
Setelah berbicara panjang lebar hingga waktu menjelang malam, Saat mereka ingin bangun dari duduknya Qin Yun berbicara: "Senior semuanya, Junior ini ingin mengingatkan 3 hari yang lalu Junior mengintrogasi para pembunuh dari Organisasi 7 Bunga Dosa, mereka mengatakan bahwa Organisasi itu dibuat untuk mengacaukan kondisi di Kekaisaran Qin, Xiao, Zhao, dan Xia. Junior berasumsi bahwa sudah banyak mata - mata masuk kewilayah kita dan membuat kelompok, seperti Sekte atau memasuki Sekte Sekte Kecil hingga Besar dan menjadi mata - mata. Junior ini meminta untuk lebih memperhatikan setiap Orang, Sekte, Dan Organisasi mencurigakan."
Mendengar itu semua Orang mulai dari Tetua Sekte, Para Kaisar, bahkan Pemimpin dari Istana Prasasti terduduk lemas, mereka marah karena perbuatan Istana Barat beserta Aliansinya, mereka malu karena mereka kalah pintar oleh bocah berumur 9 tahun, mereka juga menertawai kebodohan mereka.
Karena situasi canggung, Qin Yun mengeluarkan banyak kertas lalu membagikannya kepada para Senior lalu berkata sambil menunjuk racun: "Senior, ini adalah peta markas Organisasi 7 Bunga Dosa dan yang satunya adalah resep penangkal dari Racun itu"
"Peta markas Organisasi 7 Bunga Dosa saya dapat dari para Pembunuh 3 hari yang lalu jadi saya sendiri tidak tau itu asli atau tidak. Dan kalau resep penangkal Racun, saya yang buat sendiri, itu bisa mengobati Racun itu mulai dari Pendekar Tahap Pertapa kebawah, Tahap Pertapa keatas tidak ada efek apapun, jadi jika ada seseorang dengan Tahap beladiri Pertapa keatas suruh ia menemui saya atau jika penting saya yang akan pergi mengobati orang tersebut" Lanjut Qin Yun dengan hormat.
Semua orang yang mendengar itu semakin menghormati dan memuji kepintaran Qin Yun, tak terkecuali Pemimpin Istana Prasasti dan Ketua Sekte Gunung Bunga Persik yang biasanya hanya diam dan menyimak.
Setelah berbicara panjang lebar akhirnya semuanya kembali ketempatnya masing masing, semua Sekte kecil dan menengah kembali kesekte.
Diistana kini hanya tersisa Ketua Sekte Besar dan murid - muridnya, para Kaisar dan Putra Putrinya. Semua Pendekar Muda yang ada diistana hanya berusia 9 hingga 10 tahun tetapi Aura yang dikeluarkan semuanya adalah Pendekar Bergelar tahap Awal.
Para Ketua Sekte dan Kaisar memperkenalkan dan menyombongkan Murid atau Putra Putri mereka, tetapi mereka tidak berani menyombongkan kepada Lin Feng dan Kaisar Qin Long.
Setelah berkenalan dengan para Murid dan Putra Putri kekaisaran, Qin Yun pamit duluan dengan alasan ia ingin beristirahat, semua yang disana memaklumi karena Qin Yun berusia 9 Tahun tetapi sudah memiliki pemikiran dewasa.
Sebenarnya Qin Yun ingin mencari seseorang yang menarik perhatiannya, saat ia berkenalan dengan Murid dari Sekte Dewa Iblis dan Putri dari Kekaisaran Xiao, ia melihat seseorang wanita yang mengeluarkan aura nyaman tetapi cukup menindas.
Setelah berputar putar cukup lama Qin Yun menemukan seorang wanita bertopeng sedang duduk ditepi kolam ikan, Qin Yun menghampiri wanita tersebut, Seingat Qin Yun wanita itu bernama Xiao Yuelan, Xiao Yuelan yang melihat seorang pemuda bertopeng menghampirinya ia menjadi waspada.
Xiao Yuelan bertanya dengan dingin: "Siapakau?"
