PerjalananAsha

PerjalananAsha
Keluarga Al Drubi


__ADS_3

Buliran bening itu menemani malam ku,malam yang hening di temani suara hewan malam membuat ku terdiam mengingat kembali masa dimana aku berada di titik terendah.


Y titik terendah,terhempas dengan perkawinan tak di mengerti olehku,suami yang notabene lebih proitas utamakan kelurga nya dibanding anak istrinya ditambah cemohan kelurga mantan suami li karna anak ku mengidap epilepsi.


Namun semua itu telah berlalu kini aku hanya ingin menatap masa depan itu,dalam benak ku hanya Ryu dan Rea.mengingat Ryu dan rea adalah hal terindah dalam hidupku.


akhirnya kudapat memejapkan mata,hingga ku terbangun kesiangan.


bergegas aku berlari membersihkan diri hanya cuci muka dan gosok gigi segera ku berlari kekamar Teti omazhin.


Tenang dan ternyata Teti omazhin masih terlelap tidur ketika kubuka pintu kamar nya.


Aku berlanjut kedapur,didapur ada shava yang sedang mempersiapkan sarapan pagi kali ini shava menyunggingkan senyum padaku dan berkata "Today go to embasy make iqomah"ujar nya


"ok shava am ready for that"


ku bantu shava yang sedang sibuk membuat BURRY.


burri adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu dan soda kue dicampur telur diaduk dan di goreng.


Burry tersaji bersama Keju asin,selai,homos dan zaitun.sungguh bagi orang syria mengguah selera tapi untuk ku tak akan kenyang.


akhirnya semua makanan tersaji si meja makan ditemani dengan teh hangat atau bagi yang suka ditemani dengan SYAHLAB.atau susu yang dicampur tepung maizena di buat kental di taburi oleh kacang almond.


aku pun bergegas ke kamar teti omazhin,saat kubuka pintunya ternyata baru saja baru saja terbangun dari tidurnya.teti menatapku dan berkata "sohabal khoir/selamat pagi"ujar nya.


aku hanya berkata "morning to Teti"


aku membantu Teti membersihkan diri dan membawanya ke meja sarapan.disana sudah ada madam Aisha,dan suami nya yang harus terbiasa di panggil dengan Baba Wafa.


Madam aisha mengatakan "aku harus pergi dengan Baba Mhazin"baba mhazin adalah anak tertua dari teti omazhin.


akhirnya setelah sarapan pagi aku pergi bersama baba Mhazin ke kantor imigrasi membuat ktp dan surat kesehatan untuk lu.


perjalanan ke imigrasi memakan waktu 40 menit,berharap tak ada kemacetan dan antrian setelah sampai disana.


akhirnya sampai juga di imigrasi antrian pun tak terlalu lama,di imigrasi ku bertemu teman sesama perjuangan.hingga akhirnya nomer giliran ku tiba untuk membuat iqomah.


di dalam ku di foto dan data-data ku disamakan dengan pasporku,setelah semua nya sesuai iqomah dan kartu kesehatan ku akan selesai seminggu kemudiam.


Akupun bergegas menemui baba mhazin dan menyerahkan pasporku kembali,setelah itu aku melanjutkan perjalanan ke sebuah SHUG/pasar sayuran yang tak jauh dari imigrasi.


baba Mhazin dengan semangat berbelanja aneka sayuran,baba mhazin bilang "sayuran disini murah dan segar-segar"


aku hanya mengangguk dan mengikuti baba Mhazin memilih sayuran.


baba mhazin cerita bahwa besok akan ada makan siang bareng kelurga besar teti omazhin.Baba juga berkata aku harus bisa memasak karna teti omazhin amat menyukai masakan khas syria tersebut.ujar nya lagi


setelah puas berbelanja kami pun pulang sebelum jam makan siang,ternyata madam Aisha memasak aneka masakan yang menurut aku lumayan mengugah seleraku.


akupun membantu madam Aisha,madam Aisha menjelaskan aneka masakan tersebut ada FATTOUSH yakni salad asam dengan campuram timun,wortel,roti arab dan campuran rempah sumac.adalagi BABA GHONUZ yakni terong panggang yang dicampur dengan tahini plus perasan lemon dan minyak zaitun amat cocok di dengam roti arab atau khobus.


