Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Sekte Pulau Es: Pemberontakan - Seruling Vs Seruling


__ADS_3

Setelah Xiao Yun memulihkan energinya, ia lalu pergi pamit kepada Bing Ruyue, Xiao Yun pergi menuju kediaman yang disediakan Sekte Pulau Es. Sesampainya disana ia melihat Jian Long, Ming An, Jian Hu dan Jian Ruyan yang sedang mengobrol, Jian Long berkata: "Bocah dari mana saja kau?"


"Ada masalah kemarin jadi aku selesaikan dulu" kata Xiao Yun, Ming An berkata: "Yun'er persiapkan dirimu kita akan menghadapi Bangsawan Wen dan para Sekte Aliran Hitam yang beraliansi untuk menguasai Sekte Pulau Es"


"Apakah mereka sudah bergerak ayah?" tanya Xiao Yun, pertanyaan itu dibalas anggukan oleh Ming An. Jian Long menjelaskan bahwa kondisi Ketua Sekte Pulau Es sudah membaik tetapi Ketua Sekte Pulau Es tidak memberi tau kepada pihak musuh tentang kondisinya.


"Apa yang membuat Aliran Hitam begitu percaya diri?" Tanya Xiao Yun jujur ia bingung apa yang membuat Aliran Hitam begitu percaya diri. Pertanyaan Xiao Yun membuat Jian Long dan Ming An bingung mereka juga tidak tau apa yang membuat Aliran Hitam begitu percaya diri.


Disisi lain, para lelaki sepuh yang mengeluarkan aura pembunuh yang pekat sedang mengadakan rapat. Itu adalah Ketua Sekte Tengkorak Hitam, Ketua Sekte Kalajengking Merah, Ketua Sekte Darah Iblis, Dan Kepala Keluarga Bangsawan Wen.


"Bagaimana persiapan, pasukan kita?" Tanya Kepala Keluarga Wen, Wen Ziji. Ketua Sekte Tengkorak Hitam, Gu Bu menjawab: "Pasukan kita sudah siap bersama Kartu As kami, mereka tinggal menunggu perintah menyerang dari kita"


Sudah seminggu sejak Xiao Yun pulih, kini Xiao Yun sedang membantu Bing Ruyue berlatih, Bing Ruyue yang awalnya di ranah Raja Awal, kini di Pendekar Raja Akhir. Bing Ruyue berkata dengan terengah - engah: "Saudara Yun, aku sudah berada di Pendekar Raja Akhir, bisakah kita berisirahat sebentar?"


"Sepertinya kau lelah, baiklah kita akan beristirahat terlebih dahulu" kata Xiao Yun sambil tersenyum. Kini Bing Ruyue sedang tidur dipangkuan Xiao Yun, Xiao Yun membelai wajah cantik Bing Ruyue dan berkata: "Saat perang nanti, aku tidak akan ada disampingmu selamanya, jadi kuharap kau bisa menjaga dirimu sendiri"


Saat Xiao Yun dan Bing Ruyue bangun dari tidur mereka, mereka langsung berpisah, Bing Ruyue ke kakeknya, sedangkan Xiao Yun kembali ke Ming An.


Sesampainya di kamar ia melihat Ming An sedang panik, Xiao Yun menyapa Ming An: "Ayah, mengapa kau terlihat panik?"


"Ah Yun'er, kami sudah mengetahui alasan Aliran Hitam begitu percaya diri, itu karena Aliran Hitam berhasil menarik salah satu Pendekar Aliran Hitam dengan julukan Seruling Neraka. Kalau Pendekar Seruling Neraka ikut membantu Aliran Hitam berperang, itu akan menjadi masalah besar bagi kami, karena Seruling Neraka akan menggangu konsentrasi kami dengan Serulingnya" kata Ming An dengan khawatir. Saat Xiao Yun ingin bicara Jian Long masuk keruangan mereka dengan muka suram.

__ADS_1


"Ketua Sekte, Ada yang salah?" Tanya Xiao Yun, Jian Long melirik Xiao Yun lalu berkata: "Aliran Hitam sedang dalam perjalanan kemari"


Xiao Yun juga tau bahwa Aliran Hitam sangat percaya diri dan membawa seluruh pasukan mereka untuk menguasai Sekte Pulau Es, hal itu membuat Xiao Yun geram. Tiba tiba,


Bommmmm..........


"Apakah mereka sudah sampai?" Tanya Jian Long sambil melirik Ming An dan Xiao Yun, mereka bertiga keluar dan menuju ke lapang kosong, di lapang kosong sudah banyak orang berkumpul, mulai dari Sekte besar hingga kecil.


