
Malam menjelang merebahkan diri tempat tidur singlebad memandang langit kamar,Asha mengotak katik benda pipih bermerk samsung tersebut.
Pukul 10 malam waktu syria, di indonesia pukul 3 dini hari sudah tak sabar melepas rindu pada mamaku yang sudah 2 minggu tak mendengar suara anak -anak Asha.
Asha menekan tombol biru pada apalikasi What up sekali dua kali tak ada yang menjawab ,menandakan penghuni rumah masih terlelap tidur.
Drettt...drerrt.drett
Bunyi ponsel ku,ternyata Khalil meneleponku karna Khalil melihat Asha masih online akhirnya Asha menjawab panggilan tersebut.
"Hallo y khalil"sambil bangun dari rebahannya menuju balkon
"jam segini masih online Sha"seru khalil.
Asha menghela nafas"iya Aku menghubungi anak anak namun belum ada jawaban"ujar Asha.
"ada sesuatu yang terjadikah di indonesia"ucap kembali Khalil
Asha memandang bintang dilangit cuaca dingin menusuk kulitnya.
__ADS_1
"Tak ada apa apa khalil semua baik baik aja,Aku hanya merindukan anak anakku aja"
setelah obrolan panjang itu telepon pun di akhiri.Asha kembali ke kamar.dilihat nya jam sudah menunjukan pukul 11.30 malam.artinya di indonesia pukul 4.30 pagi.
Asha menekan tombol hijau lagi dan menekan nomer mama nya,sekali.dua kali masih belum ada panggilan.pada dering ke tiga akhirnya telepon di angkat.
"Mama,"ucap Ryu Masyaa Allah ternyata Ryu udah bangun.
"iya sayang ini mama,Ryu apa kabar?ucap ku lagi.panggilan ku alihkan menjadi vidiocall terpampang di layar Ryu dengan piyama tidurnya sedang merajuk.
"Mama kapan pulang?"
hati ku teriris ketika anak pertamaku memintaku pulang,kemudian di sebrang Vidiocall sana sudah ada mamaku.
Kami berbincang hampir 1jaman,mama memberitahukan perihal Ryu yang sedang demam dan mengigau menyebut namaku.hati ibu mana tak pilu mendengar buah hatinya sakit.
Mama juga menayakan perihal khalil yang akan menikahiku dan datang ke indonesia.sebagai orang tua hanya bisa berkata;"pikirkan lah kembali Sha pernikahan bukanlah mainan ,terlebih beda benua beda ras.Apakah setelah menikah Kamu akan tinggal selamanya di Syria?"
perkataan mama terngiang,sungguh Aku tak pernah berpikir untuk sejauh itu gumam ku dalam hati.
__ADS_1
Entah jam berapa Asha terlelap tidur,Kata kata mama masih teringat jelas,sementara Ryu yang merajuk menginginkan aku pulang.
Kembali beeaktifitas di pagi hari,seperti biasa Asha ke kamar teti Omazhin untuk bersiap mandi dan hari ada jadwal mengantar teti omazhin cek up ke rumahsakit.
Setelah selesai semua Asha mendorong kursi roda teti omazhin ke ruang makan,asha bergegas menyiapkan sarapan pagi yang tak jauh jauh sarapan pagi nya Roti,zaitun keju selai dan pizza mini yang kuhangatkan kembali tak lupa susu dan kopi.
Tertata rapi di meja makan,selang 5 menit madam Aisha dan baba wafa bergabung di meja makan.
"oh iya sha,hari ini biar Aku saja yang mengantar Teti cek up"madam Aisha membuka percakapan
belum Asha berucap madam Aisha menyuruh ku memasak,karna hari ini akan ada Baba Mhazin dan Madam intesar.
"baiklah madam,saya akan memasak"
Sarapan pun di akhiri,Asha membawa teti kembali ke kamar,sementara asha melanjutkan beres beres.
Akhirnya Teti omazhin di antar madam Aisha dan baba wafa ke rumah sakit.sementara asha akan mempersiapkan makan siang.
Bersambung....
__ADS_1