PerjalananAsha

PerjalananAsha
Tangis bahagia untukku,tangis kepedihan untuk Khalil


__ADS_3

Asha menunggu Teti omazhin dengan cemas hampir 3jam Teti terlelap tidur.diruang kamar teti sudah ada Shava yang mengompres kening Teti dengan air hangat.


Teti demam sejak pagi tadi,dokter keluarga pun sedang dalam perjalanan.


40 menit kemudian Dokter memeriksa nya dengan teliti,setelah memeriksa Teti tersenyum bahagia karna Teti hanya kecapean dan faktor cuaca yang sering berubah.


Ashapun mengantar dokter samapi pintu keluar Apertemen setelah diberu obat penurun panas dan vitamin.


Asha kembali melihat Teti yang masih terlelap tidur.Asha pun bergegas kembali kedapur meyiapkan makan siang yang tadi di beli oleh madam Aisha.


Setelah semua tersaji,semuanya bergabung makan siang,namun Asha memilih menemani teti yang masih terlelap tidur.


Setelah makan siang selesai madam Aisha menghampiri Asha di kamar teti Omazhin, melambaikan tangan pada asha,dan asha hanya menganggukan kepala tanda setuju,Teti kutinggalkan sebentar.


Asha menuju ruang keluarga,Diruang keluarga sudah ada Anggota keluarga yang lain termasuk Khalil.


Madam Aisha membuka percakapan


"sha,duduklah" ujar Madam Aisha.


Kemudian Asha duduk di sebelah madam Aisha.

__ADS_1


"Sha,setelah pertimbangan panjang tentang permintaan Mu untuk pulang kami sepakat untuk mengizinkan mu pulang Sha"ucap madam Aisha panjang lebar.


secara replek Asha langsung memeluk Madam Aisha.


"Terima kasih madam atas kebaikannya madam"


Kemudian Madam Aisha mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


"bukalah"ucap sang madam


kemudian Asha membuka Amplop putih bertuliskan IATA,isi amplop tersebut adalah tiket pesawat untuk akhir bulan ini.artinya tinggal 9hari lagi.


Asha memeluk madam Aisha mengucapkan terimakasih,setelah itu ucapan terimakasih pada madam Intesar,Shava,baba Mhazin,Baba wafa,dan terakhir tentu saja Khalil.


Khalil hanya tersenyum tipis.


Setelah semuanya selesai Asha kembali ke kamar namun sebelumnya mengambil makan siang untuk Asha sendiri dan Teti omazhin membawanya ke kamar.


Didalam kamar Asha mengucap beribu syukur pada akhirnya akan bertemu dengan anak anaknya.


Namun kabar bahagia ini tak disampaikan pada keluarganya,biarlah ini semua menjadi kejutan untuk keluarganya.

__ADS_1


Di sudut kamar dekat balkon Khalil menangisi Akan perpisahan dengan Asha,airmata nya dengan begitu mudah lolos dari pipi tirusnya.


Pandangannya kosong tanpa kata yang terdengar adalah isak tangis diruang kamar tersebut.


Siang telah berganti malam Asha sudah menyiapkan makan malam lebih awal karna Khalil sudah meminta izin pada yang lain akan membawa Asha jalan jalan menikmati Kairo malam Hari.


Setelah semuanya selesai Asha mengahampiri Teti Omazhin yang sedari tadi kondisi nya jauh lebih baik.


kemudian Asha meminta izin pada Teti bahwa Akan keluar bersama khalil.Teti hanya tersenyum dan membelai rambutku.


Ashapun bersiap untuk mandi dan ganti pakaian. kemudian mata Asha melihat jeans yang akan dipadukan kaos berwarna peach dan tentu saja blejer hitam selalu menemainya.polesan makeup flawles sentuhan akhir membuat asha tampil cantik sempurna.


Ashapun langsung menuju Besment,sedari tadi Khalil sudah menunggunya di dalam mobil.ketika sampai besment khalil menatapnya dengan senyuman,namun dibalik senyum tersebut Ada kepedihan yang mungkin Asha tak mengetahinya.


Setelah membukakan pintu dan duduk disebelah kemudi,tatapan Khalil masih tak lepas dari Asha.


Asha membuka percakapan "kita mau kemana?"


"ehmmmm,kuta makan malam dulu y"


Asha hanya menganggukan kepala tanda setuju.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2