
Masih dalam perjalanan menuju ke Sekte Naga Langit, kini Xiao Yun sedang menutup matanya, Jian Long dan yang lainnya berpikir Xiao Yun sedang berlatih, tetapi mereka salah karena Xiao Yun sedang tidur.
Xiao Yun sangat kelelahan karena saat di Sekte Pulau Es, yang ia lakukan adalah mengajarkan Bing Ruyue, Jian Ruyan, Yin Hua, Yin Yue dan Feng Xia berlatih, Ia sendiri kurang beristirahat karena hal itu. Sampai suara Lin Yun'er membangunkannya: "Bocahhhh!!!, Aku merasakan ada sebuah Bintangg"
"Benarkah?, Yun'er Bintang jenis apa itu?" Kata Xiao Yun Setelah membuka matanya, Lin Yun'er berkata dalam kepala Xiao Yun: "Sepertinya Bintang Api". Hal itu membuat Xiao Yun senang karena bagaimanapun kalau ia mendapatkan Bintang ia akan semakin kuat.
"Ketua Sekte, Ayah, Yun'er akan berpisah mulai dari sini, ada yang harus Yun'er lakukan" kata Xiao Yun kepada yang lainnya. Ming An bertanya dengan khawatir: "Kau memang sudah besar, aku tidak bisa menghalangi urusanmu lagi, apakah berbahaya? kalau berbahaya ayah akan menemanimu"
Sedangkan itu Jian Ruyan terlihat kesal, yang ada dipikiran Jian Ruyan Xiao Yun ingin pergi karena untuk menemui gadis gadis lainnya.
"Tidak ayah, aku hanya mencari sesuatu yang bisa menaikan kultivasiku" kata Xiao Yun sambil menenangkan Ming An, Ming An hanya bisa menyetujui itu, Jian Long lalu berkata: "Baiklah, kalau begitu kami tunggu kau diSekte Naga Langit"
Jian Long kemudian mendaratkan Elang Paruh Emas kelahan kosong, setelah berpamitan Xiao Yun melesat menuju ke arah yang ditunjuk oleh Lin Yun'er. Ming An dan yang lainnya hanya menatap punggung Xiao Yun yang perlahan menghilang.
Jian Long berkata pada Ming An sambil melirik dua cucunya, Jian Long juga berkata dengan nada mengejek: "Sudah lah An'er dia sudah dewasa, tidak bisa kau kekang terus, ia juga lebih baik dari pada cucu cucuku, cucuku hanya berlatih di sekte, seperti ayam dikandang. Sedangkan anakmu seperti domba yang pergi kekawasan serigala, ia perlahan belajar menjadi serigala, walau konsekuensinya adalah menjadi makanan serigala" Perkataan Jian Long membuat Jian Hu dan Jian Ruyan sadar bahwa mereka tidak akan berkembang jika tidak tau keras nya dunia.
Disisi lain Xiao Yun masih berjalan, karena ia rasa sudah tidak ada yang melihat ia kemudian terbang menuju arah yang ditunjukan Lin Yun'er, entah berapa lama Xiao Yun terbang akhirnya Xiao Yun sampai di sebuah Gunung Merapi yang mengeluarkan Aura yang sangat panas.
"Hati hati bocah aku rasa ada yang menjaga Bintang Api itu" kata Lin Yun'er dari dalam kepala Xiao Yun, Xiao Yun terdiam lalu bertanya: "benarkah? manusia apa yang bisa menahan panasnya Bintang Api?"
__ADS_1
"Sepertinya bukan manusia, tetapi hewan illahi, Pheonix Api" kata Lin Yun'er dengan datar, perkataan datar itu membuat jantung Xiao Yun berdebar kencang. Xiao Yun bertanya: "Sebaiknya aku maju atau mundur?"
"Maju saja" kata Lin Yun'er, Xiao Yun berjalan dengan pelan untuk menuju puncak Gunung Berapi itu, sesampainya di puncak ia melihat dasar gunung yang sangat dalam. Tetapi tak lama itu keluar Pheonix Api, Pheonix Api itu bertanya: "Anak muda, apa tujuanmu kemari? sampai sekarang belum ada yang bisa berjalan menuju puncak, itu artinya kau memiliki banyak kekuatan walau kau hanya di Immortal dengan Satu Kesengsaraan".
