
Setelah hancurnya Pendekar Muda dari Sekte Kelajengking Merah, Kelompok 4 mulai mengobati yang terluka dan membangun markas kembali.
Kini Xiao Yun sedang mandi didanau dekat markas Kelompok 4, Xiao Yun melihat darah di tangannya ia mengingat kembali kehidupannya saat menjadi 'Dewa Bintang' dan 'Pendekar Hitam Putih'. Tanpa sadar air matanya menetes.
Cukup lama Xiao Yun bernostalgia kini ia sudah selesai mandi, ia mengenakan pakaian hitam bercorak merah dan topeng bergaris merah, hal itu membuat Xiao Yun semakin misterius.
Jendral Ken Dai, Yin Yue, dan Yin Hua menghampiri Xiao Yun yang sedang duduk diatas pohon sambil menatap bulan. Xiao Yun sadar ada yang menghampirinya ia lalu turun dari pohon, lalu berkata kepada Jendral Ken Dai: "Jendral...Seharusnya Aliran Hitam akan mundur karena kekalahan telak Pendekar Muda dari Sekte Kalajengking Merah dan Sekte Tengkorak Hitam bukan?"
"Hahh.....Seharusnya begitu, semoga saja mereka mundur, saya sudah mengirim pasukan untuk membebaskan para warga yang disandra Sekte Kalajengking Merah dan Sekte Tengkorak Hitam" kata Jendral Ken Dai dengan menghela nafas.
Yin Yue lalu menghampiri Xiao Yun dan memeluknya, Yin Yue bertanya kepada Xiao Yun: "Kakak Yun, apakau terluka?"
"Tidak apa apa, aku hanya sedikit merasa bersalah karena mengambil nyawa orang" kata Xiao Yun tersenyum, sebenarnya Xiao Yun tidak merasa bersalah sedikit pun, tetapi didepan orang lain Xiao Yun hanya lah pemuda berumur 14 Tahun, karena itu ia harus berpura pura.
Yin Hua mendengus kesal setelah melihat kedekatan antara Xiao Yun dan Yin Yue, Yin Hua berkata: "Kudengar tadi jurus yang digunakan Setan Kembar sangat berbahaya, seberbahaya apakah itu?". Xiao Yun lalu menjelaskan tentang jurus yang digunakan Setan Kembar, mendengar penjelasan Xiao Yun membuat Yin Hua dan yang lainnya bergidik ngeri.
"Apa kalian tau Makam Kuno?" Tanya Xiao Yun penasaran, ia ingin tau mengapa Makam Kuno bisa memiliki jurus - jurus mematikan. Jendral Ken Dai kemudian menjelaskan tentang Makam Kuno.
Makam Kuno ditemukan Ratusan tahun lalu oleh seorang pendekar pengembara, pendekar tersebut lalu membuka Makam Kuno untuk umum, banyak orang yang berhasil kembali dengan banyak Sumber Daya - Sumber Daya dan Jurus - Jurus Langka, banyak juga orang mati karena bahaya yang ada didalam Makam Kuno. Makam Kuno juga hanya dibuka untuk Pendekar Kaisar tahap Kematian Kebawah dan untuk Umur 12 - 17 Tahun.
"Kapan makan kuno dibuka" Tanya Xiao Yun kembali, ia sangat penasaran dengan Makam Kuno ini, Jendral Ken Dai berkata: "1 Tahun Lagi"
__ADS_1
3 Hari telah berlalu, berita kemenangan Kelompok 4 melawan Pendekar Muda Sekte Kalajengkin Merah dan Sekte Tengkorak Hitam sudah menyebar ke kalangan Masyarakat, Pedagang, Pendekar, dan para Kaisar.
Nama Xiao Yun atau Penghancur Bintang juga melambung tinggi setelah membunuh 3 Kulivator kejam dari Aliran Hitam. Rakyat, Pedagang, dan Para Pendekar mulai mencari tau identitas Penghancur Bintang, tetapi hasilnya nihil karena orang yang mengetahui identitas asli Penghancur Bintang tutup mulut.
Aliran Hitam juga mundur untuk sementara dan mereka mulai mencari kekuatan baru untuk berperang dimasa depan.
Xiao Yun menghampiri Jendral Ken Dai, lalu berkata: "Jendral, aku dengar kelompok Aliran Hitam sudah mundur, apakah aku boleh kembali ke Sekte?". Jujur Xiao Yun bosan disini karena tidak ada pertempuran, ia juga memiliki ide gila untuk menyatukan jurus jurus yang ia miliki, dan membuat jurus mematikan lainnya.
"Ya, sudah ada kabar bahwa semua murid yang ada di medan perang boleh kembali untuk mempersiapkan diri memasuki Makam Kuno" Kata Jendral Ken Dai, perkataan itu membuat Xiao Yun semangat.
