PerjalananAsha

PerjalananAsha
Dilema Asha


__ADS_3

Asha dengan cekatan membuat aneka jenis masakan,mulai dari keftaah,tabuli,sakriyi,babakkenus fatayer dll.


selama setahun ini Asha banyak belajar memasak dari Mama Zahida,setelah Asha mahir semuanya Mama zahida jarang di panggil oleh madam Aisha.otomatis Asha merangkap semuanya.


"semua sudah selesai"ucap Asha tinggal menata nya di ruang makan.


Tok.....tok..


Bunyi pintu diketuk,Asha bergegas membukanya dan ternyata Keluarga Baba mhazin dan tentunya Ada Shava dan Khalil.


Asha pun mempersilahkan masuk,Khalil seperti biasa mengganggu Asha,Banyak pertanyaan yang dilontarkan Khalil terlebih soal telepon semalam dengan mama nya.


"Sha,"khalil memegang tangan Asha


"ehmmm."Asha hanya menjawab nya dengan deheman.


Kemudian Shava datang dan memebawa semua aneka hidangan ke meja makan.begitu juga Khalil membantu Asha.


Setelah semua nya selesai Asha pamit ke kamar untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yaitu sholat.


Di dalam kamar Asha berdiam diri entah apa yang ada dalam benaknya,Masih terngiang dengan ucapan sang mama.akan kah Asha mengubur cinta nya pada Khalil.


Drettt...drettt..

__ADS_1


Suara benda pipih Asha yang menandakan Ada pesan masuk,ternyata Khalil mengirim pesan untuk menemui nya di Rafftop rumah.


Setelah membaca pesan tersebut Asha langsung keluar kamar,dan menemui Khalil.


Asha melihat Khalil yang sedang duduk dibangku panjang sambil memainkan benda pipih nya.


"Ada apa y"Asha duduk di sebelah Khalil


Khalil hanya menatap tajam Asha dalam benak nya"mengapa Asha hari ini tidak seperti biasa nya ramah dan ceria"


"ada apa dengan mu y Habibate"sambil memegang tangan Asha


"aku gkpp khalil,"ucap Asha sambil menarik tangan dari genggaman Khalil.


"Khalil,aku rasa hubungan ini tidak bisa dilanjutkan"


Deggg...


Khalil langsung berdiri dari tempat duduknya.


"kamu bilang apa Sha,baru kemarih keluargaku menyetujui hubungan kita"menatap Asha dengan penuh tanda tanya.


Asha berbalik sekarang wajah kedua nya hanya berjarak 15cm,deru nafas keduanya terdengar nyaring.

__ADS_1


"Ternyata Aku salah,Aku lupa belum minta izin mama dan anak anakku."begitulah dilema ku Khalil"


Khalil memeluk Asha dengan erat.


"semua bisa dibicarakan sha,bukan kah kita akan pulang ke indonesia dalam waktu dekat"ucap khalil.


"Bukan masalah pulang khalil Anakku Ryu merajuk minta mama nya pulang,itu arti nya apa Aku tega meninggalkan anakku lagi"ucap Asha.


Dilema Asha begitu menyiksa hati Khalil,khalil tau resiko menikahi Asha selain beda benua,ternyata ada anak anak nya yang masih membutuhkan kasih sayang nya.


Kalau boleh egois khalil ingin saat ini menikahi Asha,namun terbentur banyak berkas yang harus di urus.terlebih setelah menikah bagaimana anak anak Asha kelak.


Pelukan dua insan yang dilanda dilema di akhiri dengan panggilan shava untuk makan siang.


Asha pun bergegas turun dan semua sudah bergabung di meja makan.


Ashapun melayani Teti omazhin untuk makan siang,tiba tiba madam Aisha menepuk kursi yang ada di sebalah teti agar bergabung juga untuk makan siang.


"Sha khalil mana" ucap Madam Aisha


"ehmmm,itu madam"beluk menjawab khalil sudah duduk dekat sang tante madam Aisha.


Makan siang kali ini sunyi tanpa pembicaraan,hanya denting garpu dan sendok menemani.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2