Perjalanan Sang Pendekar

Perjalanan Sang Pendekar
Sekte Pulau Es: Kemenangan


__ADS_3

Melihat kepala Seruling Neraka membuat gejolak semangat Aliran Putih menjadi jadi, Xiao Yun juga memasukan kembali belatinya, ia mulai mengeluarkan Pedang Iblis, suasana yang awalnya dingin kini udara disekitar Xiao Yun menjadi panas.


Banyak tatapan keserakahan dari pendekar aliran Hitam maupun Putih, tetapi mereka sadar bahwa Xiao Yun adalah orang yang tidak boleh disinggung, Xiao Yun juga menyadari tatapan itu.


Xiao Yun mulai menggunakan Langkah Bintang ke para pendekar Aliran Hitam, Xiao Yun juga menggunakan Ilmu Pedang 36 DewaIblis, Keagungan dan kehaus darah menyatu dalam semua gerakan Xiao Yun, Jian Long juga menyadari bahwa Ilmu Pedang yang Xiao Yun gunakan adalah percampuran dari dua kitab di Perpustakaan Sejuta Naga.


Gerakan Xiao Yun yang awalnya kaku, perlahan menjadi semakin Agung dan Ganas, entah berapa manusia yang mati di tangan Xiao Yun, Xiao Yun tidak memedulikan itu, ia hanya menggunakan kejadian hari ini sebagai latihan dari Ilmu Pedang 36 DewaIblis.


Xiao Yun juga melihat Long Aoutian dengan semangat juang membantai para Aliran Hitam, setelah mengkonfirmasi bahwa teman temannya aman, Xiao Yun melanjutkan pembantaian yang ia lakukan.


Banyak generasi yang lebih tua memperhatian gerakan Xiao Yun dan mulai bertanya tanya kepada Jian Long, Jian Long hanya tersenyum. Jujur Jian Long juga tidak menyangka Xiao Yun berhasil menyatukan dua jurus yang saling bertolak belakang.


Banyak yang memuji kejeniusan dari para Pendekar Muda.


Hanya beberapa menit sudah banyak korban dari Aliansi Aliran Hitam, hal itu membuat Ketua Sekte Tengkorak Hitam, Kalajengking Merah, Darah Iblis, dan Bangsawan Wen panik.


Saat mereka ber-4 ingin pergi melarikan diri, Ketua Sekte Pulau Es bertanya: "Kalian sudah datang, mengapa ingin langsung pergi?". Pertanyaan itu membuat Ketua Sekte Tengkorak Hitam, Kalajengking Merah, Darah Iblis, dan Bangsawan Wen semakin panik.


Semua orang disana tidak bisa menahan untuk tidak tertawa melihat muka pucat dari Aliansi Aliran Hitam, Ketua Sekte Tengkorak Hitam berkata: "Kalian aliran putih, harus memaafkan kami, kami disini untuk mengucapkan selamat atas kesembuhan Ketua Sekte Pulau Es"

__ADS_1


"Kau pikir kami bodoh?" Kata Ketua Sekte Pulau Es, sebelum memenggal kepala Ketua Sekte Tengkorak Hitam, Kalajengking Merah, Darah Iblis, dan Bangsawan Wen.


Ketua Sekte Kuil Lonceng Emas berkata kepada Jian Long sambil melirik Xiao Yun yang sedang membersihkan darah darah di Pedang Iblis: "Saudara Jian, muridmu itu mengeluarkan Aura yang mengangumkan dan menakutkan saat tadi melawan Aliran Hitam, tetapi sekarang ia malah mengeluarkan aura yang sangat suci, bukan Aura Pembunuh seperti orang yang habis membunuh banyak orang". Ketua Sekte yang ada disana mengangguk mendengar perkataan Ketua Sekte Kuil Lonceng Emas.


"Entahlah aku juga sebagai Ketua Sekte saja tidak tau apa yang dia pelajari selama 15 Tahun ini, Bahkan Ayahnya saja tidak tau apa yang dilakukan anaknya selama 15 Tahun" kata Jian Long sambil melirik Ming An, Ming An juga mengangguk. Ketua Sekte Pulau Es yang tau identitas Xiao Yun berkata sambil tertawa: "Sepertinya anak dari Pendekar Topeng Giok sangat tampan, bagaimana kalau aku jodohkan dengan cucuku"


Perkataan Ketua Sekte Pulau Es tidak disambut hangat oleh Ketua Sekte lainnya, sebagai seorang yang sudah lama di dunia Pendekar, jelas mereka tau potensi Xiao Yun jika dibiarkan lebih lama, Xiao Yun akan berkembang pesat.


Para Pendekar Muda juga banyak yang iri kepada Xiao Yun, karena ia berhasil menarik perhatian banyak Ketua Sekte Aliran Putih. Sedangkan Ming An hanya menggaruk kepalanya dengan canggung.


Sehari telah berlalu sejak penyerangan Aliran Hitam ke Sekte Pulau Es, Pulau Es kini menjadi berwarna merah karena darah yang bercecerah menjadi membeku, Tidak ada korban jiwa dari Murid Aliansi Aliran Putih, hanya luka luka saja.


Berita itu sudah menyebar luas kekalangan masyarakat, banyak orang bertanya tanya tentang siapa yang berhasil membunuh Seruling Neraka.


