Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Makam Kuno: Kaisar Dewa Ke-3 - Permainan


__ADS_3

Keesokan paginya Xiao Yun sarapan bersama Ming An, setelah makan Ming An berkata dengan khawatir: "Yun'er apakau yakin akan pergi sendiri nak?"


"Yakin Ayah, Ayah tidak perlu khawatir, karena yang masuk ke dalam sana hanya Pendekar Kaisar Kehidupan kebawah sedangkan aku sudah berada di Pendekar Suci tahap Awal" Kata Xiao Yun tersenyum sambil mengeluarkan Aura Pendekar Suci tahap Awal ( Gerbang Pendahuluan )


Gerbang Suci



Pendahuluan


Penderitaan


Kesembuhan


Kebencian


Kesendirian


Keajaiban


Kehidupan


Kematian



Ming An terkejut karena merasakan Aura Pendekar Suci dari tubuh Xiao Yun, Ming An bertanya: "Nak, bagaimana bisa kau naik secepat ini?, bagaimana nanti kau masuk ke Makam Kuno?"


"Hehe, tenang saja ayah aku selalu punya cara" kata Xiao Yun datar, Jian Long mengetuk pintu dan berbicara: "Bocah, kalau kau mau ikut ke Makam Kuno mari berangkat bersama". Setelah pamit kepada Ming An, Xiao Yun dan Jian Long menuju ke arah Makam Kuno.


Tak lama kemudian Xiao Yun melihat banyak sekali orang yang hadir untuk memasuki Makam Kuno. Disana Xiao Yun juga menemukan kelompok dari Sekte Naga Langit dipimpin oleh Jian Hu ( / Cucu laki laki Jian Long ).


"Saya beri tahu aturan masuknya, Yang pertama yang masuk harus dibawah umur 12 - 17. Yang kedua dibawah Pendekar Kaisar tahap kehidupan kecuali memiliki plakat izin masuk, Yang ketiga adalah di Makam Kuno memiliki aturan Ruang dan Waktu, Satu tahun di Makam Kuno sama dengan Satu Hari di dunia luar. Kalau Begitu silahkan masuk!" Suara muncul dari Makam Kuno.

__ADS_1


Boommmm......


Pintu masuk makam kuno terbuka lebar, semua yang ada disana masuk begitu pula Xiao Yun, karena ada aturan ruang waktu semua murid yang memasuki makam kuno muntah muntah karena pusing.


Xiao Yun tak sengaja melihat Feng Xia, Murid Sekte Bunga Darah, memang benar Makam Kuno tidak memiliki aturan Aliran Putih atau Hitam.


Setelah Para Murid membiasakan diri, mereka malah berperang satu sama lain, hanya karena keserakahan banyak korban berjatuhan.


Xiao Yun kemudian berjalan kedepan tak memedulikan perang dibelakangnya, Xiao Yun juga melihat banyak tulang belulang didepannya.


Entah itu mati karena kelaparan, kehabisan darah karena peperangan, atau mati karena jebakan, satu hal yang Xiao Yun tau pasti adalah mayat mayat itu adalah orang orang yang masuk kemari 10 Tahun lalu.


Tiba - tiba sebuah belati terbang ke arah Xiao Yun, Xiao Yun mengambil belati beracun itu dengan dua jari, ia melihat ia diserang oleh Feng Xia, Xiao Yun tersenyum lalu berkata: "Feng Xia kita bertemu lagi, seharusnya aku mengambil janjimu itu bukan?"


"Siapakau?" Tanya Feng Xia datar, Xiao Yun kemudian menjawab: "Aku yang menolongmu saat kau hampir terbunuh oleh para siluman serigala"


Feng Xia mengingat kembali kejadian itu, Feng Xia berkata: "Oh ternyata kau, baguslah kau disini aku akan membunuhmu agar tidak ada yang mengetahui kejadian memalukan itu". Feng Xia kemudian berlari ke arah Xiao Yun dengan membawa pedang di tangan kanannya.


Disisi lain Feng Xue hanya menatap punggung Xiao Yun dengan tatapan kosong.


Xiao Yun masih berlari dengan Langkah Bintang sambil menghindari jebakan jebakan yang ada di Makam Kuno, Xiao Yun berkata dalam hati: "Jebakan jebakan ini cukup merepotkan, untung saja aku sudah di ranah pendekar suci dan memiliki Mata Surgawi yang membuatku semakin teliti"


Tiba tiba Xiao Yun merasa bahwa salah satu benda yang ada di Cincin Ruang bergetar, Xiao Yun mengeluarkan Energi dan mengirimnya menuju Cincin Ruang. Ia melihat gelang peninggalan ibunya ( C. 11 ) bergetar. Xiao Yun kemudian mengeluarkan gelang itu dari Cincin Ruang.


Gelang itu terbang menuju arah tertentu, Xiao Yun merasa gelang itu seperti ingin menunjukan sesuatu kepada Xiao Yun, Xiao Yun berjalan sambil menghindari jebakan jebakan tersebut.


Entah berapa lama Xiao Yun berjalan, akhirnya ia menemukan sebuah ruangan yang didalamnya berisi peti mati seperti peti mayat.


Xiao Yun mengetuk ngetuk peti mati itu, tiba tiba peti mati itu terbuka, Xiao Yun melihat seorang Pria Sepuh sedang terbaring, tiba tiba mata Pria Sepuh itu terbuka, Pria Sepuh itu berkata: "Anak muda, mengapa kau disini?"


