Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Sekte Pulau Es: Bing Ruyue - Mengobati Ketua Sekte Pulau Es - Kecelakaan


__ADS_3

( Info - Umur Bing Xing: 13 Tahun )


Xiao Yun masih menatap bulan tanpa memedulikan Bing Xing yang menangis disampingnya, Xiao Yun tak tahan melihat Bing Xing yang terus menangis, ia bertanya kepada Bing Xing: "Bing Xing, sebenarnya masalah apa yang kau punya, sepertinya masalahmu lebih berat daripada masalahku"


"Aku hanya ingin kakekku sembuh, aku tidak peduli peperangan atau perebutan tahta terjadi" kata Bing Xing sambil menangis kencang, Xiao Yun menebak bahwa kakek Bing Xing adalah Ketua Sekte Pulau Es, Xiao Yun menatap Bing Xing yang menangis kencang.


Xiao Yun menghampiri Bing Xing dan memeluknya, Bing Xing juga menangis semakin kencang dipelukan Xiao Yun. Xiao Yun berkata kepada Bing Xing: "Coba bawa aku ke kakekmu, siapa tau aku bisa mengobati kakekmu"


Bing Xing berhenti menangis lalu Bing Xing mengajak Xiao Yun kesebuah tempat yang megah, disana ia melihat Ketua Sekte Pulau Es dan seorang wanita yang menggunakan topeng dan terlihat berumur 15 tahun seperti Xiao Yun.


"Bing Xing, sudah kubilang jangan bawa orang sembarangan, mereka hanya ingin pamer kekuatan mereka tetapi mereka tidak bisa mengobati kakek kita" Wanita itu berkata sambil menatap tajam Xiao Yun, Bing Xing menundukan kepalanya dan berkata: "Kumohon sekali lagi saja"


Wanita itu menghela nafas lalu mengangguk, Xiao Yun menyimpulkan bahwa banyak lelaki yang berpura pura mencoba mengobati Kakek Bing Xing, untuk mendapatkan perhatian Bing Xing, bagaimana pun Bing Xing hanya seorang gadis polos.


Xiao Yun kemudian menyalurkan Energi miliknya dan ia melihat kondisi tubuh Ketua Sekte Pulau Es menggunakan Mata Surgawinya benar saya apa yang dikatakan oleh Lin Yun'er, Aliran darah ketua Sekte Pulau Es membeku karena Es Abadi.


Xiao Yun menghela nafas lalu menatap Bing Xing dan berkata: "Bing Xing, kau keluar dulu biar aku berbicara dengan kakakmu dulu". Perkataan Xiao Yun membuat Bing Xing dan kakaknya bingung, tetapi walau begitu Bing Xing tetap keluar dari ruangan itu.


"Namaku Bing Ruyue" kata kakak Bing Xing, Xiao Yun memperkenalkan dirinya dengan datar: "Xiao Yun".


"Aku bisa membantumu mengobati kakekmu tetapi aku ingin dua syarat" kata Xiao Yun datar, Bing Ruyue berkata: "Apa Syaratmu? jika kau benar benar bisa menyembuhkan kakekku, akan ku usahakan untuk memenuhi syaratmu"

__ADS_1


"Pertama, jika aku pingsan karena kehabisan energi kau harus membawaku dari ruangan ini. Kedua, jika aku berhasil mengobati kakekmu, jangan beritahu identitasku kepada orang lain kecuali kakekmu. Bagaimana bisa?" Tanya Xiao Yun dengan datar. Bing Ruyue mengangguk cepat karena persyaratan Xiao Yun sangat mudah.


Xiao Yun berjalan ke arah Bing Ruyue, Bing Ruyue bertanya dengan panik: "Apa yang ingin kau lakukan". Xiao Yun berlari dengan cepat ke arah Bing Ruyue dan melepas topengnya, wajah Bing Ruyue yang cantik dan dewasa terlihat jelas, matanya yang berwarna biru muda semakin jelas dan indah.


Xiao Yun kemudian menyentuh dahi Bing Ruyue dan mengeluarkan sebuah energi hangat, energi itu untuk melindungi tubuh Bing Ruyue saat proses pencairan Es Abadi.


"Apa yang kau masukan kedalam tubuhku?" Tanya Bing Ruyue dengan panik, Xiao Yun berkata: "Aku memasukan sebuah energi yang bertujuan melindungi tubuhmu saat proses aku mengobati kakekmu"


Xiao Yun melepas topengnya dan memasukannya kedalam Cincin Bintang, Bing Ruyue yang melihat ketampanan Xiao Yun menjadi terpana.


Xiao Yun menatap tubuh Ketua Sekte Pulau Es dengan ekspresi rumit dan menghela nafas panjang, kemudian Xiao Yun mengeluarkan Api Abadi dari tangannya dan membuat Api Abadi itu mengelilingi tubuh Ketua Sekte Pulau Es.


