PerjalananAsha

PerjalananAsha
Cinta di tengah salju pertamaku


__ADS_3

Kebahagian menyelimuti kèluarga Drubi,Baba mhazin menerimaku sebagai calon menantunya,bukan lagi sebagai pengasuh sang nene atau ibunya.Teti omazhin memelukku serta menatap manik mata ku yang menangis.


Kami semua membicarakan perihal kelanjutan hubungan kami,ada yang menyarankan agar Khalil dan aku pulang ke Indonesia,ada yang menyuruh anak-anakku untuk datang ke Syria.


sungguh ini adalah kebahagian amat sangat luar biasa.hari itu juga langsung Ku menghubungi keluarga di indonesia bahwa Aku dilamar oleh anak majikannya.


Setelah perdebatan keluarga Drubi memutuskan datang ke indonesia dan langsung menikah di kampung halamanku.


Setelah acara pertemuan keluarga itu selesai,Baba Mhazin dan umi intesar berpamitan pulang.kina meyisahkan Shava dan Khalil yang masih berada di ruang keluarga.


sementara Aku mengantar Teti kembali ke kamar dan menuntunnya untuk beristiraht sambil menunggu waktu Ashar tiba.aku kembali ke ruang keluarga dan tak menemukan Khalil.


"Dimana kamu khalil"ucapku


Ku merapihkan ruang keluarga dan mencuci piring gelas yang kotor di dapur setelah semua selesai.di kejutkan bunyi benda pipih yang ada di saku celanaku.


sebuah pesan masuk "naiklah ke atas rafftop"Khalil mengirim pesan.


Aku pun bergegas naik ke rafftop,disana ku melihat Khalil sedang menatap cakrawala,tanpa Ia sadari aku berdiri dibelakangnya.

__ADS_1


Aku memberanikan diri memeluknya dari belakang"i love you khalil"ucapku


Khalil memegang erat tanganku,dan membalikan tubuhnya,hingga kami bertatap muka kemudian Khalil mencium bibirku.buliran putih turun dari langit menandakan Hujan salju pun tau bahwa kami saling mencintai.


salju turun dengan deras,salju pertamaku di dalam dekapan Khalil.


Ciuman itu menjalar hingga bibir Khalil menelusuri leher jenjang Aaha yang mulus dan wangi lalu di gigitnya dengan sedikit hisapan hingga tercipta jejak kemerahan yang samar disana.Asha menengadah demi memberikan ruang dan keluasan bagi Khalil menikmati kesenangannya.


Bagi Khalil Asha adalah candu nya,di salju pertamanya Khalil memberi kenangan terindah yang tak bisa dilupakan seumur hidup nya.


Malam menjelang semua anggota keluarga berkumpul diruang keluarga,termasuk Khalil yang sedang menyalakan perapian.


Pukul 9 malam akhirnya kembali ke kamar masing-masing.sementara Asha masih bersama Teti untuk bersiap ke peraduan menggapai mimpi.


Setelah semua nya selesai Asha kembali ke kamar merebahkan tubuh yang lelah,menatap langit kamar mengingat saat sore tadi sorot mata nya menyiratkan bahwa Khalil amat menyayangiku.


Dretttt...drett...drettt


bunyi benda pipihku yang d8 simpen di atas nakas,yang ternyata Khalil meneleponku.hanya mengatakan "merindukanku"telpon akhirnya di akhiri.

__ADS_1


Bergegas Asha membersihkan dan beganti pakaian untuk segera terlelap dalam tidur,namun semua di urungkan karna terdengar bunyi ketukan dari arah balkon


Tok....tok...tok.


memberanikan diri untuk membukanya dan ternyata Khalil sudah didepan mataku langsung menerobos masuk tiduran di atas tempat tidurku.


"Khalil"ucapku mata asha menatap tajam pada Khalil,"cepet keluar"ucap ku lagi.


Khalil dengan santai senyum dan menarik tangan Asha "Ayolah sha,aku merindukanmu baby"


"pless Khalil ini salah,nanti kalau ada yang tau gmana?"ucapku kembali.


"Sha tidak usah khwatir,semua sudah terlelap tidur"ucap khalil kembali.


Khalil menarik ku untuk duduk dipangkuan nya,serta mendekap Asha menyalurkan kehangatan di antara dinginnya malam semilir angin menyibak tirai Balkon yang belum ditutup.


setelah puas berpelukan,merekapun rebehan bersama dengan posisi Asha tidur di bidang dada nya Khalil.


Tangan Khalil mengelus lembut surai rambut yang menutupi wajah Asha,hingga mereka saling bertatapan hingga.....

__ADS_1


bersambung


__ADS_2