"Entahlah, mengapa aku disini aku juga tidak tau, aku diantar oleh sebuah gelang" Kata Xiao Yun setelah sadar dari terkejutnya, Xiao Yun juga menunjukan gelang pemberian dari ibunya kepada Pria Sepuh itu, Pria Sepuh itu berkata dengan senang: "Akhirnya ada yang menemukan kunci peti mati ini setelah berjuta juta tahun aku disini"


"Kunci? Tapi kek Kakek siapa? mengapa bisa ada di Makam Kuno?" Tanya Xiao Yun penasaran, Kakek itu menghela nafas lalu menjelaskan tentang apa yang terjadi jutaan tahun lalu.

__ADS_1


Dari Penjelasan itu Xiao Yun menyadari suatu hal, yaitu jutaan tahun lalu Alam Surgawi berperang dengan Alam Neraka ( / Alam tempat dihuninya para Iblis ).


Xiao Yun juga menyadari bahwa Dewa di Alam Surgawi adalah manusia biasa yang memiliki kekuatan lebih dan meminta persetujuan kepada langit untuk menjadi dewa. Setelah disetujui oleh langit manusia itu berubah menjadi Dewa Sepenuhnya.


"Jadi, Kakek ini siapa?" Tanya Xiao Yun penasaran karena ia masih tidak mengetahui identitas lelaki sepuh di depannya, Lelaki itu tersenyum bangga dan menjawab: "Julukanku di Alam Surgawi adalah Kaisar Dewa, seperti di Alam lainnya, Alam Surgawi hanya memiliki satu pemimpin, Yaitu Kerajaan Dewa, dan Aku adalah Kaisar Ke-3 dari Kerajaan Dewa"


"Lalu mengapa Kakek disini?" Tanya Xiao Yun sungguh ia penasaran dengan apa yang terjadi kepada lelaki sepuh didepannya ini, Lelaki Sepuh itu berbicara dengan nada kesal: "Dulu saat aku bertarung dengan Kaisar Iblis, kami imbang satu sama lain, tetapi Kaisar Iblis berhasil menanamkan kutukan kepada diriku. Aku memutuskan untuk turun tahta dan mencari penangkal kutukan ini...


...Akhirnya setelah jutaan tahun aku tidur di Peti ini aku berhasil menghilangkan kutukan itu, tetapi saat aku mencoba membuka peti ini dengan kunci, Kunci itu menghilang entah kemana, Sekarang Kunci itu ada di tanganmu nak. Nak tolong bantu aku, akanku beri apapun yang kau mau" Kata Pria Sepuh itu.


"Baiklah, apa yang bisa kakek berikan, sebenarnya gelang ini adalah satu satunya peninggalan ibuku jadi aku harus mendapatkan hal yang lebih baik" kata Xiao Yun datar. Lelaki sepuh itu berpikir lalu berkata: "Aku bisa memberimu peta dari makam ini"


Xiao Yun tersenyum licik lalu berkata: "Baiklah, biarkan aku melihatnya sebentar, aku tidak bisa percaya kepada orang yang baru ku kenal".


Lelaki Sepuh itu mengeluarkan sebuah peta dari cincin ruangnya, Lelaki sepuh itu membuat peta itu melayang di depan Xiao Yun, Xiao Yun kemudian melihat peta itu secara seksama dengan Mata Surgawi miliknya.


Setelah semenit melihat, Xiao Yun berhasil menghapal peta itu, Xiao Yun kemudian menggelengkan kepala dan berkata: "Aku tidak butuh peta dari Makam Kuno, aku ingin yang lain"


"Baiklah bagaimana kalau kita bermain permainan?, Aku akan mengeluarkan 5 Cincin Ruang dan kau memilih Dua dari Lima Cincin Ruang itu, Dua Cincin Ruang yang kau pilih akan ku beri untukmu beserta isinya" Kata Pria Sepuh itu setelah berpikir, Xiao Yun kemudian bertanya kepada Lin Yun'er dalam hatinya: "Yun'er bisakah kau melihat isi dari Cincin Ruang?"


"Ya, aku bisa mencobanya" suara Lin Yun'er dari dalam kepala Xiao Yun, setelah mendengar perkataan Lin Yun'er, Xiao Yun kemudian menyetujui hal itu kepada Lelaki Sepuh itu.


Lelaki Sepuh itu mengeluarkan 5 Cincin Ruang miliknya, lalu berkata: "Cepat anak muda, aku sudah tidak tahan dengan peti mati ini".


"Pilih yang ke dua dan ke lima, cepatt!" suara Lin Yun'er dari dalam kepala Xiao Yun, Xiao Yun berpikir sebentar lalu berkata kepada lelaki sepuh itu: "Aku memilih yang ke dua dan ke lima kek"


Lelaki sepuh itu terkejut oleh pilihan Xiao Yun, jelas karena Cincin Ruang 2 dan 5 adalah yang terbaik dari yang lainnya, Lelaki sepuh itu memberikan 2 Cincin Ruang yang satu berwarna kuning pucat dan yang satunya berwarna merah darah, Lelaki itu berkata dalam hati: "Sial, mengapa anak ini tau mana yang bagus"


Setelah melakukan Kontrak darah dengan Cincin Ruang, Xiao Yun kemudian meletakan Gelang peninggalan ibunya kedalam tempat tertentu, gelang itu langsung menghilang seperti dihisap oleh sesuatu.


Klakkk...........


Tak lama kemudian lelaki sepuh itu berdiri dan berkata: "Anak muda, walau aku harus rugi tetapi setidaknya aku mendapatkan hal yang setimpal, Aku tunggu kau di Alam Surgawi" kata lelaki itu sambil menghilang.

__ADS_1


__ADS_2