PerjalananAsha

PerjalananAsha
keputusan Asha


__ADS_3

Entah pukul berapa Asha terlelap tidur,ketika Adzan shubuh berkumandang Asha masih bergulung dengan selimutnya.Hingga Ryu membangunkan mama nya yang masih terbuai mimpi.


."mama bangun dah pagi sholat dulu"ujar bocah berusiq 5 tahun itu.


"ehmmm,bentar lagi yah Ryu mama masih ngantuk"ujar Asha


"bangun poko nya cepet bangun"ujar Ryu


dengan terpaksa akhirnya Asha bangun dari tidur nya langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan bergegas menunaikan sholat shubuh.


Mentari pagi menyinari dengan terang,ibu ibu di sibukan dengan kegiatan nya masing masing ada yang jemur pakaian,ada yang menyapu halaman ada juga yang sedang menunggu tukang sayur lewat.


pagi ini Ryu menginginkan jalan kepasar terdekat di sekitar tempat tinggalku.


"mah,ayo jalan yuk ke alfa atau ke pasar Ryu kangen nih"ujar bocah berkulit putih itu.


Asha hanya tersenyum dan menganggukan kepala tanda setuju.

__ADS_1


Pukul 7 pagi Dengan menggunakan motor matik nya Asha bersama dua malaikat kecil nya pergi ke alfa dan setelah itu menuju pasar yang tak jauh dari alfamart.


Ryu dan Rea langsung masuk alfamart untuk berburu aneka cemilan kesukaannya.


setelah mendapat apa yang di inginkan anak anak Asha melajukan motor nya ke pasar tradisional membeli bahan makanan asha akhir nya langsung pulang karna sore nya harus kembali ke Bandung.


Drettttt......


Benda pipih itu berdering menandakan pesan masuk ke aplikasi hijau,setelah membuka dan membaca nya yang ternyata Edgar.Edgar sebelum pulang ke Bandung ingin pergi bersama anak anak bermain ke alun alun kota serang.namun dengan halus Asha menolak nya dengan alasan Ryu sedang tak enak badan.


Setelah berkirim pesan Asha mencari mama nya ingin minta pendapat,setelah berbincang panjang lebar dengan sang mama Asha memutuskan untuk menemui Edgar di luar setelah sebelumnya mengirim pesan pada edgarbahwa ingin bertemu.


Setelah memesan Dounkin dounat dan Edgar pun memesan minuman yang sama yakin capucino hangat,perbincangan pun di mulai.


"edgar maafin aku andaikan keputusan ini akan menyakiti mu"asha membuka percakapan


Edgar hanya tersenyum dan memegang tangan Asha

__ADS_1


"apa yang kamu pikirkan kalau keputusan mu akan menyakiti ku"ujar Edgar


"aku rasa,aku tak bisa menikah dengan mu Edgar!"asha hanya menatap Edgar dengan penuh harap.sementara Edgar hanya bisa tersenyum.


"aku tak yang membuat mu berubah pikiran apa?ujar Edgar kembali.


"Maafin aku Edgar,aku belum bisa melupakan nya,oh iya seperti nya saya juga akan resain dari pekerjaan ini"ucap Asha.


Edgar mengehela nafas dan hening beberapa saat,dan:Aku tak masalah kalau kamu belum bisa menerima lamaran ku,namun untuk pekerjaan aku minta tolong jangan resain"ujqr Edgar panjang lebar.


Asha mengambil tangan Edgar dan berkata"terima kasih edgar atas pengertian mu,kita bisa menjadi rekan kerja yang propesional"ujar Aasha kembali.


setelah perbincangan dari hati ke hati Edgar memahami cinta tak harus memiliki dan cinta pula tak dapat dipaksakan namun edgar menyesali bertemu dengan Asha saat hati asha sudah ada yang punya.


Di sisi lain Asha bernafas lega karna sudah mengambil keputusan yang tepat setidak nya ada orang yang sedang memperjuangkan nya di kota pahlawan surabaya.iya dia adalah dokter Fadly rafikhasa.seorang dokter syaraf yang sudah mencuri hati Asha"nanti malam aku akan memberi kabar baik untuk mu mas"monolog Asha dalam hati.


Bersambung❤

__ADS_1


Reader komen yuk apakah keputusan Asha sudah tepat dengan memilih dokter Fadly?ikuti terus kisah nya yah.


__ADS_2