"Ahh....Aku Qin Yun" Kata Qin Yun, Walau Xiao Yuelan menggunakan topeng Qin Yun mengetahui Xiao Yuelan memiliki sifat dingin.
"Oh...Pangeran Qin Yun, Ada apa kemari?, bukankah kau seharusnya menerima banyak pujuan dari kepintaranmu dan kemampuanmu itu" tanya Xiao Yuelan dingin.
Qin Yun mengerti maksud Xiao Yuelan, lalu ia tersenyum dan menjawab: "Sebenarnya aku penasaran dengan seorang jenius Sekte dari Sekte Dewa Iblis dan Seorang Putri Kekaisaran Xiao, jadi bagaimana kalau kita bertaruh? kalau aku memenangkan pertarungan ini kau harus membuka topengmu, dan jika aku kalah kau bebas meminta apapun"
__ADS_1
"Baiklah kalau aku menang, aku akan menamparmu Sepuluh kali bagaimana?" Jawab Xiao Yuelan dengan datar.
"Bukankah itu tidak adil... Kalau aku menang biarkan aku menciummu bagaimana?" Kata Qin Yun dengan bercanda sambil tertawa.
"Baik" jawab Xiao Yuelan dengan percaya diri karena saat ini Xiao Yuelan berada di Pendekar Bergelar tahap Menengah, ia merasakan bahwa Qin Yun hanya berada di Pendekar Bergelar tahap Awal, jadi ia percaya diri memenangkan pertandingan ini.
Qin Yun terkejut lalu berkata dengan serius: "Berikan benda yang bisa menjadi taruhan, aku sudah tidak mempercayai perkataan seseorang, bagaimanapun aku sudah pernah diambang kematian karena omongan seseorang" kata Qin Yun, Xiao Yuelan tidak terkejut karena ia tau sejarah menyakitkan Qin Yun.
Qin Yun menyerahkan salah satu Kitab yang diberikan Gurunya untuk dipelajari, mungkin gurunya akan muntah darah mengetahui kitab yang ia berikan dipakai taruhan, Xiao Yuelan juga mengeluarkan Salah satu Kitab jurus yang ia pelajari dan diserahkan kepada Qin Yun.
Qin Yun mengisi botol kosong dengan air lalu melemparkannya keudara, Setelah botol itu pecah, Xiao Yuelan mengeluarkan Aura Pendekar Bergelar Tahap Menengah, Qin Yun juga mengatur Kultivasinya ketahap yang sama dengan Xiao Yuelan.
Xiao Yuelan terkejut tetapi ia tidak memikirkannya lebih lanjut, Setelah bertukar puluhan hingga ratusan jurus, Qin Yun mulai mendominasi bagaimanapun ia sudah berlatih keras dengan Lin Feng dan Para Siluman yang ia bunuh.
Saat ini Pedang Qin Yun hanya berjarak 1 Cm dari Xiao Yuelan, Ia berkata: "Kau kalah"
Qin Yun juga mengetahui alasan Xiao Yuelan menggunakan Topeng adalah karena wajahnya yang terlalu sempurna, alasan yang sama dengan Qin Yun tetapi Qin Yun terpaksa membiarkan para Senior melihat wajahnya, agar mereka mempercayai Qin Yun.
Jadi para Murid Sekte Besar dan Putra Putri Kekaisaran tidak mengetahui wajah pasti Qin Yun, yang mereka tau hanyalah Qin Yun sangat tampan.
Setelah Xiao Yuelan mengingat kembali taruhan itu, ia baru mengingat bahwa jika ia kalah ia harus menerima ciuman dari Qin Yun, kalau tidak Qin Yun akan membawa pergi Jurus yang ia pelajari, karena siapapun Murid dari sekte tau bahwa jika seseorang memberikan Kitab Jurus keorang lain, murid itu akan dihukum mati.
Raut wajah Xiao Yuelan menjadi sedih membuat Qin Yun merasa bersalah, lalu ia berkata: "Karena aku baik hati, aku akan biarkanmu memilih aku yang menciummu atau kau yang menciumku?"
"Baiklah aku yang menciummu" Setelah berpikir cukup lama Xiao Yuelan mengambil keputusan, ia berpikir lebih baik mencium dari pada dicium.
