
Tak terasa hari berlalu dengan cepat,sebulan sudah ku bekerja bersama Drubi,banyak hal aku pelajari disini mulai memahami Teti Omazhin,Madam Aisha dan suaminya.
Aku juga bisa memasak,walau belum semua kupahami memasak tapi amat berarti untuk ku.
Mempelajari bahasa dan budaya yang berbeda suatu tantangan untuk ku,kini aku juga memahami bahasa Arab,walau tak pandai banget?
Dan tak terasa pula hari ini aku akan menerima gaji pertamaku yang akan aku kirim langsung ke kampung halamanku.
seperti biasa aku menyiapkan sarapan pagi sederhana yakni membuat Burry dan Foul yang aku tumis seďerhana.
Di meja sarapan pula sudah tersedia Keju mozerela,selai coklat,zaitun tak ketinggalan Teh hangat dan kopi.
"semua sudah selesai"gumamku
Aku pun kembali ke kamar,dan ku bangunkan Teti Omazhin untuk segera membersihkan diri dan berganti pakaian.setelah selesai semua membawanya keruang makan untuk sarapan.
Kami semua sarapan bersama,dan madam Aisha mengatakan setelah sarapan akan mengirim uang ke bank,untuk itu diperlukan identitas penerima uang yang di indonesia.
Setelah sarapan ku bergegas ke kamar mencari ktp mamaku dan langsung kuserahkan pada Madam Aisha,madam Aisha mengatakan apakah gaji mu akan di kirim semua ke indonesia"ujar nya
"aku mau kirim 250 dollar saja saja madam,sisa nya yang 50 berikan padaku"ucapku
"baiklah Asha,hari ini aku dan baba Wafa akan ke Weastrun union untuk segera ku kirim"ucap nya lagi
"terimakasih madam"ucapku lagi
Setelah madam Aisha dan baba Wafa pergi,tinggal aku dan teti Omazhin di rumah,Aku langsung membersihkan isi rumah,dan memasak menu makan siang yakni Makarona Basamil,sejenis masakan mie atau spageti yang di olah dengan daging cincang diberi toping keju mozerela dan di panggang.
setelah selesai masak aku berlanjut menemani teti Omazhin duduk manis di ruang tamu sambil memijit kaki Nya.
Tak terasa jam makan siang hampir tiba,dan bel berbunyi "apakah itu madan Aisha "ujarku
segera kubuka kan pintu,dan benar saja madam Aisha,langsung menuju ke ruang tamu,dan madam Aisha menyerahkan kertas putih yang menandakan uang sudah terkirim.
Dan kata madam Aisha juga pin tersebut harus di berikan pada mama agar mama dapat mengambil uang nya di bank/kantot pos.
Ku sunggingkan senyum,"terima kasih madam"ucapku.
Aku izin ke kamar sebentar untuk mengabari mama.
Ku ambil benda pipih yang berada di atas nakas,kucari nama anakku pada aplikasi hijau serta ku tekan nomer anakku.
__ADS_1
Tut....Tut....Tut..
bunyi panggilan telepon yang di angkat oleh Ryu.
"Mama,"ucap Ryu
Tanpa berbasa basi ku katakan pada Ryu "bahwa uang udah kirim" ucapku.
Ryu langsung bersorak gembira,dan hanya mengatakan "terimakasih mama"
Puas sudah pasti,akhirnya Bisa berkirim uang pada Ryu dan Rea.
kusimpan kembali benda pipih tersebut,kembali menyipakan makan siang untuk ditata meja makan.
Aku mengetuk pintu kamar madam Aisha,dan mengatakan" makanan sudah siap"ujarku.
Madam Aisha hanya menyunggingkan senyum tipis.
Aku pun kembali pada teti Omazhin untuk memapah nya duduk di meja makan.
makan siang di mulai dengan khidmat,dengan di selingi tawa dan senyum tiap insan penghuni rumag Drubi.
Aki hanya bisa tersenyum dan puas akan kebaikan kelurga deubi.