"Saya berterima kasih kepada semuanya karena telah membantu saya dan Sekte saya, karena itu saya mengadakan pesta kecil kecilan untuk merayakan kesembuhan saya dan kemenangan kita kemarin" Kata Ketua Sekte Pulau Es, setelah makan makan mereka mulai membahas tetang kejadian kemarin.


"Menurut kalian, siapa yang membunuh Seruling Neraka, dan siapa yang membantu kita menetralisir bahkan melawan balik alunan nada dari Seruling Neraka" kata salah satu Ketua Sekte menengah. Ketua Sekte Gunung Bunga Persik berkata: "Entahlah, yang jelas kita sangat berterima kasih dan berhutang nyawa kepada orang itu, mungkin kalau dia tak membantu kita menetralisir alunan dari Seruling Neraka, mungkin sekarang kita tidak ada disini"


Setelah berpesta dan mengobrol ngobrol untuk membahas Turnamen Pendekar Muda yang akan diadakan 6 bulan lagi, mereka semua beristirahat di tempat yang disediakan oleh Sekte Pulau Es.

__ADS_1


Sesampainya dirumahnya, Xiao Yun berkata kepada Lin Yun'er: "Yun'er masih ada 6 Bulan lagi, untuk Turnamen Pendekar Muda, sebaiknya apa yang harus kulakukan untuk menunggu 6 bulan lagi?"


"Banyak yang bisa kau lakukan sebenarnya, kau bisa mencari bintang lagi. Atau mungkin berlatih, kau memang bisa dibilang jenius di Alam Bumi dan Alam Langit tepati diAlam Surgawi kau hanya manusia biasa" Kata Lin Yun'er dari dalam kepala Xiao Yun. Xiao Yun berpikir kemudian bertanya: "Yun'er, apa kau bisa mencari bintang?"


"Sebenarnya aku bisa menggunakan kemampuanku untuk mencari bintang hanya saja itu membutuhkan energi yang tinggi, tetapi karena kau sudah memiliki 3 Jenis Bintang, aku bisa menggunakan kemampuan itu" kata Lin Yun'er. Xiao Yun bahagia dan berkata: "Kalau begitu, setelah kita pulang kita akan langsung mencari Bintang"


Keesokan pagi tiba, hari ini adalah hari keberangkatan Xiao Yun dan rombongannya untuk pulang ke Sekte Naga Langit. Lin Yun'er berkata dalam kepala Xiao Yun: "Bocah, aku baru sadar, aku merasakan bahwa dalam diri Ketua Sekte Naga Langit ada Aura dari Dewa Bintang, Dewa Bintang adalah jenis bintang yang langka dari mana dia mendapatkan aura itu?"


"Entahlah, aku selama ini jarang lihat Ketua Sekte keluar Sekte, mungkin kah disana ada Dewa Bintang?" Tanya Xiao Yun, kalau benar Sekte Naga Langit memiliki Dewa Bintang, itu akan menjadi hal yang menyenangkan bagi Xiao Yun, Lin Yun'er berkata datar: "Mungkin"


Kabar keberangkatan Xiao Yun dan rombongannya sudah menyebar ke semua Ketua Sekte yang hadir, Bing Ruyue, Bing Xing, Yin Hua, Yin Yue, Feng Xia merasa sedih karena harus berpisah dengan Xiao Yun.


Sedangkan Jian Ruyan dalam hati senang, karena Xiao Yun tidak bisa bertemu para gadis gadia itu. Xiao Yun sendiri tidak memikirkan itu, ia hanya memikirkan tentang Dewa Bintang yang Lin Yun'er katakan.


Semua Ketua Sekte mengantar Xiao Yun dan rombongannya menuju ke Lapangan Kosong karena disana ada Elang Paruh Emas sudah menunggu mereka. Setelah berpamitan Xiao Yun dan rombongannya mulai berangkat ke Sekte Naga Langit dengan menaiki Elang Paruh Emas.


Dijalan muka Jian Long menatap Xiao Yun dengan aneh, Jian Long bertanya: "Bocah, kau bisa menyatukan Ilmu Pedang 72 Iblis dan Dewa serta Ilmu Pedang 72 Dewa dan Iblis?". Pertanyan Jian Long itu didengar oleh Ming An, Jian Hu, dan Jian Ruyan sontak mereka bertiga kaget.


Xiao Yun mengangguk lalu berkata: "Ya, tetapi masih kaku dan aku belum sempat menyatukan semuanya, baru setengahnya. Karena aku mendapatkan Ilmu Pedang 72 Dewa dan Iblis baru baru ini" Perkataan Xiao Yun sontak membuat semuanya semakin terkejut, mata Jian Long berbinar.

__ADS_1


"Kalau kau sudah menyatukannya, beri aku salinannya" kata Jian Long dengan nada tak percaya. Xiao Yun mengangguk lalu berkata: "Ya aku memang berniat memberi salinannya kepada Sekte, tetapi jurus ini tidak akan banyak yang bisa mempelajarinya karena jurus ini diperuntukan untuk orang kejam dan suci. Seperti baik kepada orang baik, dan jahat kepada orang jahat"


Semuanya mengangguk karena mengerti garis besar dari Ilmu Pedang 36 Dewa Iblis.


__ADS_2