah,, Aku merasakan ada bintang di sekitar sini, bisa dibilang bintang ini termasuk bintang yang cukup langka, mungkin wanita didepanmu terkena efek bintang itu" Kata Lin Yun'er dari kepala Xiao Yun, Xiao Yun meminta izin untuk memegang tangan ibu dari Feng Xia, setelah di izinkan Xiao Yun mulai menyalurkan Energi kedalam tubuh ibu dari Feng Xia, wajah Xiao Yun berubah serius.


Melihat perubahan muka Xiao Yun menjadi serius. Feng Xu menyuruh Feng Xia untuk menyiapkan minuman untuk Xiao Yun, itu hanya alasan Feng Xu agar Feng Xia tidak mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


Setelah Feng Xia keluar, Feng Xu bertanya: "Ada apa? mengapa raut wajahmu berubah serius?"


"Senior, dimana kau menemukan tubuh dari ibu Feng Xia? aku rasa Racun dalam tubuhnya tidak sesederhana yang kita pikirkan, racun ini bukan hasil dari pertempuran melainkan dari sebuah racun yang ditanam di tempat tertentu" tanya Xiao Yun serius, Wajah Feng Xu berubah, Feng Xu kemudian menjelaskan.


Dari penjelasan Feng Xu, Xiao Yun tau bahwa saat itu Ibu dari Feng Xia sedang mencari Ayah Feng Xia yang menghilang di Hutan Terlarang milik Sekte Bunga Darah. Diyakini Ayah Feng Xia sudah meninggal tetapi Giok Jiwanya masih menyala hal itu membuat Ibu Feng Xia berniat mencari Ayah Feng Xia di Hutan Terlarang.


Walau sudah dilarang oleh Feng Xu, tekad ibu Feng Xia tidak mengurang, ibu Feng Xia kemudian menyelinap pergi diam diam ke Hutan Terlarang, Paginya ibu Feng Xia ditemukan dengan kondisi kritis didepan pintu masuk Hutan Terlarang.


Hal itu membuat Xiao Yun yakin bahwa Bintang yang Lin Yun'er sebutkan ada di Hutan Terlarang. Xiao Yun berkata: "Senior, kalau senior mengizinkan, Junior ini akan masuk ke Hutan Terlarang milik Sekte Bunga Darah. Karena jawaban atas racun ini ada di Hutan Terlarang itu".


Jelas Feng Xu melarang keras bukan karena Xiao Yun orang asing tetapi karena sebagai Ketua Sekte Bunga Darah ia jelas tau bahaya yang ada didalam Hutan Terlarang itu. Tetapi setelah mendengar penjelasan bahwa Xiao Yun memiliki Roh Beladiri Elemen Racun, ia menyutujuinya dengan berat hati.


Feng Xu mengajak Xiao Yun ke pintu masuk Hutan Terlarang, ia melihat banyak kabut yang menutupi Hutan Terlarang itu. Xiao Yun kemudian memasuki Hutan Terlarang itu dengan bantuan Mata Surgawi dan Lin Yun'er, Xiao Yun dengan mudah melewati banyak rintangan - rintangan itu.


Xiao Yun berjalan lagi menuju gua yang lebih dalam, disana ia melihat bintang yang bersinar terang berwarna hijau pucat dan dikelilingi kabut. Lin Yun'er berkata: "Itu adalah bintang dengan jenis Racun Bintang yang memiliki Elemen Racun. Kau harus menyerapnya untuk menguatkan Elemen Racun dan menyembuhkan racun pada orang tua Feng Xia"


Xiao Yun mengangguk dan mengambil Racun Bintang, Xiao Yun mulai menyerap Racun Bintang dan juga menyerap Kabut yang ada di Hutan Terlarang dengan gila gilaan.


Sehari telah berlalu semenjak Xiao Yun menyerap Racun Bintang dan Kabut diHutan Terlarang yang membuat kabut dihutan terlaranh semakin menipis, Xiao Yun kemudian menggendong Ayah Feng Xia dipunggungnya dan berlari ke arah Pintu masuk Hutan Terlarang.


