
Mentari pagi dan kicau burung membangunkan tidur dari Asha,y Asha begitu bahagia setelah semalam mendengar kabar telpon dari Khalil bahwa Umi intesar mendukung hubungan nya,hari ini tepat nya pagi ini juga khalil akan meminta restu pada sang Baba.
setelah mandi dan berganti pakaian Asha langsung menuju kamar teti Omazhien.ternyata sang Teti sudah duduk manis di kursi rodanya.
Teti omazhin kembali duduk di kursi roda tepat setelah sebulan kepulangan Baba Hazhiem ke Amerika.
Teti sakit selama berbulan-bulan saat itu yang menemaninya Madam Aisha,Aku terkadang shava bermalam di Drubi house.
Mungkin itulah sebab nya mengapa umi intesar mendukung hubungan ku dengan khalil alasan nya Aku merawat sang teti Omazhien.
Pagi di rumah baba Mhazin semua orang sudah berkumpul untuk menyantap sarapan pagi,termasuk khalil.
"baba,Ada satu hal yang ingin sampaikan"ucap khalil sambil memegang cangkir kopinya.
"katakanlah Khalil!,"ujar baba Mhazien
Khalil menatap baba dengan tajam
"aku ingin menikahi Asha"ujar nya dengan hati-hati.
__ADS_1
deggg....
Semua menghentikan aktifitas sarapan pagi nya kecuali sang Umi sudah tau hal tersebut dari semalam.
Baba Mhazin menatap lekat wajah sang anak,dan berucap"apakah saya tidak salah dengar?"
Khalil menghela nafas dan "semua itu benar baba,khalil ingin menikahi Asha"ucap nya kembali.
Diam tanpa kata,hening susana meja makan,sang baba meninggalkan ruang makan dengan perasaan tak menentu.Baba Mhazin lebih memilih masuk dalam kamarnya.
Tak lama kemudian Sang istri menyusulnya,wanita paruh baya yang sudah menemani sang suami lebih dari 3 dekade tersebut mengelus punggung suaminya.
"siapapun Asha,dia adalah wanita baik dan sangat menyayangi Teti omazhin"ucapnya kembali.
Mhazij hanya menatap raut wajah Intesar sang istri dan menggegam erat tanganya.
"Ayo kita kerumah Teti omazhin"ucap baba Mhazin
Sebuah mobil landcruiser hitam meluncur jalanan Homs Syria,tak memekan waktu banyak untuk sampai dirumah Teti omazhin.
__ADS_1
selang 30 menit kemudian rumah telah sampai di depan gerbang rumah besar Al drubi.
Suara bel rumah berbunyi,Madam Aisha bergegas membuka pintu,aku dan teti masih didalam kamar menemani Teti mandi dan berganti pakaian.
Tak berapa lama Aku dan Teti menyusul di ruang keluarga,dengan perasaan tak menentu arah,akhir aku bertemu dengan keluarga Khalil.
Khalil sudah duduk manis di sudut dekat perapian,mata nya menatap tajam padaku,sementara aku diam dan canggung.namu rasa canggung ku memudar takkala Umi intesar memulukku,dan mengambil kursi roda dari tanganku.
Semua telah duduk manis di ruang keluarga,baba Mhazin menatapku,dan berkata"apakah kamu siap menjadi bagian keluarga ini Asha"
Degg
Detak jantung bergemuruh dihatiku,aku tak bisa mengatakan apaapa,baba Mhazin kemudian berkata lagi "apapun keputusan Khalil aku akan mendukungnya,"
Ku melihat Khalil menghampiri ayah nya dan memeluknya.butiran bening hampir saja lolos disudut mata Khalil.
harapan Baba mhazin terhadap Khalil sungguh luas,Khalil akhir bisa move on setelah kegagalannya berumah tangga 5 tahun lalu,y Khalil pernah menikah pada usia 23 tahun,namun sayang biduk rumah tangganya hanya bertahan 3bulan,setelah sang istri selingkuh Khalil marah dan sering mabuk-mabukan.
hingga kecelakaan naas itu terjadi,Khalil trauma akan sosok perempuan,hingga hadir Asha di keluarga Drubi.
__ADS_1
Bersambung...