Xiao Yun berjalan menuju tenda Yin Hua untuk berpamitan, sesampainya ditenda ia melihat wanita cantik sedang membaca buku, Xiao Yun tersenyum dibalik topengnya lalu berkata: "Hua'er aku akan kembali ke Sekte Naga Langit, kita mungkin akan bertemu kembali suatu saat"
"Benarkah?" kata Yin Hua dengan raut wajah sedih, setelah diselamatkan Xiao Yun beberapa kali membuat Yin Hua merasa nyaman dan aman didekat Xiao Yun, dan kini ia akan berpisah dengan Xiao Yun membuat gadis itu merasa sedih.
Setelah berpamitan kepada Yin Hua, Yin Yue, dan Jendral Ken Dai ia melesat menuju Sekte Naga Langit, saat ia melewati hutan ia baru sadar bahwa banyak siluman yang berkeliaran dengan ganas, itu membuat Xiao Yun bertanya tanya apa yang terjadi.
Xiao Yun melesat setelah mendengar pertempuran, disana ia melihat seorang gadis terlihat seusianya, gadis itu memiliki wajah cantik dan tubuh indah tetapi memancarkan wajah dingin dan tubuhnya mengeluarkan aura yang Pembunuh yang pekat.
Gadis itu sedang dikepung oleh segerombolan Siluman Serigala berusia 100 Tahunan dan Pemimpinnya berusia 1000 Tahun, gadis itu cukup kesusahan karena ia dikepung serigala berjumlah 20 dan juga pemimpinnya.
Xiao Yun menduga gadis itu berasal dari Aliran Hitam, tetapi walau begitu Xiao Yun tidak tega meninggalkan gadis itu, Xiao Yun berteriak kepada gadis itu: "Heyyyy.....Apakau butuh bantuan?". Gadis itu baru tersadar bahwa ada seseorang disekitarnya.
__ADS_1
"Menurutmu?" kata gadis itu datar tetapi terdengar nada kesal. Xiao Yun menyeringai dibalik topengnya ia menduga bahwa gadis didepannya memiliki sifat dingin, yang membuat Xiao Yun ingin mempermainkan gadis itu.
Xiao Yun berkata dengan datar: "Sepertinya kau tidak butuh bantuan, kalau begitu semangat, selamat tinggal"
"Heyy....!! Tolong Aku, akan kuberi apapun setelah selesai" Kata Gadis itu, Xiao Yun tersenyum dengan nakal, siapapun yang melihat senyuman Xiao Yun tau bahwa Xiao Yun memiliki niat licik.
"Baiklah setelah ini selesai biarkan aku menciummu" Xiao Yun tersenyum lalu ia mengeluarkan Pedang Api kemudian melesat dengan cepat, Xiao Yun tidak mengeluarkan jurus miliknya karena ia tidak ingin dikenali sebagai Penghancur Bintang oleh gadis didepannya.
Satu ayunan Pedang Api membuat satu hingga dua Serigala itu mati dengan sayatan yang dalam, setelah membunuh para serigala Xiao Yun berjalan kearah gadis itu.
Gadis itu tersadar bahwa ia memiliki janji yang harus ia tebus, Gadis itu berkata dengan dingin kepada Xiao Yun: "Cihhh....Aku menebak kau adalah orang yang sudah hidup ratusan tahun bukan?"
"Kalau aku membuka topengku kau akan jatuh cinta padaku" Kata Xiao Yun kesal, sebenarnya ia sadar benar apa yang dikatakan gadis itu, tetapi sekarang ia sedang berpura pura menjadi anak berusia 14 Tahun.
Gadis itu sadar bahwa langkah Xiao Yun tidak berhenti, gadis itu berkata: "Cihh.... Mau kau lelaki tua atau lelaki tampan, aku tidak akan menyerahkan diriku padamu"
"Baiklah hari ini akan ku lepaskan kau, setidaknya beri tau aku namamu?" kata Xiao Yun setelah menghentikan langkahnya.
"Namaku Feng Xia, Cucu dari pemimpin Sekte Bunga Darah" Feng Xia sengaja menambahkan bahwa ia adalah cucu dari Pemimpim Sekte Bunga untuk menakut - nakuti Xiao Yun.
Xiao Yun sadar akan ancaman itu, ia lalu berkata: "Baiklah saat kita bertemu lagi akan ku tagih janjimu ciumanmu"
__ADS_1
Feng Xia melesat ke arah tujuannya, dijalan ia berkata dalam hati: "Mengapa ia melepaskanku?, sepertinya ia dari Aliran Putih, tetapi dari suara dan postur tubuhnya ia terlihat seusiaku"
Xiao Yun melesat melanjutkan perjalanannya ke arah Sekte Naga Langit sambil memikirkan para Siluman yang sangat ganas.