Sesampainya disana ia melihat Feng Xu dan Feng Xia yang memasang muka cemas, Feng Xu yang memiliki kultivasi lebih tinggi ia dengan jelas merasakan Aura Xiao Yun dan Aura seseorang yang familiar di ingatannya.


Feng Xu dan Feng Xia kemudian melihat Xiao Yun yang sedang membawa lelaki yang terlihat mengenaskan di punggungnya, Feng Xu langsung mengenali siapa yang dibawa Xiao Yun, sedangkan Feng Xia tidak mengetahui siapa itu, karena sejak lahir Feng Xia tidak pernah melihat muka Ayahnya.

__ADS_1


Feng Xu melesat menuju Xiao Yun sambil meneteskan air mata, Xiao Yun yang merasakan itu ia lalu berteriak: "Senior jangan kesini dulu, racun yang ada didalam tubuh pria yang ku gendong sangat berbahaya dan menular"


Feng Xu berhenti, Xiao Yun kemudian meminta tempat untuk menyembuhkan penyakit ibu dan ayah Feng Xia. Setelah mendapatkan ruangan itu, Xiao Yun mengirimkan Anti Racun miliknya, setelah menyatu dengan Racun Bintang, Roh Beladiri miliknya semakin kuat.


Disisi lain Feng Xu dan Feng Xia sedang cemas diluar ruangan, apalagi Feng Xia setelah mendengar identitas lelaki itu adalah Ayahnya.


Sehari telah berlalu, kini kondisi Ayah dan Ibu Feng Xia semakin membaik, Xiao Yun keluar dari ruangan itu ia melihat Feng Xu dan Feng Xia sedang cemas.


"Senior, Feng Xia, kalian sudah boleh masuk, kondisi mereka semakin membaik" kata Xiao Yun, Feng Xia kemudian memasuki itu, sedangkan Feng Xu memasang muka cemas dengan kultivasi yang tinggi Feng Xu merasakan kondisi Xiao Yun tidak baik, Feng Xu berkata: "Anak muda, apa kau tidak apa apa?"


"Tidak apa apa senior, hanya sedikit kelelahan" kata Xiao Yun dengan terengah engah. Feng Xu lalu berkata: "Anak muda, kau ingin apa? aku pasti akan memberikannya sebisaku?"


Xiao Yun menggelengkan kepala lalu berkata: "Tidak usah senior lagian ini kemauanku, aku juga jadi menambah pengetahuan tentang racun setelah kejadian hari ini. Kalau senior ingin membalas bantuanku senior jangan kasih tau siapapun tentang keberhasilanku mengobati orang tua Feng Xia. Juga jangan kasih tau Feng Xia tentang kondisiku".


Setelah Xiao Yun menjelaskan tentang Hutan Terlarang yang sudah aman dari kabut beracun, Xiao Yun pamit untuk pulang ke sektenya.


Setelah kepergian Xiao Yun, Feng Xu memasuki ruangan dimana Ayah dan Ibunya Feng Xia dirawat, disana ia melihat Ayah dan Ibunya Feng Xia sudah sadar. Ia kemudian memberi tau Feng Xia tentang kepergian Xiao Yun.


Raut wajah Feng Xia menjadi sedih setelah mendengar kepergian Xiao Yun, Feng Xu yang melihat raut wajah cucunya itu berkata: "Kalau kau menyukainya kau harus menjadi kuat, kau mungkin merasakan bahwa tingkat Kultivasi Xiao Yun hanya Pendekar Raja, tetapi kau salah, Xiao Yun, Bocah itu menyembunyikan tingkat Kultivasinya. Aku menebak bahwa kultivasinya adalah Pendekar Suci tahap Awal"


Ayah dan ibu Feng Xia yang telah mengetahui identitas Xiao Yun dari Feng Xia terkejut, tak terkecuali Feng Xia. Feng Xia mengepalkan tangannya dan berkata: "Benar, aku harus kuat". Feng Xia sadar perkataannya itu di dengar oleh Ayah, Ibu dan Kakeknya. Hal itu membuatnya menunduk malu.


Sedangkan Ayah, Ibu dan Kakeknya hanya menggelengkan kepala dan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2