
Oboran hangat masih berlangsung hingga nanti menjelang makan malam tawa canda mewarnai ruangan bercat biru tersebut.
"Sha,ibu harap mulai saat ini panggil ibu dengan sebutan mama!"ibu vina menatap Asha.
Fadly dan ayah nya tampak terkejut takala sang mama menyebutkan kata "mama"pada Asha.Fadly pun mendekati Mamanya dan memeluknya "terimakasih yah mah,udah mau menerima Asha"bulir bening mengalir dari pipi Fadly demikian juga Asha yang masih belum mempercayainya.
Ibu Vina merentangkan tangan menandakan agar Asha bergabung untuk memeluk nya juga,Asha mendekati dan memeluknya"jangan nangis ini semua adalah buah kesabaran mu sha menghadapi mama"ujar ibu vina.
Asha melepas pelukan nya,"mkasih yah mah,sudah mau menerima Asha"ujar Asha kembali.
Fadly dan Asha hanya senyum senyum dan kembali ke tempat duduk nya.
"oh iya rencana mu kapan meresmikan hubungan ini fadly?"tanya ibu Vina.
"kalau fadly terserah Asha saja"ucap Fadly
__ADS_1
"ko aku mas"menunjuk hidung nya sendiri
"udahbegini saja gmana kalau akhir bulan depan saja"ujar ibu vina sambil menatap Asha.
Sementara Asha menganggukan kepala nya dan Fadly tersenyum "ini adalah buah kesabaran mu sha,terimakasih sudah mau menunggu"gumam fadly dalam hati.
setelah percakapan dan makan malam usai Asha berpamitan untuk pulang ke Serang,"Fadly akan mengantar mu sha In syaa Allah minggu depan mama kesana untuk bersilahtuhrahmi"ujar ibu vina.
Fadly juga berpamitan untuk mengantar pulang,sebelum pulang Asha mengambil barang bawaan Asha di hotel,setelah itu dengan menggunakan pajero metalik nya menebus kegelapan surabaya dengan kecepatan mobil 80 km/jam,diperkirakan akan sampai esok pagi.Fadly tanpa lelah mengemudi dengan perasaan bahagia karna sebentar lagi kehidupan baru nya bersama Asha akan segera di mulai.
"iya mas aku bersyukur banget,oh iya kenapa kita gk naik pesawat aja?"tanya asha
"naik pesawat itu sebentar,kalau bawa mobil aku puas memandang wajah mu"canda Fadly
"ihh....mas Fadly ngegombal aja"sambil mencubit tangan Fadly.
__ADS_1
"siapa juga yang gombal,"memandang lekat wajah Asha.
Perjalanan itu terasa nyaman di sertai tawa dan canda asha dan Fadly di temani musik mengalun dengan romantis.fadly tak pernah melepaskan genggaman tangan Asha membuat perjalanan nya begitu spesial.
separuh jalan sudah Fadly berhenti di reat area untuk mengisi bahan bakar dan tentu nya berburu cemilan di alfa rest area.setelah selesai fadly melanjutkan perjalanan.Asha yang sudah tertidur pulas berselimutkan jaket fadly menambah kesyahduan malam imi.fadly tak pernah menginginkan malam ini cepat berlalu,fadly berharap semua ini bukanlah mimpi.
pukul 04.00 pagi Fadly sudah sampai di Bandung,rencana akan beristiraht sekaligus Asha akan resain dari pekerjaan nya.ini semua dilakukan menjaga perasaan Edgar,Fadly pun berjanji setelah Resaina akan memberikan kehidupan yang layak untuk masa depan keluarga kecil nya.
Setelah mengantarkan Asha ke tempat kos Fadly mencari penginapan terdekat dan tidur,sementara Asha akan beristiraht sejenak untuk kemudian menemui Edgar mengajukan pengunduran diri nya.
*****
Disisi lain Edgar yang sedang gelisah membuka pesan yang baru saja dibacanya iso pesannya menyatakan soal resain nya Asha.dan memberitahu bahwa keluarga fadli dapat menerima kehadiran asha di tengah tengah keluarganya.Edgar sudah tentu sudah tak memiliki harapan untuk bisa bersama dengan Asha,namun Edgar menerima keputusan Asha dengan lapang dalam kamus Edgar cinta itu tak harus memiliki,melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain cukup untuk edgar bahwa edgar pun bahagia.
bersambung❤
__ADS_1