
"pak ini Asha yang pernah fadly ceritakan"ayah fadly menatap Asha dengan ke kaguman asha pun mengambil tangan ayah fadly untuk mencium tangan nya.
Ibu vina bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa apa sebelumnya hanya ada obrolan kecil dan ringan menemani mereka semua.
Ibu vina hanya memperhatikan tutur kata lemah lembut Asha.sejujur nya pula dalam hati nya paling dalam ibu Vina menyukai Asha.namun gengsi dan egois membutakan hati Ibu vina.
"sha menginaplah di sini!"ibu vina membuka percakapan,Asha dan yang lain memandang ibu vina.
"terimakasih atas tawarannya,namun saya sudah pesan kamar hotel"ujar asha
Ibu vina menyungginkan sebuah senyuman
"kalau begitu besok temani ibu belanja dan nanti makan siang di rumah yah,dan kali ini tak ada penolakan"ujar ibu vina
"baiklah bu,saya akan datang"melihat sekilas pada Fadly.
Akhir nya Asha berpamitan,fadly dengan setia mengantar Asha kembali ke hotel.selama perjalanan juga masih sama hening setelah 30 menit berlalu asha sampai di hotel dimana asha menginap.
Fadlypun dilarang mengantar Asha sampai kamarnya,di dalam mobil Asha berpamitan untuk langsung masuk kamar"sha terimakasih yah masih mau menungguku"ucap fadly
Asha hanya menganggukan kepala dan membuka pintu mobil berlalu masuk ke hotel.
__ADS_1
*******
Di belahan dunia lain Khalil Drubi masih diam pada Baba umi nya karna mereka semua melarang khalil datang ke Indonesia.baba dalam waktu dekat akan menjodohkan khalil dengan wanita pilihan uminya.Khalil hanya bisa diam.sering kali khalil berkirim pesan pada Asha namun Asha hanya membaca nya tanpa membalaz pesan dari Khalil.
Khalil pun mencoba mengirim pesan kembali pada Asha."sha apa kabar mu?smoga disana kamu baik baik saja dan kenapa pesan ku tidak pernah kamu balas"pesan terkirim.
Asha yang sedang rebahan mendengar notif pesan masuk dan langsung membaca nya berpikir sejenak dan akhir nya Asha membalas pesan dari khalil tersebut.
"Khalil maafin aku kalau selama ini pesan mu tidak berbalas,namun saya kecewa atas sikap mu karna tidak mendengar omongan baba sama umi.percayalah apa yang dilakukan oleh baba dan umi mu adalah terbaik untukmu satu hal saja mungkin kita tak berjodoh"demikian isi pesan itu.
Khalil membaca nya tak terasa buliran bening mengalir dari pipinya.
setelah memberikan pengertian pada Khalil Asha bernafas lega satu persatu masalah percintaan nya terselesaikan.tinggal menghadapi ibu vina bagaimana cara meluluhkan hati nya.
mentari pagi menyinari kota Surabaya asha bersiap untuk menemani ibu vina belanja tentu saja fadly akan ikut bersama mereka.
Selama menemani ibu vina belanja yang banyak interaksi adalah Asha dalam benak nya yang paling dalam Asha berusaha bagaimana cara nya ibu vina luluh akan perhatian Asha.
"sha,nanti kita masak sama sama yah"membuka keheningan.Asha hanya tersenyum bahagia karna perlahan dapat menerima kehadiran asha.
"iya bu nanti kita masak sama sama,ngomong ngomong makanan kesukaan mas fadly apa y nanti saya mau banyak belajar dari ibu"ujar Asha panjang lebar.
__ADS_1
Fadly yang sedang di bicarakan nya hanya senyum senyum "tanya aja sama mama"ujar Fadly
"iya bu nanti ajaarin yah"ujar Asha kembali
*********
Setelah puas berbelanja,mereka semua pun pulang fadly membawa barang belanjaan ke dapur dan bersiap untuk memasak.ibu vina mengajari Asha membuat Kari ayam dan capcay.sedangkan asha membuat pizza mini dan cake.
setelah selesai memasak dan disajikan akhir nya mereka makan siang bersama di lanjutkan duduk santai di ruang tamu.
"sha maafin ibu iya kalau selama ini ibu tak pernah memahami perasaan mu"ujar Ibu vina
"gkpp bu,semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak nya"ujar Asha.
Obrolan hangat itu berlangsung hingga sore di temani cemilan yang di buat oleh Asha.
Bersambung😊
Akankah ibu vina merestui fadly dan asha
Ikuti terus y kisah nya
__ADS_1