
Mentari pagi menyinari bumi Syria seperti biasa Asha melakukan aktifitasnya namun yang beda adalah semua penduduk dilarang keluar rumah.
Keadaan masih darurat,Semua anggota Drubi berkumpul di ruang keluarga menonton siaran berita,Asha hanya bisa menyimaknya.
Sambil meniyapkan sarapan pagi yang kebetulan Shava sudah berada di dapur bersama sang umi intesar.
"pagi Umi,pagi Madam Aisha"ucapku
Perempuan paruh baya tersebut menatapku dan "semua akan baik baik saja,kamu tak usah khawatir y"mengelus pucuk rambutku.
Sarapan pun tersaji Asha mendorong kursi roda Teti omazhin dan yang lain pun bergabung di meja makan.
lagi dan lagi hening tanpa kata,Khalil memecah keheningan dan menatap Asha dengan penuh Khawatir.
"Bagaimana kalau kita pindah ke Allepo Baba"ucap Khalil pada sang Ayah.
"ehmmm,baba sudah memikirkannya tapi tidak sekarang menunggu suasana aman"ucap baba Mhazin
Setelah sarapan semua anggota keluarga berdiam diri di ruang keluarga,Baba Mhazin menyarankan bila semua kondunsif kita harus ke supermarket memenuhi bahan makanan.
"umi baba khalil izin pinjam Asha untuk duduk di atas raftopp"ujar khalil pada Asha.
"baiklah nak,jangan lama"y"Madam intesar memandang Khalil
__ADS_1
Khalil dan Asha pun beranjak ke atas Raftap,disana khalil hanya membisu.
"Kenapa lagi khalil"Asha membuka percakapan
"Sha,Aku harap kamu pikirkan keputusan mu untuk membatalakan pertunangan kita"sambil memegang tangan Asha.
Kemaren Asha sudah panjang lebar membicarakan soal pertunangan nya agar dibatalkan.Asha tak akan sanggup apabila harus berpisah lebih lama dengan anak anaknya.
Ditambah saat ini Syria sedang berkemelut panjang bahkan di berita sangat jelas
lebih dari setengah populasi negara meninggalkan rumah mereka dan sekitar 200 ribu orang hilang.
Saat ini, pemerintah Damaskus mengendalikan lebih dari 60 persen Suriah setelah serangkaian kemenangan yang didukung Rusia melawan milisi dan pemberontak sejak beberapa tahun yang lau
Sementara itu, Idlib merupakan wilayah kantong pemberontak terakhir, sepanjang perbatasan utara dikuasai Turki, dan bagian timur laut negara dikuasai oleh pasukan Kurdi yang didukung AS.
"untuk itu khalil mungkin kita tidak berjodoh,Aku ingin fokus menyelesaikan kontrk dan segera kembali ke indonesia"
Hati khalil amat sangat rapuh mendengar pernyataan Asha yang bersungguh ingin mengubur impiannya.yakni bertunangan dengan Khalil.
Kemudian Asha melepaskan cincin pemberian Khalil dan mengembalikanya pada Khalil.
Asha tanpa mengucapakan sepatahkatapun meninggapkan Khalil seorang diri.
__ADS_1
Asha berlari menuju kamarnya,disana Asha hanya bisa menangis telah mengubur cinta nya pada Khalil.
Tanpa Asha sadari shava berdiri didepannya.
"sha,menagislah"sambio mengelus rambut Asha.
"shava"....
"maafin aku"..
Asha menangis dalam pelukan shava,airmata nya membasahi baju shava.shava mencoba menenangkan nya.
melihat kondisi Asha lemah hingga jatuh pingsan,Shava pun berteriak minta tolong,Khalil dengan sigap memindahkan Asha ke tempat tidur.
Selang 15 menit Ashapun siuman,langsung diberi teh hangat oleh Shava.
Sesungguhnya Shava curiga pingsan nya Shava bukan karna prestiwa semalam saja ini ada hubungannya dengan khalil.monolognya dalam hati.
Shava memberanikan diri berbicara dengan Khalil,pada awal nya Khalil akan bungkam soal hubunganya yang sudah berakhir.namun sebagai saudara Pada akhirnya Khalil jujur pada Shava.
"Sungguh sangat disayangkan khalil,padahal semua keluarga sudah merestui"ucap shava
Khalil hanya bisa diam dan harus bisa menghargai keputusan Asha.
__ADS_1
Asha disini karna ingin mengubah masa depan anak anaknya,tapi kalau untuk menikah benar kata Asha harus penuh dengan pertimbangan.terlebih suasana Syria mencekam.
Bersambung.....