PerjalananAsha

PerjalananAsha
Mengikis keraguan


__ADS_3

Matahari bersinar terang melelehkan bongkahan salju yang perlahan mencair,susana hati Khalil gelisah akan diamnya Asha.


Setelah kejadian panas semalam Asha berubah murung namun masih raut wajah nya disembunyikan oleh sikap cerianya Asha,Hingga Khalil meminta dibuatkan sarapan serta minta diantarkan ke Raftoop rumah.


Asha mengantarkan sarapan,namun tiada percakapan sama sekali antara Khalil dan Asha,hingga Khalil membuka perbincangan tersebut.


"maaf,....maafkan Aku !"ucap khalil


Asha masih diam hanya menatap birunya langit sesekali menatap wajah khalil.


"entah apa yang ada dalam pikiran mu Khalil,namun aku takut"bulir bening menetes dipipi cantik Asha.


Khalil mendekati Asha dan memeluknya,"jangan pernah mendiamkan aku seperti ini sha"memandang wajah asha dan mengecup keningnya.


"percayalah Aku akan bertanggung jawab dan segera pulang ke indonsia agar secepatnya bisa menikah"Khalil melepaskan pelukan Asha.


Asha tanpa mengucapkan sepatah katapun berlalu meninggalkan khalil,Asha diam seribu bahasa akan kah Khalil menikahiNya.sementara Ada keraguan di hatinya menimang betapa sulitnya mengurus surat-surat pernikahan.


Asha berusaha untuk bisa mengikis keraguan dalam hatinya,hingga muncul ide kalau suarat -surat sulit untuk di urus bagaimana nikah Agama terlebih dahulu monolog nya dalam hati.

__ADS_1


Asha pun kembali ke atas raftopp rumah,disana khalil masih memandang Langit,dan suara deheman membuyarkan lamunannya.


"...ehmmmm!"Khalil menoleh ternyata sudah berdiri dekat sudut pintu Asha wanita yang dicintai nya.


Asha mendekat dan memegang tangan Khalil"gmana kalau kita segera pulang ke indonesia dan menikah dikampung halamanku"ucap Asha


Sebelum Khalil menjawabnya Asha langsung mengutarakan keinginanya untuk menikah secara Agama terlebih dahulu.


Khalil hanya diam menimang soal ucapan yang baru saja di utarakan sang pujaan hatinya.


"Kita bicarakan lagi yah dengan baba,umi serta yang lain"membawa Asha kedalam pelukannya.


selama perjalanan menuju rumahnya Khalil diam tanpa kata,memikirkan Sang pujaan hati,memikirkan kejadian semalam.hingga tak terasa Taxi yang membawa telah sampai didepan pintu rumahnya.


Khalil langsung masuk kedalam kamarnya menghiraukan panggilan uminya.


dikamar ukuran besar tersebut khalil merebahkan di tempat tidur kingaize miliknya.


Tanpa Khalil sadari sang Umi sudah ada di sisi tempat tidurnya.

__ADS_1


"Adaapa denganu y Khalil?"sambil mengelus rambut lebat khalil


Khalil memandang ibu yang telah melahirkannya dengan tatapan penuh keraguan,akhir Khalil memberanikan diri membuka percakapan


"umi,dalam waktu dekat ini Khalil akan ke indonesia bersama Asha dan langsung menikahinya Disana"ujar Khalil


Tak ayal sang ibu diam"dalam waktu dekat Khalil"ucap umi.


"iya ibu!"ujar khalil kembali


ibu mengelus kembali rambut Khalil sinar mata nya berkaca-kaca dan bersyukur Khalil akan menikah kembali setelah bertahun-tahun terpuruk akan perceraian dan kecelakaan naas itu.


Bersyukur Asha dapat merubah pandangan Khalil tentang arti sebuah pernikahan,Dulu Khalil amat membenci yang nama nya pernikahan,tak pernah percaya namanya cinta.


Namun saat ini Khalil bangit dan bersemangat akan hidup,Asha mampu memberi energi positip pada Khalil.hingga khalil dapat seperti saat ini.


Setelah umi Intesar meninggalkan kamar Khalil,khalio bergegas menelepon Asha untuk memberitahu perihal keinginanya segera menikahi Asha.


Sekali panggilan telepon tak di angat oleh Asha,samapi 2 kali bahkan 3 kali tetap tak direspon .kemudian Khalil mengirim pesan bahwa baba dan umi nya menyetujui perihal untuk pulang ke indonesia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2