"sungguh nikmatnya" monologku dalam hati.


akankah Asha belajar memasak?


.....

__ADS_1


Seperti biasa aku selalu duduk bersama Teti omazhin diruang keluarga canda tawa mewarnai seisi rumah tersebut.


madam Aisha mengatakan "besok keluarga besar akan kumpul bersama nanti akan diperkenalkan satu persatu"ucapnya..


Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum.


makan malam hari ini hanya fetayer dan kunafa saja,namun kenikmatan tak hilang begitu saja.teti omazhin menghabiskan fetayer keju 2 buah serta segelas teh hangat.


Teti kembali ke kamar lebih awal karna sudah terlalu lelah seharian bersama shava dan madam Aisha di dapur.


walaupun tak membantu apapum paling tidak lelah mata yang dirasakan oleh Teti omazhin.


setelah mengganti pijama teti omazhin beranjak ke peraduan untuk merebahkan tubuh yang tak muda lagi.


kuberikan obat dan suntikan sebelum tidurnya,selalu ku cek tensi darah nya secara rutin setiap malam.semua nya bagus dan baik.


setelah selesai akupun kembali keruang keluarga untuk membersihkan sisa makan malam.


seisi penghuni rumah sudah kembali ke kamarnya masing-masing.tinggal aku yang membawa gelas dan piring kotor serta langsung ku cuci.


setelah selesai semuanya aku kembali ke kamar,dan langsung membersihkan diri serta berganti pakaian.


Aku naik di ranjang tunggal,kurebahkan tubuh yang lelah ini,ku ambil benda pipih sebuah pesan masuk di aplikasi hijau bernama what up.ada anakku yang memberi pesan.


Langsung saja ku tekan tanda vidio call pada handphon ku nada dering pun tersambung bila di syria pukul 12 malam,maka di jakarta pukul 5 pagi.


anak-anakku selalu bersemangat menerima panggilan teleponku.ku lihat wajah imut anakku.tingkah lucunya mampu mengobati rindu ini.30 menit berlalu akhir percakapan bersama anak-anak ku akhiri.dan langsung bergegas tidur.


ku terbangun oleh suara kicau burung yang bernyayi,kusibak tirai jendela dan matahari tak malu lagi menapakan sinarnya di pagi yang cerah ini.


Kupapah teti omazhin ke kamar mandi untuk membersihkan diri.setelah itu aku membawa teti omazhin ke ruang makan.


di ruang makan sudah ada madam aisha dan baba Wafa.teti omazhin langsung duduk di dekat baba Wafa.


aku lansung membuatkan Sahlab untuk teti dan kuberikan sanwicd keju pada teti oamzhin.


ting...tong....tong ...tong


suara bel berbunyi,daun pintu langsung dibuka dan mama Zahida yang pagi ini siap membantu kami untuk makan malam bersama.


setelah mengucapkan salam hangat untuk teti omazhin ,mama zahida langsung saja membuat gahwa untuk kami semua.mama zahida tanpa canggung bisa langsung berkomunikasi dengan baik tanpa rasa malu.


tak lama kemudia mama zahida langsung memulai masak besar di mulai membuat KHUSARI.khusari adalah nasi dengan campuran adas serta rempah yang khas di sertai taburan bawang goreng yang harum.


selesai menu pertama mama zahida membuat SAKRIYI.sakriyi adalah makanan dari susu murni dicampur dengan yougert serta dicampur dengan cincangan daging sapi."ehmm sungguh menggoda selera "monolog ku dalam hati.


setelah membuat 6 hidangan berat dan hidangan penutup selsai sudah acara masak memasak.ku langsung menata nya di ruang makan besar.


ruang makan besar itu terdapat 8 kursi dan meja yang terbentang sepanjang 2 meter.


mama zahida juga menata diruang yang khusus digunakan jamuan penting atau jamuan keluarga.


setelah memasak mama zahida langsung membersihkan semua perabot dapur dan dikembalikan seperti semula.mama zahida wanita yang berusia 40 tahun menyunggingkan senyum lepas karna kerjaan nya telah selesai.


