
"Salam takziah." Yani memeluk mumy Denel dan membongkok kan badan tanda memberikan penghormatan dan ucapan salam takziah.
Saat Yani melangkah pergi, Mikhael dan yang lain pun datang.
"Kau mau pergi mana?" Tanya Kamal dengan serius sambil menarik tangan adik nya.
" Aku mau urus masalah yang belum selesai." Ucap Yani dengan datar.
"Aku teman kan?" Tanya Kamal.
" Atau abang?" Tanya Mikhael.
" Tak payah masuk campur!" Mikhael sangat terkejut dengan ekspresi Yani.
"Yang lain tak payah ikut aku." Ucap Yani. Chera sangat faham kalau Yani sudah begitu, berarti Yani ingin melakukan sesuatu yang satu orang pun tak mampu mencegah nya.
"Sudah lah." Bisik Chera kepada Mikhael.
"Sekurang-kurangnya luka mu boleh di bagi ubat,Yani!" Tegas Kamal.
"Iya, macam mana kau mau bertindak kalau keadaan mu begitu?" Tanya Enzi. Yani tetap berjalan dengan aura hitam nya.
"Hitam?" Batin Mikhael yang dapat merasakan aura hitam yang kuat dari Yani. Meskipun dia dan Yani bukan indigo, tapi mereka berdua sangat peka.
Dalam perjalanan,
"Aku akan urus satu-satu." Batin Yani sambil mempercepat kan kelajuan motor... tunggu?? motor siapa?? ada-ada jak si Yani ni.
__ADS_1
"Yani naik apa?" Tanya Firdaus yang bingung.
" Naik motor lah. Ehk??? motor?? TIDAAAAKKK!!" Kamal pun berlari pergi luar.
"Astagfirullah!!" Ucap Kamal sambil menepuk dahi nya.
"Agresif sangat dia ni!" Bentak Kamal.
Lain tempat.
"Mesti abang-abang Yani kelelahan dengan ajaran orang aku tadi." Ucap Daus sambil tertawa dengan Akram. Ya!! Mereka berdua yang memfitnah Yani dan mereka jugak yang menghantar orang untuk kacau Kamal and the geng.
Bugh!
"Apa ni!!" Daus dan Akram pun terkejut.
" Kenapa?? terkejut?? ini baru permulaan!" Tengking Yani.
Yani menendang perut Daus dan menendang muka Akram.
Orang yang ada di situ ingin menghalangi Yani,namun serangan Yani yang menggila itu membuat orang takut.
" Kau hantar orang untuk kerjakan abang-abang aku?? masih kalah jauh!" Yani pun mengambil kerusi dan hempaskan nya di kepala dua manusia tak tahu malu itu.
"Ini untuk kau yang sudah jatuhkan maruah keluarga ku!" Yani pun menendang dada Akram.
"Ini untuk kau pasal kau berani kacau aku dan abang-abang aku!" Yani menumbuk perut Daus.
__ADS_1
"Dan ini kerana kamu berdua sudah menjadi salah satu punca kekacauan hidup ku dan orang sekitar ku!" Yani pun melibatkan tendangan untuk Akram dan Daus.
"Aku bagi amaran!Jangan berani ganggu orang sekitar ku!" Yani pun pergi. Daus dan Akram tidak kuat untuk melawan kerana serangan dari Yani sangat mendadak.
Yani pun pergi.
"Dua kotoran sudah aku urus,, untuk urusan lain akan menyusul." Batin Yani sambil menggenggam tangan nya.
Di hospital.
"Aku dah telefon Yani, tapi tak ada respon." Ucap Nawi.
"Dia tak da niat kah untuk jumpa Denel sebelum di kubur?" Tanya Enzi yang mulai emosi.
"Semua Yani tak layan termasuk aku." Ucap Mikhael sambil menunduk.
"Ehk Zura! Kau nak pergi mana?" Tanya salah satu jururawat.
"Aku nak pergi ambil tunang aku Daus. Dia telefon tadi katanya dia kena pukul." Jawab seorang wanita yang di gelar Zura.
"Daus? kena pukul?" Gumam Mikhael.
"Jap! Kamu semua fikir kan apa yang aku fikir??" Tanya Hairul sambil memandang semua sahabatnya.
"MAMPUS!" Mereka pun menepuk dahi.
Bersambung~ byeeee,,thnks 💞💞💞
__ADS_1