
Tiga jam sudah Asha dan yang lain menikmati perjalanan akhirnya telah sampai pada sebuah tempat yang bernama Allepo
Menurut Baba wafa Allepo sendiri awalnya adalah Halaba dari bahasa Amori yang berarti besi atau tembaga.sumber utama pada masa lalu.sedangkan dalam bahasa Aram Halaba berarti putih kemudian baba Wafa menjelaskan tentang Allepo.
Baba wafa kemudian bercerita pula bahwa Allepo juga dikenal sebagai pusat industri tenun sutra serta oleh oleh olahan buah buahan kering ,kacang kacangan yang dijual seluruh dunia.
Asha hanya mendengarkan dengan sangat antusias,namun sayang perang sipil membuat Allepo tak berbeda jauh dengan Homs syria.
Baba wafa janji akan melanjutkan cerita nya sekaligus akan memberitahu kenapa kita semua berada disini.
Pada Akhirnya semua koper dan yang lain diturunkan di sebuah rumah yang tak begitu besar tapi cukup untuk sementara menapung kami semua.
setelah Teti omazhin diturunkan memandang takjub rumah minimalis tersebut,pada akhirnya home toure bersama Sang nenek yang sudah berusia 84 tahun tersebut.
Rumah dengan satu kamar utama,2 kamar berukuran sedang serta ruang keluarga dan tentu saja ruang makan dan dapur tanpa sekat.pada akhirnya "Disinilah Aku berada sekarang"gumam Asha.
Setelah semuanya selesai Asha mempersiapkan makan siang yang tadi baba Wafa beli di jalan 2kantong besar Makanan dan minuman ringan baba beli.
Makan siang berupa "nasi kebuli" nasi yanh diolah dengan rempah rempah khas timur tengah dimasak dengan beras basmati serta tambahan ayam panggang serta Salad sayuran.
__ADS_1
Makan siang kali ini sungguh amat nikmat,entah kapan terakhir kali Asha makan dengan bahan poko nasi,asha sudah melupakanya.
Setelah makan siang semua rehat pada kamar masing masing.
.......................
Malam menjelang,semua sudah kembali bugar madam Aisha menemani teti omzahin menikmati malam di Allepo.
bintang berkelip indah,namun disudut balkon lain sepasang mata mengawasi Asha,ya di adalah khalil.Khalil memiliki harapan besar Asha bisa membuka hatinya.harapan tinggal harapan monolog khalil dalam hatinya.
Semua orang berkumpul di ruang keluarga,Shava dan Asha membawa aneka makan malam.
Makan malam kali ini Shava membawa aneka sandwich roti,Shaworma,kebab dan aneka jus buah buahan.
"Sha tau kah kau bahwa Allepo tak bisa dipisahkan dengan bangunan bersejarah yang sudah berusia ribuan tahun,salah satunya masjid agung Damascus atau dikenal dengan sebutan Masjid Umayyah"
Demikian baba wafa bercerita dengan antusias.
Baba wafa juga bercerita"Masjid Umayyah awalnya adalah Basilika santo Yohanes pembaptis atau nabi Yahya As."
__ADS_1
Asha mendengarkan dengan sesekali bersenda gurau dengan Shava.
Shavapun menanggapi sebuah gurauan kepada Asha"ehmmmm ada yang perhatian"celoteh shapa pada Asha
Asha bangkit dan menutup mulut shava dengan kelima jarinya,yang lain hanya senyum senyum melihat tingkah Shava dab Asha.
"Cerita nya mau dilanjut tidak"ujar baba wafa
"Lanjut baba"sorak Asha
Kemudian baba wafa melanjutkan cerita tersebut,"setelah penaklukan Arab atas Damascus yang di pimpin panglima Khalid bin Walid tahun 634 masehi tempat ini menjadi masjid dan salah satu menaranya dibangun sendiri oleh sang panglima"ujar baba wafa.
"Kemudian"ujar Asha
"menara ini di percaya sebagai menara putih tempat kelak turunnya nabi Isa As pada akhir zaman"ucap baba wafa sambil tersenyum
"Tunggu tunggu kenapa baba wafa tau semua tentang Allepo"
Shava menimpali"baba wafa dulu adalah seorang guru sejarah,begitu ceritanya sha"
__ADS_1
"ohhhh"...
Beraambung