Perjuangan Ku

Perjuangan Ku
ep70


__ADS_3

" Kalau itu memudaratkan, tak payah lah buat. Jangan gatal sangat nak cari balak," ucap Asn Nawi dengan riak wajah yang datar.


"Abang,?" Yani dan sahabat-sahabatnya pun bertukar menjadi canggung.


"Jadi ini yang kakak Abang Adrian maksud kan?" tanya Soef yang tiba-tiba muncul dengan air muka yang tak pernah di tunjuk oleh nya.


"Kecil-kecil sudah pandai berahsia!" ketus Firdaus yang juga terlihat tidak puas hati.


"Ehem! Pandai ehk kamu semua serbu adik-adik aku," Kamal pun datang.


"Aku dan Enzi tau hal ni termasuk Mikhael dan Hairul," ucap Kamal lagi.


"Mal!! kami pun sahabat kau juga!!" tengking Soef.


"Kenapa ni?" Ibu Maya datang.


"Aku kecewa dengan kau Mal," Firdaus pun ingin melangkah pergi namun di tahan oleh Mikhael.


"Kau jangan sentuh aku!" bentak Firdaus kepada Mikhael.


" Kau kenapa bentak abang aku!?" Hairul pun mulai memanas.


" Sudah!" kini giliran Yani yang bertegas.


"Aku yang sakit,kamu semua pula yang acah-acah tersakiti," ucap Yani dengan mata yang berkaca-kaca.


"Yan," gumam Joy.


"Sudah lah! aku bagitau kamu semua,kehidupan kita sama tapi perjalanan kita berbeza. Jadi jangan pernah mempersoalkan tentang hidup apa yang aku jalani sekarang. Kita tak tahu apa yang terjadi kedepan nanti. Tapi apa yang penting hanya jalani dan nikmati proses nya sambil mencari solusinya," ucap Yani dengan tenang sambil menahan air matanya.


"Maaf dik,tapi kami kecewa pasal ni hal besar tau. Sepatutnya kami orang dewasa yang tahu dan bertanggungjawab dalam hal begini,bukan kamu semua. Tahu tak betapa malunya kami tak boleh jaga adik kesayangan kami ni?" Pertanyaan dari Asn Nawi buat Yani. Meskipun tak terlalu rapat,Asn Nawi adalah salah satu sahabat Kamal yang selalu ada buat Yani dan sentiasa melindungi Yani.


"Kalau bukan kerana waktu tu aku hantar kau pergi kedai buku,aku dan Mikhael mungkin tak kan tahu apa yang terjadi dengan kau." Semua terkejut.


" Maksud Along?" tanya Yani.


FLASHBACK~


" Aku ada curiga ar tentang Yani," kalimat Mikhael membuat Adrian dan Hairul berhenti melanjutkan aktiviti menyapu taman.


"Maksud kau?" tanya Adrian.

__ADS_1


"Pasal surat dan buku kelabu tu. Aku curiga Yani menyembunyikan sesuatu dari kita semua," jelas Mikhael dengan serius.


Kriingg!


"Ehk! telefon kau bunyi tu." Mikhael pun mengangkat telefon nya.


"Assalamualaikum," ucap Kamal.


"Waalaikumsalam,kenapa Mal?" tanya Mikhael.


"Kau sibuk tak malam ni?"


"*Kenapa Mal?"


"Aku dan Yani nak pergi ke kedai buku. Kalau kau tak sibuk,jom lah sekali kita selidik tentang rahasia dia,"


"Ok,kau set jam berapa gerak,nanti aku dan yang lain ikut dari belakang,"


"Ok*," Kamal pun matikan telefon nya.


FLASHBACK OFF


"Sampai malam tu kami tak sangka kalau ada sekumpulan yang ikut kami dari belakang," ucap Hairul.


"Untuk hal ni kami minta maaf,tapi tolong jangan letak kesalahan ni dengan Yani terus," ucap Chera.


"Ni bukan salah Yani!" tegas Jessica.


"Okay,kami tak salahkan siapa pun," ucap Soef.


"Tapi mata nya tetap tajam dengan kita," celah Enzi.


"Dah,janji sekarang tiada lagi tau masalah atau rahasia yang kami tak tahu," ucap Safura untuk mencairkan suasana.


"Chera,ibu minta kamu bawa Yani pergi bilik dulu," pinta Ibu Maya.


"Ok bu,jom Yan," Chera,Jessica dan Yani pun pergi.


Setelah bayang-bayang mereka bertiga tiada,Ibu Maya pun buka mulut.


"Sebenarnya ibu pun ada sembunyikan sesuatu dengan kamu semua," ucapnya sambil menahan air mata.

__ADS_1


"Haa!?" Mereka semua terkejut


"Beberapa hari yang lalu,,"


Flashback Onn


"Assalamualaikum ibu,ayah!"


"Waalaikumsalam,Nia!" Ibu Maya pun memeluk anak tirinya.


"Ibu,Nia ada berita buruk tentang Yani,"


"Berita apa sayang?" tanya Ibu Maya dengan lembut.


"Clara ada bagitau tentang keadaan Yani yang makin memudaratkan," ucap Nia dengan wajah keberatannya.


"Clara ada bagitau juga kalau.."


"Kalau apa Nia!? jangan buat ibu tertanya-tanya!"


"Kalau kemungkinan besar Yani hanya mampu bertahan beberapa bulan," jawab Nia dengan penuh rasa bersalah.


"Tak! ibu tak percaya! ibu hanya percaya dengan kekuasaan tuhan," ucap Ibu Maya dengan tegas.


"Kami pun tak percaya,ibu. Kami akan cuba sedaya upaya kami untuk membuat Yani kembali normal. Percayalah bu,tiada siapa yang nak Yani pergi dengan umur yang begitu muda," ucap Nia dengan perasaan sebak nya.


"Sekarang yang penting adalah kita semua harus bersepakat untuk menjaga perasaan dia. Jangan terlalu meletakkan beban kepada dia," ucap Nia lagi.


" Ibu tak tahu lagi Nia macam mana?" ucap nya dengan air mata. Nia pun memeluk Ibu Maya untuk menenangkannya.


Flashback Off.


"Jadi kita harus buat apa sekarang? keadaan Yani makin kritikal,tak kan kita tetap lanjutkan projek kita?" tanya Safura.


"Malahan kita harus cari idea tambahan untuk buat Yani bahagia,Safura!" semua setuju dengan pendapat Nira.


"Tapi macam mana?" tanya Safura lagi.


"Aku ada idea!" Semua melihat kearah Mikhael.


Bersambung~

__ADS_1


Assalamualaikum guysss..thanks tau selalu support aku..hanya tuhan yang mampu balas kebaikan kamu semua..byeee❤❤


__ADS_2