"sorry madam i dont listen your"
Ia hanya tersenyum dan berkata"when finished with grandma meet me in the famly room" ucapnya sambil berlalu meninggalkan kami.
Aku hanya menganggukan tanda setuju,30 menit kemudian tugas kubersama Teti Omazhin telah selesai.
Akupun bergegas menemui Madam Aisha dengan membawa segelas kopi hangat bersama cemilannya.
Tanpa berbasi basi lagi langsung ku suguhkan kopi hangat tersebut."madam,this your coffe"ucapku
madam Aisha "thangs Asha"ucap nya.
Madam Aisha juga menyuruhku duduk di sebelahnya.kami membicarakan bahwa minggu depan akan kedatangan baba Hazhiem dari Amerika.
setelah Baba Hazhim berada disini maka madam Aisha akan terbang ke Kairo mesir ujar nya.
Itu arti nya selama sebulan Aku akan di temani oleh Baba Hazhim.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya madam Aisha cerita bahwa,Madam Aisha dulu pernah hamil,dan sayangnya harus kehilangan bayi nya yang masih dalam kandungan.
Madam Aisha juga bercerita,bahwa tak akan pernah bisa memiliki anak lagi dan Baba Wafa kurang pendengarannya disebabkan kecelakaan bersama 30 tahun yang lalu.
Buliran bening mengalir di pipi keriput madam Aisha,perempuan paruh baya tersebut dibalik senyum nya menyimpan kepedihan yang mungkin untuk aku pribadi tak akan bisa menanggung beban beratnya.
Madam Aisha juga menceritakan bahwa saat ini bisa tersenyum karna Teti Omazhin,merawat dengan penuh cinta pada sang ibunda.
Madam Aisha juga menceritakan Baba Hazhim juga amat sangat baik,ramah dan berwibawa.dia adalah seorang dokter spesialis di Amerika.
"kamu tau Asha ,kehadiran mu memberi kesan tersendiri untuk ku dan suami ku" ujarnya
"Andaikan Anak kami hidup dia seusia dengan mu"ucap nya lagi.
Aku hanya bisa tersenyum memandang madam Aisha walaupun guratan kerut di wajah nya kecantikannya alamiah.
Obralan kami terhenti oleh teriakan Teti Omazhin memanggilku,aku pun bergegas berlari ke kamar Teti Omazhin.
"ada apa teti,"ujarku memandang Teti yang sudah duduk di pinggir tempat tidurnya.
Teti hanya tersenyum,sementara madam Aisha sedang menyiapkan makan malam bersama.rupanya baba Wafa memesan pizza yang sebentar lagi tiba.
Tak lama kemudian suara bel berbunyi rupa nya kurir pizza sudah berdiri di depan pintu,ku ambil dan baba Wafa memberikan 3lembar pecahan 10 dollar.
Akhirnya kami semua dengan lahap menikmati makan malam sederhana.
pizza dan softdrink orange juice.
Teti omazhin sudah habia 2 potong pizza,sama halnya madam Aisha dan baba Wafa,namun cuma aku yang rakus memakan 4 potong pizza.
Madam Aisha dan baba Wafa hanya tersenyum bahagia aku sudah bisa menyesuaikan diri selama 2 bulan tinggal bersama keluarga Drubi.
Setelah semua selesai makan malam,Teti Omazhin berpamitan terlebih dahulu untuk kembali ke kamar.
Aku menemani nya hingga Teti Omazhin terlelap tidur,akupun kembali menemani Madam Aisha berbincang di ruang keluarga.
Madam Aisha di temani dengan Baba wafa sedang bernostalgia mengingat masa mudanya,"sungguh pasangan romatis dan serasi"monologku dalam hati.
karna waktu sudah menunjukan pukul 10 malam,aku pun permisi untuk kembali ke kamar,madam Aisha hanya tersenyum.
Kurebahkan badan yang lelah ini,menerawang kehidupan madam Aisha dibalik senyum nya menyimpan sejuta kepedihan yang orang lain tak pernah tau.madam Aisha seorang yang kuat monologku.
__ADS_1
bersambung....