
malam pukul 2 Fadly menjemput Asha di rumah,dengan izin bu Anin akhir nya fadly pergi ke kota kembang Bandung.
pukul 02.15 menit hanya kehening di dalam avanza hitam tersebut "anak anak gk rewel di tinggalkan sha"membuka percakapan
"gk mas biasa mama membujuk nya"ujar Asha
Asha memandangi jalanan yang sudah sepi hingga perjalanan lancar tanpa hambatan.
Sebenarnya fadly lelah sekali hari ini jadwal piket yang seharus nya Fadly yang menjalani terpaksa minta tolong pada dokter Rahma yang menggantikan nya.hanya istiraht tidur 3 jam Fadly meluncur ke rumah Asha.dalam benak nya Asha adalah boster terampuh untuk semua aktifitas nya bisa kuat hingga saat ini.
Setelah menempuh jarak 2 jam lebih Asha meminta Fadly untuk beristiraht di rest area dan mencari mushola karna sebentar lagi adzhan shubuh berkumandang.
Setelah sampai di rest area fadly menuju Alfamart yang buka 24 jam dan mengambil capucino untuk di seduh.
Asha yang baru selsai dari toilet langsung mengambil minuman yang sama.setelah bayar di kasir kembali ke mobil dan duduk santai sambil menunggu Adzhan shubuh.
Fadly pun duduk di sebelah kemudi mengotak ngatik benda pipih miliknya,"sha mau gk jadi istriku?"
Degggg,...
sorot mata Asha langsung menatap Fadly hingga tawa itu pecah membuka percakapan
__ADS_1
"kamu bercanda mas!"menatap dokter fadly dengan senyum smriknya
Fadly pun tertawa melihat pipi merona seorang Asha dan Fadly memegang tangan Asha "aku gk bercanda sha,andai di kasih kesempatan untuk bisa menjadi bagaian dari hidup mu apa kamu mau sha?"
Asha diam dan melepaskan pegangan tangan Fadly keluar dari mobil dan memandang gemerlap bintang di Angkasa.
Fadly mengikuti Asha keluar dari mobil berdiri di sebelah Asha.
"beri saya waktu untuk memikirkan nya mas!"berlalu karna kumandang adzhan shubuh telah menggema.
Setelah Sholat shubuh mobil kembali melaju ke tempat tujuan,sekitar pukul 07.30 Asha sampai di tempat tujuan,dan bersiap siap untuk turun dari mobil.
"sha aku akan menunggu jawaban mu"senyum mengembang di bibir Fadly.
Di ruangan bercat putih selain Asha ada beberapa orang yang hari ini memenuhi panggilan intervium kerja,dengan perasaan tak menentu Asha menunggu giliran untuk di panggil.
Setelah menunggu hampir 1 jam an akhir nya Asha di panggil oleh Perempuan berkulit putih itu untuk segera masuk intetviuw.Asha pun masuk dan berdiri di depan meja.
Seorang pemuda tinggi kekar memebelakangi tubuh Asha sedang menerima telepon dengan serius hampir 10 menit lama nya menerima telepon hingga membalikan badan dan Pemuda tersebut terpana tanpa kata dan "kamu.....Ash...Asha kan?"membuka percakapan
sama hal nya pemuda tersebut Asha pun terpana dengan Nya "i ...iyya mr Saya Asha"sambil mengulurkan tangan dan berjabat tangan.
__ADS_1
Asha pun duduk berhadapan dengan Pemuda tersebut yang tak lain adalah Edgar pemuda yang pernah satu pesawat dan pernah tuker pikiran selama perjalanan ketika menuju Syria.
"saya tak pernah menyangka bisa bertemu dengan mu disini sha"ujar Edgar membuka percakapan
"iya mr saya juga tidak menyangka"ujar Asha
setelah berbincang cukup lama akhir nya Asha diterima bekerja di perusahaan yang Edgar pimpin sebagai asisten pribadi Edgar yang kebetulan asisiten lama Edgar cuti hamil maka itu lah Edgar turun tangan langsung memilih Asisten pribadi nya.
Setelah intervium Asha akan memulai kerja hari senin,hingga Asha masih punya waktu untuk mengambil baju dan memberitahukan kabar gembira ini pada anak anak dan mama nya.
Setelah bertukar telepon Asha pamit pulang ,namun Edgar menawarkan untuk mengantar nya secara cepat Asha menolak nya dengan halas.
Asha pun mengirim pesan pada aplikasi hijau memberitahukan bahwa di terima kerja dan saat ini sudah selesai.
Fadly pun membaca nya dan langsung meluncur menjemput Asha.
Gmana kisah nya akan kah Edgar juga masuk dalam kehidupan Asha?
apakah Asha memilih Fadly?
ikuti terus y😊😊😊
__ADS_1
Bersambung❤💓💓