"Aku kesini untuk mengambil Bintang api" kata Xiao Yun datar, Pheonix Api itu tertawa lalu berbicara dengan serius: "Aku sudah menjaga Bintang api Jutaan tahun jadi tidak akan ku serahkan begitu saja, bahkan sampai aku harus mati aku akan tetap menjaga Bintang Api"
"Kalau begitu kau harus mati" kata Xiao Yun datar, kini ia tidak mengungkapkan muka seorang pemuda berusia 15 tahun, tetapi ia mengungkapkan muka seorang maniak beladiri yang sudah bertarung jutaan kali, hal itu membuat Pheonix Api terkejut. Pheonix Api berkata sambil tertawa: "Kalau begitu mari bertarung, sudah lama aku tidak bertarung karena menjaga Bintang Api"
Xiao Yun membuka dan memasukan topengnya kedalam Cincin Ruang, lalu Xiao Yun mengeluarkan Pedang Orgine dan mengeluarkan semua Elemen yang Xiao Yun punya, Pedang Orgine menyala terang, kali ini Xiao Yun harus serius karena lawannya kali ini adalah Hewan Illahi yang sudah hidup Jutaan Tahun, Xiao Yun juga menebak bahwa Pheonix didepannya memiliki ranah setara Immortal dengan 9 Kesengsaraan atau mungkin lebih.
Pheonix itu tertawa melihat Xiao Yun mengeluarkan kekuatan penuhnya, lalu Pheonix Api membuat perubahan jenis Api menjadi belati belati kecil. Xiao Yun tidak takut dengan Elemen Api karena ia memiliki Api Abadi. Lin Yun'er berkata dengan panik: "Bocah, kau harus hati hati, api milik Pheonix didepanmu adalah Api Abadi", perkataan Lin Yun'er membuat Xiao Yun menjadi panik, Xiao Yun kemudian mengalirkan Api dan Es Abadi ketubuhnya untuk menjaga tubuhnya. Xiao Yun tak mau mengambil resiko ia langsung meneriakan jurus
Xiao Yun memasukan Elemen Api Abadi, Es Abadi, Angin dan Racun kedalam jurusnya, Banyak Energi Pedang yang muncul dari belakang Xiao Yun, Energi itu langsung melesat menuju Pheonix Api, Pheonix Api juga bisa merasakan bahaya yang menujunya, Pheonix Api sontak mengeluarkan Api yang kuat dan membuatnya melindungi dirinya.
Bommmm.....................
Tabrakan antara dua energi itu membuat pepohonan kering disekitar Gunung Merapi tempat mereka tersapu terbang, tak hanya itu bumi juga ikut bergetar hal itu membuat Lava dari Gunung merapi menjadi keluar.
Pheonix itu terpental, sebenarnya Api yang dibuat untuk melindungi dirinya cukup kuat, tetapi karena Xiao Yun menggunakan Api dan Es Abadi hal itu sia sia. Pheonix itu tertawa lalu berkata dengan nada marah: "Sepertinya aku meremehkanmu, kalau begitu mari bertarung serius" . Pheonix Api lalu meneriakan jurusnya
__ADS_1
"Pheonix Api - Membakar Dunia"
6 Buah Pheonix kecil terbuat dari Energi Api, 6 Pheonix itu melesat cepat dengan kecepatan yang tak masuk akal menuju Xiao Yun, tetapi karena Xiao Yun memiliki Mata Surgawi, kecepatan itu tidak ada artinya, Xiao Yun berkata dalam hati: "Sial ini merepotkan"
Xiao Yun menggunakan Langkah Bintang ke tahap maksimalnya, Xiao Yun juga memanfaatkan Bintang Ruang dan Waktu yang ia dapat diMakam Kuno, hal itu membuat Xiao Yun bisa berteleportasi.
Setelah 6 Energi itu menabrak bebatuan tempat Xiao Yun meneriakan jurus dari Ilmu Pedang Suci
"Ilmu Pedang Suci - Menembus langit"
Sebuah pedang panjang terlihat dari langit tempat Xiao Yun berdiri, itu adalah salah satu jurus dari Ilmu Pedang Suci, jurus jurus dari ilmu pedang suci membuat Xiao Yun terpana karena jurus jurus ini sangat mematikan, tak hanya itu Xiao Yun juga mengeluarkan Aura Bintang, hal itu membuat Pheonix Api menjadi susah bergerak dan menjadi sesak nafas.
Xiao Yun mengarahkan Pedang Orgine menuju ke Pheonix Api, Pedang panjang diatas Xiao Yun melesat dengan kecepatan tak masuk akal menuju Pheonix Api, Pheonix Api yang susah bergerak karena Aura Bintang ia hanya mengeluarkan Api untuk melindungi tubuhnya, tetapi sekali lagi hal itu tidak bekerja karena Xiao Yun mengeluarkan Elemen Api dan Es Abadi ke jurusnya.
Pedang panjang itu menembus badan Pheonix Api kemudian melanjutkan dan menabrak gunung berapi, hal itu membuat Lava yang keluar dari gunung semakin banyak.
Xiao Yun mengambil mayat Pheonix Api untuk disimpannya diCincin Bintang, setelah itu Xiao Yun menuju ke Gunung berapi untuk mengambil Bintang Api, setelah mendapatkan Bintang Api tanpa masalah, Xiao Yun baru menyadari ada hal yang berbeda dari tubuhnya....
Hal itu membuatnya bahagia
__ADS_1