Ting...tong...ting...tong


Bel berbunyi,langsung aku membukakan pintu dan berdirilah perempuan paru baya tersenyum lebar,dan mengatakan

__ADS_1


"kamu pasti Asha"ucap nya


"iya madam aku Asha"ujar ku juga


kemudian madam Noura demikan


nama menantu tertua keluarga Drubi tersebut amat sahaja dan keibuan begitulah yang aku liat.


Di ikuti oleh Anak tertua dari baba Mhazin dan madam Noura bernama Inteshar Drubi bersama suaminya dan seorang putri kecil berusia balita.


kemudian ada Noer Drubi bersama suaminya dan terakhir tentu ada shava yang sudah dari kemaren menemani ku.


dari ketiga anak nya hanya shava lah yang famlyar dan humoris,madam Shava langsung menyunggingkan senyum manisnya.


Kemudian semua anggota keluarga duduk di ruang tamu,termasuk Teti Omazhin.susana hangat mewarnai kebersamaan kelurga tersebut.


Baba Mhazin bercerita bahwa masih ada dua kelurga nya yang belum hadir mereka adalah anak kedua Teti Omazhin Baba Hazhiem yang tinggal di Amerika bersama anak istrinya.


Ada anak ketiga Yakni Baba Jabier bersama istri nya dan tinggal di Spanyol.


Sudah pasti yang bungsu adalah Madam Aisha,yang dengan setia menemani Teti Omazhin.


Itulah semua kelurga Drubi tampak kompak dan saling menyayangi satu sama lain,kasih sayang nya pada Teti Omazhin tak bisa di ganti dengan apapun.


Perkenalan dengan anggota keluarga Drubi memiliki kesan tersendiri dengan watak serta karakter yang berbeda-beda,namun memiliki tujuan yang sama yakni kasih sayang.


Makan malam pun di mulai aneka macam hidangan tersedia di meja makan di mulai dari Sakriyi,Khusari,salad sayauran dengan perasan jeruk lemon,serta hingga hidangan penutup kue Mamol,fatayer teh dan kopi sudah pasti tersedia.


Semua beralih ke meja makan besar dengan lampu kristal yang menggantung indah,y ruang makan tersebut di dominasi cat peach mengesankan sang pemilik lembut dan teduh.


Makan malam itu sungguh khidmat,yang terdengar adalah dentingan suara sendok dan garpu.


Akupun hadir di acara makan malam itu menemani Teti Omazhin,aku menyuapinya dan melayani teti Omazhin.


Aku melihat kekompakan mereka semua,satu persatu meninggalkan meja makan yang tersisa di ruang makan hanya aku dan Teti omazhin.


Kubawa Teti Omazhin untuk membersihkan diri,setelah selesai kembali bergabung di ruang keluarga untuk menikmati teh dan kopi.


Anak kedua baba Mhazin mendekati teti Omazhin dan mengambil alih tugas ku yang sedang memijat kaki teti Omazhin.


Madam Nour begitu bercengkrama dengan Teti sesekali mengulas senyum mengembang dan berkali kali pula mengecup kening sang Teti Omazhin.


Madam Intesar mendekati memberi kode pada sang adik untuk berdiri,madam Intesar memulai memijat tangan Teti Omazhin,berulang kali juga mengecup pipi Teti Omazhin.


Tak terasa kehangatan itu harus berakhir waktu menunjukan pukul 11 malam,satu persatu semua anggota keluarga berpamitan termasuk Baba Mhazin yang ikut pulang bersama Anak istrinya.


Tinggallah kami penghuni tetap rumah ini madam Aisha,baba Wafa Aku dan Teti Omazhin.


Madam Aisha mengambil alih tugas ku membawa Teti Omazhin pergi membersihkan diri,sementara Aku dan mama Zahida membersihkan gelas piring yang masih berantakan di ruang keluarga.


Dengan sigap dan tegas nya Mama zahida mencuci piring dan aku menyapu lantai ruang tamu tersebut.


Setelah selesai mama Zahida berpamitan pulang tepat tengah malam karna di jemput oleh suaminya.


Sementara aku lelah sudah pasti dan ku langsung membersihkan diri dan ingin bergegas tidur...


Bèrsambung...

__ADS_1


__ADS_2