Tak lama kemudian Es Abadi keluar dari tubuh Ketua Sekte Pulau Es, Api Abadi dan Es Abadi kini terlihat seperti bertarung untuk menaklukan satu sama lain. Entah berapa lama hal itu terjadi, satu hal yang pasti adalah ruangan yang awalnya megah ini berubah menjadi Es sepenuhnya, tetapi udara didalamnya panas karena Api Abadi.


Brukkkkkkk......


Kini tubuh Xiao Yun jatuh pingsan, setelah Bing Ruyue memeriksa kondisi kakeknya yang telah melewati masa masa kritis, Bing Ruyue menyuruh orang kepercayaannya untuk menjaga kakeknya dan ia membawa Xiao Yun ke kamar pribadi milik Bing Ruyue.


( Warning!! - 18+ )


3 Hari Xiao Yun pingsan, Xiao Yun membuka matanya perlahan, ia melihat dia ada disebuah ruangan yang tak ia kenali, Xiao Yun kemudian melihat Bing Ruyue yang tak mengenakan pakaian, Bing Ruyue juga melihat Xiao Yun tatapan mereka bertemu satu sama lain.

__ADS_1


Xiao Yun menduga bahwa Bing Ruyue akan berteriak, tetapi ia salah. Bing Ruyue berjalan ke arah Xiao Yun dengan tatapan senang, kini Bing Ruyue sudah berada disebelah tempat tidur dimana Xiao Yun tidur, Bing Ruyue berkata "Akhirnya kau sadar, terima kasih karena sudah membantuku dan kakekku"


"Bukankah seharusnya kau menggunakan pakaian dulu" kata Xiao Yun dengan wajah memerah, Bing Ruyue sadar ia tidak mengenakan pakaian, muka Bing Ruyue menjadi memerah.


Saat Bing Ruyue ingin pergi, Xiao Yun menarik tangannya, hal itu membuat Bing Ruyue tiduran dikasur yang sama dengan Xiao Yun, Xiao Yun memeluk Bing Ruyue yang tak berbusana dan berkata sambil berbisik: "Biarkan aku memelukmu sebentar"


Bing Ruyue juga merasakan bahwa tubuh Xiao Yun menjadi dingin, ia merasa bersalah karena meminta Xiao Yun mengobati kakeknya, Bing Ruyue juga memeluk balik Xiao Yun untuk membuat tubuh Xiao Yun hangat kembali.


Sebenarnya setelah Xiao Yun mengalahkan Es Abadi yang ada ditubuh Ketua Sekte Pulau Es, ia juga menyerap Es Abadi itu, hal itu membuat Elemen Es Abadi miliknya semakin kuat.


Setengah jam Xiao Yun tertidur dan memeluk Bing Ruyue, sekarang Xiao Yun membuka matanya, ia masih melihat Bing Ruyue yang tak menggunakan busana hal itu membuat gairah Xiao Yun melonjak lonjak.


Xiao Yun kemudian membelai wajah cantik Bing Ruyue, tatapan mereka bertemu satu sama lain, detak jantung terdengar karena ruangan yang sunyi.


Xiao Yun kemudian mencium bibir Bing Ruyue, Bing Ruyue juga menerima ciuman itu sepenuh hati. Ciuman yang awalnya biasa saja kini menjadi ciuman panjang dan panas.


Badan Xiao Yun yang awalnya dingin kini menjadi panas, keringat bercucuran dibadan Bing Ruyue dan Xiao Yun. Tangan Xiao Yun bergerak dari atas kebawah, menalaah setiap inci tubuh Bing Ruyue, begitu pula Bing Ruyue.


Tetapi sesaat sebelum mereka melanjutkan ke hal yang lebih ganas, mereka sadar akan kesalahan mereka. Suasana yang awalnya panas kini berubah menjadi canggung.


"Ak...Aku meminta maaf, tadi benar benar diluar dugaanku. Bagaimanapun aku lelaki normal" kata Xiao Yun menundukan kepalanya, Xiao Yun merasa bersalah walau mereka belum melanjutkan hal itu, tetapi kejadian ini jelas akan membekas di ingatan mereka. Bing Ruyue menundukan kepalanya, ia berkata: "Tak apa, aku juga merasa bersalah". Entah mengapa Bing Ruyue merasa bahwa dirinya tak pantas untuk bersama Xiao Yun.

__ADS_1


Bing Ruyue mengenakan pakaiannya kembali, begitu pula Xiao Yun, mereka mengobrol obrolan ringan, kadang mereka senyum senyum sendiri mengingat kejadian singkat tetapi menyenangkan tadi.


__ADS_2