Xiao Yun juga melihat kedatangan Aliran Hitam dari kejauhan, Xiao Yun menebak bahwa Aliran Hitam membawa 3 Juta orang. Ketua Sekte Gunung Bunga Persik berkata: "Mereka membawa 3 Juta orang, sedangkan jumlah kita hanya 2 Juta orang, akan menjadi hal buruk jika Seruling Neraka ikut menyerang kita"


"Hahahaha.......Sekte Bunga Darah apa kau menyesal karena mengubah Aliran menjadi Netral?" Teriak Gu Bu ( / Ketua Sekte Tengkorak Hitam ) dengan Aura Pembunuh yang pekat. Hal itu membuat banyak murid dari Aliansi Aliran Putih menjadi pusing. Feng Xu ( / Ketua Sekte Bunga Darah ) berkata: "Entahlah, semua orang disini tau bahwa dalam peperangan jumlah pasukan hanya sedikit berpengaruh"


Tak lama kemudian udara disekitar berubah menjadi dingin, Aura Es itu menusuk kedalam tulang para anggota Aliansi Aliran Hitam, itu Ketua Sekte Pulau Es!.


"Hahaha, bahkan jika kau masih hidup, kau tidak akan bisa mengalahkan pasukan kami hari ini" Teriak Ketua Sekte Kalajengking Merah. Lalu Gu Bu melanjutkan: "Serang!!!!"


Seketika perang pecah, dentingan senjata terjadi dimana mana, tabrakan antara dua energi mulai menyapu yang ada disekitar mereka, Xiao Yun diam sebentar ia sedang mencari keberadaan Pendekar Seruling Neraka.


Xiao Yun mengeluarkan Belati miliknya dan mengirimnya terbang kepara Pendekar Aliran Hitam, Xiao Yun menyeringai. Tak lama dari situ alunan nada indah terdengar dari seluruh Pulau Es, walau memiliki alunan indah tetapi siapapun bisa merasakan bahwa itu bukanlah alunan biasa.


Pendekar Seruling Neraka mulai bergerak!, Xiao Yun juga yang melihat banyak Aliansi Aliran Putih tertekan kerena alunan nada dari Seruling Neraka dan karena pendekar Aliran Hitam yang terus menyerang.

__ADS_1


Xiao Yun pergi ketempat sepi, ia lalu mengeluarkan Seruling Kematian, dan memainkannya. Seruling Kematian mengeluarkan nada yang memilukan dan menyayat hati, para Pendekar Aliran Hitam hilang fokus sebelum mati dibunuh oleh Aliran Putih atau mati dengan organ dalam membusuk.


Suara dari Seruling Kematian berhasil mengembalikan keadaan Aliran Putih yang tadi tertekan, Pendekar Seruling Neraka juga melihat itu, ia mulai mengeluarkan Energinya ketahap puncak untuk menekan alunan nada dari Xiao Yun.


Xiao Yun juga merasakan bahwa Energi dari alunan nada Seruling Neraka meningkat, ia menyeringai, kemudian memasukan Elemen Kegelapan dan Elemen Api Abadi kedalam Seruling Kematian.


Banyak teriakan teriakan terdengar dari Aliran Hitam, Organ organ dalam mereka serasa seperti terbakar oleh sesuatu yang tak kasat mata, banyak orang dari Aliran Hitam yang mencoba mencari keberadaan Xiao Yun tetapi mereka tidak menemukannya.


"Ini baru permulaan" kata Xiao Yun dalam hati, Pendekar Seruling Neraka yang melihat banyak kematian dari para Aliran Hitam menjadi geram, ia mulai mengeluarkan Auranya. Xiao Yun juga merasakan kehadiran Seruling Neraka, Xiao Yun mengarahkan belatinya ke arah tempat Seruling Neraka berada.


Seruling Neraka sadar bahwa ia melakukan kesalahan, ia kemudian menjadi waspada pada sekitar, tak lama kemudian Seruling Neraka melihat sebuah belati menuju kearahnya dengan cepat, Pendekar Seruling Neraka itu mengeluarkan pedang miliknya dari Cincin Ruang dan menahan belati itu.


Xiao Yun juga masih memainkan Seruling kematian untuk membantu Aliran Putih serta membuat konsentrasi Pendekar Seruling Neraka terganggu, Xiao Yun tersenyum licik lalu berkata: "Sudah main mainnya, akan ku antar kau ke pintu neraka"


Xiao Yun kemudian memasukan Elemen Racun dan Angin kebelati miliknya, kecepatan dari Elemen Angin membuat Pendekar Seruling Neraka kesulitan, sampai salah satu belati menggores tanggan Pendekar Seruling Neraka.


"Akhh....."Teriak Pendekar Seruling Neraka, Racun yang Xiao Yun keluarkan adalah Racun Bintang yang telah tercampur oleh racun 'Raja Neraka' milik Xiao Yun, Seruling Neraka tersiksa sebelum tewas dengan mengenaskan.


Xiao Yun kemudian menuju ke tempat Seruling Neraka berada, ia mengambil Cincin Ruang milik Seruling Neraka, dan memengal kepalanya.


Xiao Yun kemudian melemparkan Kepala Seruling Neraka ke tengah tengah pertempuran untuk membuat mental Aliran Hitam menurun.

__ADS_1


Perang yang awalnya pecah kini menjadi hening setelah mereka semua melihat kepala milik Seruling Neraka.


Xiao Yun dengan cepat kembali keposisinya yaitu kesebelah Ming An dan Jian Long agar tidak dicurigai.


__ADS_2