Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Ilmu Pedang 72 Iblis dan Dewa - Titisan Dewa?


__ADS_3

Setelah sarapan Xiao Yun mulai berjalan ke arah Perpustakaan Sejuta Naga, sesampainya didepan Perpustakaan, Xiao Yun melihat keributan. Ia melihat Hong Yan sedang beradu mulut dengan seseorang.


"Kau.....Bagaimana bisa kau menampar adikku?" Teriak Hong Yan kesal, seseorang yang beradu mulut dengan Hong Yan adalah Tuan Muda dari Bangsawan Wen, Wen Zhong.


Bangsawan Wen adalah salah satu bangsawan Kekaisaran Hong, yang diyakini akan memberontak tetapi masih tidak ada bukti sampai sekarang.


Wen Zhong menyeringai lalu berkata: "itu karena adikmu menolak menjadi selirku". Mendengar perkataan Wen Zhong, Hong Yan marah besar.


"Senior ada apa disini?" tanya Xiao Yun kepada salah satu Senior disana, Senior itu melirik Xiao Yun lalu berkata: "Dia adalah Wen Zhong, tuan muda bangsawan Wen. Wen Zhong ingin menjadikan Hong Mengshu sebagai selirnya, tetapi ditolak mentah mentah, karena itu seorang Tetua Sekte dari keluarga Wen menampar Hong Mengshu, Hong Yan sebagai kakaknya jelas tidak terima itu. Hah......Sebenarnya di Sekte ini bahkan identitas bangsawan tidak berpengaruh hanya dengan dukungan tetua Sekte kau bisa mendapatkan perlindungan"


Xiao Yun mengerti secara kasar apa yang dikatakan senior itu, Xiao Yun tersenyum lalu melesat menggunakan Langkah Bintang ke arah rumah Jian Long.


Karena kecepatan dari Langkah, Bintang Xiao Yun akhirnya sampai didepan rumah Jian Long, disana ia melihat Jian Long dan Ming An sedang berbicara, Jian Long yang melihat muka sedih Xiao Yun bertanya: "Bocahhh....Kenapa kau sedih?"


"Hahhh......Ketua Sekte, sebagai Ketua Sekte apa kau tau ada diskriminasi di Sekte Naga Langit?" kata Xiao Yun sedih, muka Jian Long berubah marah: "Diskriminasi?, siapa yang menindas secara kelompok di Sekteku ini?"


Xiao Yun kemudian menjelaskan tentang Hong Yan, Hong Mengshu dan Wen Zhong. Setelah itu Ketua Sekte dan Ming An melesat dengan kecepatan maksimal ke arah Perpustakaan Sejuta Naga.


Xiao Yun tau dari Ming An bahwa Jian Long tidak suka adanya Diskriminasi dan Penindasan di Sekte Naga Langit. Xiao Yun tersenyum licik lalu berkata dalam hati: "Masalah pertama selesai"

__ADS_1


Sebenarnya Xiao Yun tidak memedulikan Diskriminasi dan Penindasan, tetapi setelah ia melihat Roh Beladiri Wen Zhong ia mempunyai niat Licik. Roh Beladiri Wen Zhong adalah Cahaya yang artinya kebalikan dari Kegelapan. Hal itu membuat Xiao Yun ingin memilikinya untuk membuat jurus jurus Berelemen Cahaya, terdengar kejam.


Xiao Yun kemudian melesat menuju ke arah Perpustakaan Sejuta Naga, sesampainya disana ia tidak melihat lagi keributan, setelah bertanya Xiao Yun mendapatkan kabar bahwa Wen Zhong dan Tetua dari keluarga Wen sedang di penjara dibawah tanah.


Xiao Yun kemudian memasuki wilayah Perpustakaan Sejuta Naga, disana ia melihat Hong Yan dan Hong Mengshu sedang berbaris untuk memasuki Perpustakaan Sejuta Naga, Xiao Yun kemudian berbaris dibelakang Hong Mengshu, lalu berkata: "Saudari Mengshu, aku dengar tadi kau ditampar Tetua dari keluarga Wen, apa kau tidak apa apa?"


Hong Mengshu dan Hong Yan berbalik, ia menemukan pemuda yang mereka kenal, sontak Hong Mengshu memeluk Xiao Yan hal itu dilihat ratusan murid yang berbaris untuk memasuki Perpustakaan Sejuta Naga.


Suasana hening sebelum ramai membicarakan identitas Xiao Yun, Hong Mengshu berkata: "Aku tidak apa apa karena ada Ketua Sekte yang menolongku dan kakakku"


Sesudah itu Jian Long dan Ming An memasuki wilayah Perpustakaan Sejuta Naga, "Hormat Ketua Sekte, Hormat Tetua Ming An" kata semua murid disana dengan hormat, Jian Long dan Ming An tersenyum lalu mengangguk. Jian Long melirik Xiao Yun, Hong Mengshu, dan Hong Yan.