"Tutup matamu" Lanjut Xiao Yuelan dengan wajah memerah.
Qin Yun membuka topengnya, Xiao Yuelan terpana melihat wajah Qin Yun, ia menduga bahwa Qin Yun bukan manusia.
__ADS_1
Qin Yun menutup matanya ia merasa Xiao Yuelan ingin mencium pipi sebelah kanannya, Qin Yun tersenyum nakal, saat bibir Xiao Yuelan berjarak 1 Cm dengan pipinya, Qin Yun menghadapkan mukanya kesebelah kanan sehingga bibirnya dan bibir Xiao Yuelan bersentuhan, Xiao Yuelan tersadar ada yang salah ia membuka matanya dan ia sadar ia malah mencium bibir Qin Yun.
Xiao Yuelan mundur beberapa langkah satu tangannya memegang bibir, satunya lagi menggenggam erat pedang miliknya. Lalu berkata dengan malu tetapi nada serius: "Kau.... Kau harus tanggung jawab"
"Tanggung Jawab? apakah kau ingin aku menjadi tunanganmu?" Kata Qin Yun dengan ekspresi mengejek.
Xiao Yuelan tidak menjawab ia sadar ia juga salah karena taruhan dengan seorang pemuda licik seperti Qin Yun. Setelah mengembalikan kitab masing - masing, Xiao Yuelan menceritakan tentang dirinya.
Qin Yun terpana dengan perubahan sikap Xiao Yuelan, setelah saling bercerita mereka merasa semakin dekat, tanpa sadar mereka sudah berduaan ditaman hingga larut malam, saat ini Qin Yun berkata dengan datar : "Sudah larut malam, aku akan mengantarkanmu kekediamanmu"
"Mengapa kau ingin mengantarku?" Tanya Xiao Yuelan datar, tetapi sebenarnya ia merasa senang karena sikap perhatian Qin Yun.
"Sebagai Calon Suami yang baik aku harus menjaga Calon Istriku" Kata Qin Yun dengan senyum menggoda.
Setelah sampai didepan kediaman yang diberikan kekaisaran Qin kepada Xiao Yuelan untuk ditinggali, Qin Yun hendak berpamitan kepada Xiao Yuelan, tetapi saat ia ingin pergi tangan Xiao Yuelan menarik tangan Qin Yun, lalu Xiao Yuelan mencium pipi Qin Yun sambil berbisik: "Sampai bertemu lagi"
Hal itu membuat Qin Yun terdiam dan terkejut, malam itu sangat sunyi hingga membuat detak jantung Qin Yung yang berdebar kencang terdengar, saat ia tersadar ia melibat Xiao Yuelan sudah memasuki kediamannya.
Qin Yun berusaha tidak memikirkan lebih lanjut, tetapi hal itu berputar - putar dikepalanya, walau ia berusia 9 Tahun, tetapi ia memiliki mental seorang maniak beladiri setelah mendapatkan ingatannya, tetapi fakta bahwa dikehidupan sebelumnya Qin Yun belum pernah
menggandeng tangan wanita sungguh memalukan.
Qin Yun kembali kekediaman Pangeran Pertama, ia memasuki kediaman Pangeran Pertama dengan wajah memerah, itu membuat Qin Feng Curiga ada hal besar terjadi tadi.
Bulan berganti Matahari, menandakan Pagi sudah tiba, Semua Orang yang berada diKekaisaran Qin sedang bersiap - siap untuk kembali ke Sekte dan Rumah masing masing. Kaisar Qin Long, Permaisuri Lin, Qin Feng, dan Qin Yun mengantar para rombongan hingga depan gerbang istana.
Hal yang membuat semua orang bingung adalah Xiao Yuelan, gadis yang biasanya terlihat dingin kini terlihat malu - malu, semua orang berpikir hal besar apa yang terjadi kemarin.
Kecuali Qin Feng ia mengaitkan kejadian hari ini dengan kejadian kemarin, tetapi ia tidak memikirkan hal itu lebih lanjut.
__ADS_1