PerjalananAsha

PerjalananAsha
Rencana ke Allepo


__ADS_3

mentari pagi bersinar dengan terang,Asha seperti biasa melakukan aktifitasnya.


setelah mengantar Teti Omazhin ke ruang keluarga,Asha bergegas ke dapur untuk membuat sarapan.


kali ini asha akan membuat parrata makanan khas timur tengah yang terbuat dari campuran tepung terigu telor dan kamira.


setelah membuat hidangan sarapan pagi,Asha dan yang lain bergabung di meja makan tak ada percakapan hanya dentig garpu dan sendok mewarnai ruang makan tersebut.


"sha siapkan semua pakaian teti omazhin,"madam Aisha membuka percakapan


"kita semua akan pergi ke Allepo Damascus"ujar madam Aisha.


Asha hanya menganggukan kepala tanda setuju,sejak kejadian dmana hubungan khalil dan Asha berakhir,baik asha dan khalil tak pernah bertegur sapa kembali.


termasuk baba mhazin dan yang lain tak pernah menanyakan kepada Asha dan khalil lagi.


Asha sendiri di sebuah balkon,sejak bombardir beberapa minggu yang lalu keadaan Homs lebih baik,di berita di sebutkan hanya di sekitar Idlib yang masih rawan.

__ADS_1


Provinsi Idlib beserta sebagian Hama, Latakia, dan Aleppo—merupakan tempat pertahanan terakhir kelompok-kelompok pemberontak dan jihadis yang mencoba menggulingkan Presiden Al-Assad sejak 2011 silam.


Demikian berita seputar Syria hari ini,untu itu sebab nya Madam Aisha untuk berencana pindah ke Allepo.


Dan yang kudengar pula Madam Aisha akan membawa Tetu Omazhin ke Kairo mesir,lantas bagaimana dengan Asha ?


"Tentu saja Asha kan sellau dibawa serta kemanapun teti Omazhin berada"


monologku dalam hati.


Asha tau Shava,dalam hati Asha ingin menyelesaikan kontrk kerjanya dan kembali ke indonesia berkumpul bersama keluarganya.


....................................


Setelah seminggu madam Aisha memutuskan ke Allepo,hari ini semua bersiap untuk ke Allepo.


Sebuah mobil van hitam akan membawa kami semua,Teti omazhin diturunkan dari lantai atas dengan bantuan beberapa tentara yang bertugas dekat rumah Drubi,akhirnya teti Omazhin sudah ada dilantai bawah.

__ADS_1


Teti dibantu dengan baba Mhazin pula di angkat ala bridle style untuk duduk di kursi penumpang,setelah Teti omazhin duduk.semua Koper koper besar dimasukan pada mobil belakang terakhir tentu saja kursi roda serta tongkat berjalan teti tak luput dari mata Asha.


Kami semua bersiap masuk mobil van hitam serta baba Wafa di sebelah kemudi,sementara Asha dan Madam Aisha di kiri kanan jendela mobil mengapit teti Omazhin.


Sementara Baba Mhazin madam Intesar Shava dan Khalil di mobil Landcruiser miliknya.Tentu saja yang mengemudinya Khalil.


Akhirnya dua mobil itu perlahan keluar dari gerbang rumah Drubi untuk menepuh perjalanan selama 3jam menuju Allepo.


Selama perjalanan menuju Allepo kami semua diam,namun kami semua di sugguhkan dengan pemandangan yang menyayat hati,kiri kanan jalan terpampang nyata rumah rumah yang dibombardir oleh pihak yang tak memikirkan rakyatnya.


mobil marnir yang ukuran besar dan dapat menampung semua orang untuk dibawa ke Camp pengungsian,asha melihat juga banyak yang terluka ditandu oleh para perawat atau sukarelawan.


Yang lebih miris adalah tangis anak anak yang kehilangan ayah ibunya atau saudara saudaranya.sungguh menguras airmata dengan perang tersebut.


"Ya Allah terima kasih atas nikmat ini,Aku masih bisa hidup dan bertahan di tengah tengah kemulut konflii syria"monolog ku dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2