Xiao Yun berkata pelan: "Jarang jarang sekali Ketua Sekte baik padaku". Walau pelan tetapi terdengar semua orang yang ada disana karena suasana diruangan sedang hening.


"Bocah, sebaiknya kau cepat sebelum aku berubah pikiran" kata Jian Long, Xiao Yun yang mendengar itu lalu melesat menuju lantai 2, lantai dimana pengetesan dilakukan. Hong Yan dan Hong Mengshu juga berterima kasih kepada Jian Long sebelum menyusul Xiao Yun.


Dilantai 2, Xiao Yun melihat seorang pria sepuh lalu bergumam sendiri: "Tahap Immortal tingkat Kesengsaraan 9"


Perkataan Xiao Yun itu di dengan oleh pria sepuh tersebut, pria sepuh itu melihat Xiao Yun dan berkata: "Masih ada langit diatas langit". Xiao Yun terdiam dan mencerna perkataan pria sepuh tersebut.

__ADS_1


"Maksud tetua masih ada tahap yang lebih tinggi dari tahap Immortal?" Tanya Xiao Yun, Pria sepuh itu mengangguk lalu berkata: "Kau akan kuberi tau nanti jika kau sudah mencapai Pendekar Raja Puncak"


Xiao Yun mengangguk, ia memikirkan perkataan Pria Sepuh tersebut, ia mengingat kembali Biksu yang ia temui saat ia menjadi 'Pendekar Hitam Putih', ia menduga memang ada tahap yang lebih tinggi dari Tahap Immortal.


"Teteskan darahmu ke batu ini dan tempelkan tanganmu, jika ada ingatan yang mencoba memasuki kepalamu jangan ditolak tetapi diterima dan resapi" Kata Pria Sepuh itu menjelaskan, Xiao Yun mengikuti apa yang dikatakan Pria Sepuh itu, lalu muncul ingatan tentang Ilmu Pedang 72 Iblis dan Dewa diingatannya. Xiao Yun masih menutup matanya mencerna apa yang ada di Ilmu Pedang 72 Iblis dan Dewa.


Sedangkan pria sepuh yang merasakan Xiao Yun mengeluarkan Aura Pembunuh yang pekat membuatnya mendatangi Xiao Yun, sesampainya Pria Sepuh itu didepan Xiao Yun ia melihat gambar Bunga Lotus dan Pedang diatas Bunga Lotus itu, gambar itu terletak di dahi Xiao Yun dan berwarna merah darah.


Aura Pelindung keluar dari tubuh Xiao Yun yang membuat tabrakan dua Aura , antara Aura Pelinding dan Aura Pembunuh. Tabrakan dua Aura itu membuat pria sepuh itu sesak nafas, semua murid yang ada dilantai 1 menjadi pingsan. Jian Long dan Ming An menjadi waspada, Ming An mengkhawatirkan Xiao Yun yang ada di lantai 2.


Xiao Yun juga yang awalnya berdiri tegak kini berbaring pingsan, lelaki sepuh itu membawa Xiao Yun kesuatu tempat agar tidak membahayakan murid murid sekte lain.


Sementara itu di alam bawah sadar Xiao Yun, Xiao Yun sedang berbaring lemas, ia dihampiri oleh dua orang, yang satu menggunakan jubah berwarna hitam mengeluarkan Aura Pembunuh Pekat, dan yang satu lagi menggunakan jubah berwarna putih mengeluarkan Aura Pelindung yang membuat Xiao Yun nyaman.


"Anak muda, perkenalkan aku Dewa Kehidupan dan dia Dewa Kematian" kata orang Berbaju Putih. Xiao Yun mengerutkan dahi lalu bertanya: "Dewa? Kalau kalian benar benar Dewa mengapa kalian menghampiriku yang hanya manusia biasa?"


"Hanya manusia biasa? kau bodoh sekali, kau sudah disetujui langit untuk menjadi dewa, sekarang kau adalah titisan dewa. Kau hanya perlu membangkitkan darah dewamu" kata Dewa Kematian Kesal. Muka Xiao Yun berubah jelek: "Titisan Dewa? kalau aku benar benar titisan dewa, bagaimana cara membangkitkan darah dewaku?"


"Ya, kau benar benar sudah menjadi titisan dewa, apakau ingat saat kau terkena petir berwarna merah darah? ( C. 11 ). Petir itu adalah perantara langit untuk menyetujuimu menjadi dewa. Cara membangkitkan darah dewa adalah menyucikan Roh Beladiri Iblis, dan mengalahkan penyesalan dalam hidupmu" Kata Dewa Kehidupan.

__ADS_1


"Kami disini untuk bertanya, apa kau akan menjadi orang baik atau orang jahat sepertiku" tanya Dewa Kematian. Xiao Yun bingung dengan pertanyaan menjebak itu, Xiao Yun tersenyum lalu menjawab: "Entahlah, aku akan baik kepada orang orang baik. Dan Jahat kepada orang jahat".


__ADS_2