
Setelah makan siang semua kembali keruang keluarga,tidak termasuk Asha yang sedang mencuci piring sisa makan siang.
Baba wafa dan Baba Mhazin sedang menonton berita seputar Syria,Akhir akhir ini syria di bombardir suara tembakan dan bom hampir setiap malam.
Diberita itu dijelaskan Suriah mengalami krisis keamanan atau perang antar saudara sejak 2011 hingga skrng.konflik syria dikatakan sebagai perang saudara karna terjadi secara internal dalam negara tersebut.demikan cuplikan berita tersebut.
Di berita yang lain pula menyebutkan konflik suriah terjadi pada awal nya adakah sebagai bentuk protes terhadap pemerintah publik menuntut penurunan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.
demikian isi berita tersebut.Asha hanya mendengarkan dengan ketakutan pasal nya hampir setiap malam suara itu menggema.
Malam itu ketika acara makan malam masih bersama keluarga Baba Mhazin suara tembakan terjadi lagi Tempat nya tak jauh dari kediaman Drubi.Asha dan yang lain hanya bisa sembunyi di kolong meja.yang ditakutkan peluru kembali membombardir.
"Khalil dmana y"monolog ku dalam hati,
Asha tak melihat Khalil sejak pembicaraanya di Roftap siang tadi.hingga saat ini kami saling diam tanpa kata.
Hingga derap langkah kaki mengejutkan semua orang.
"Umi,Teti Amthi,Shava Asha"semua nama dipanggil oleh Khalil.
__ADS_1
Pasal nya sejak selesai makan siang tadi Khalil berpamitan menuju kamar tamu.
"ternyata kalian disini semua"Khalil bernafas lega karna semya anggota keluarga ada dihadapan matanya.
15Menit lama nya saling baku tembak dan suara bom menggema nyaring di telinga semua orang.
Dan terpaksa Keluarga Baba mhazin malam ini menginap di rumah Drubi.Ashapun mempersiapkan segala sesuatu nya termasuk kamar untuk baba mhazin dan umi intesar serta Shava khalil.
Untuk malam ini juga Asha menemani Teti omazhin tidur dikamarnya.
Waktu menujukan pukul 11 malam namun mata ini tak bisa terpejam sama sekali,saling berbalas pesan dengan khalil dan keluargaku.
Asha hanya biaa berkata"Aku ingin pulang,aku takut dengan kejadian hari ini"dengan ditambah emot menangis.
Khalil hanya bisa membalaz pesan"sabar semua ini pasti berlalu"
Hingga pukul 1malam Asha masih berbalaz pesan dengan Khalil tentu juga dengan Ryu hingga dor.....dor....dorrr....
dor......dor.....dor....
__ADS_1
Asha berteriak histeris suara itu menimbulkan Trauma tersendiri untuk Asha,y Asha takut hingga tetes airmata mengalir di pipi mulusnya.
Shava pun masuk kedalam kamar teti omazhin dan langsung memelukku serta memberi ku segalas minum.
Jantung ku berdetak kencang tanpa henti,tangis ku belum mereda,shava memelukku dengan erat.
"Sha,Asha tenangkan dirimu"tembakan itu sudah berhenti"ucap shava
Baba Mhazin dan madam Aisha mendekatiku.madam Aisha menatapku dengan kepiluan,Hanya bisa mengulas senyum
Setelah semua nya tenang Asha kembali tertidur dan Shava pun meninggalkan teti Omazhin.Asha menatap langit kamarnya berharap melupakan malam ini.
Konflik suriah tak akan pernah usai,andaika
Presiden Bashar Al-Assad yang telah memerintah selama hampir lima dekade, untuk turun dari kursi presiden ini semua konflik ini tak akan pernah terjadi.
Pertumpahan darah antar sesama muslimpun tak akan berkepanjangan ditambah anak anak tak akan kehilangan sanak famli nya.
siapa yang bertanggung jawab atas konflik terjadi di syria,Asha hanya bisa diam tanpa kata hanya bisa berharap segera meninggalkan syria.
__ADS_1
Bersambung