
"Bro!" Soef pun berlari kearah Mikhael, Kamal dan Hairul.
"Kenapa?" tanya Kamal.
"Yani balik-balik mengigau!" jawab Soef.
"Dia cakap apa?" tanya Mikhael.
"Aduuh! kalau aku cakap mesti kamu bingung," ujar Soef.
"Jawab jak lah!" tegas Mikhael, Kamal dan Hairul.
"Begini, dia selalu cakap' Yani sayang abang, Yani nak abang, Yani cintakan abang' dan banyak lagi bro! ucapan dari mulut Yani seolah bukan Yani. Bilik dia pula sangat pengap dan berubah bau busuk sampai kan Safura terduduk lemas di depan tandas," jelas Soef. Kamal dan Hairul memandang Mikhael dengan tatapan tajam.
"Jom masuk!" mereka berempat pun pergi menuju bilik Yani.
"Guys! Yani makin teruk ni! aku seram doh nampak muka dia mengigau macam ni!"ucap Firdaus.
"Ibu dan ayah mana?" tanya Kamal.
"Tadi aku nak bangunkan ibu dan ayah, tapi Enzi cakap jangan lah ganggu mereka dulu pasal mesti mereka sangat lelah," jelas Nira.
"Mal,kau pegang kaki nya, Safura dan Nira pegang tangannya dan Enzi pegang Chera," Enzi kebingungan.
"Kenapa dengan Chera?" tanya Enzi.
"Nanti ku jelaskan. Sekarang ikut jak dulu arahan ku," ujar Mikhael dan Enzi pun menurutinya.
Mikhael mendekati Yani dan memegang dahinya.
"Kurang ajar lelaki ni! dia buat Yani sampai macam ni??!" ucap Mikhael dalam hati dengan emosi.
Mikhael membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an dan bisik ke telinga Yani.
__ADS_1
Yani pun bangun dan mengeluarkan lidah yang sangat panjang sampai membuat yang lain bergedik ngeri. Tapi tidak dengan Mikhael,Kamal,Hairul dan Enzi yang bertatapan serius terhadap Yani.
"Pesan dengan tuan mu, gadis ni tak layak untuk dia!" tegas Mikhael sambil menepuk kuat akan dahi Yani.
"Arrrgggghhh!" jerit Yani da Chera pun pengsan.
"Aikh?? lain yang menjerit, lain yang pengsan," bisik Firdaus kepada Nawi.
"Kenapa si Chera yang pengsan?" tanya Nira kepada Mikhael namun Mikhael tak menganggapnya.
Yani masih dalam kawalan tuan ilmu hitam tersebut. Dia bangkit dan mencuba untuk menyerang Mikhael namun di halang oleh Nira dan Jessica.
"Enzi! tahan si Chera! takut nanti dia sedar lain jadinya," yang lain masih bingung namun Enzi sudah memahaminya.
Mikhael pun berlari keluar melalui tingkap bilik Yani dan pergaduhan sengit berlaku di luar rumah.
"Kenapa ibu dan ayah tak sedar?" tanya Safura yang bingung kenapa Ibu Maya dan Ayah Ahmad tak terganggu sama sekali dengan kejadian tersebut.
"Mikhael dah pasang pagar. Kejadian ni hanya kita yang alami," jelas Hairul.
"Meskipun itu badan Yani, tapi roh nya bukan Yani. Kalau aku jadi dia,aku mesti tergangggu dengan itu pasal satu hal, dia tu sebahagian dari hidup kita tapi aku respect dengan Mikhael yang boleh berurusan dengan hal macam ni," jelas Kamal.
"Aku tak boleh buang masa pasal dia guna badan Yani, takut nanti jadi masalah besar," batin Mikhael.
Mikhael pun mencekik Yani dan berbisik,
"Kau cari masalah dengan budak ni,itu berarti kau cari masalah dengan aku!" Mikhael mencekik Yani dan memukul belakang leher Yani sehingga Yani pengsan.
Semua mereka berlari ke arah Yani dan Mikhael.
"Macam mana?" tanya Firdaus.
"Settle untuk sekarang,tapi siap sedia untuk hari kedepan nya," ujar Mikhael.
__ADS_1
"Aku angkat dia dulu dan El, tolong bersihkan 'sampah' yang bertempiaran di sekeliling rumah ni," perintah Kamal kepada Mikhael.
"Baiklah. Rul, kau tolong aku dulu," ucap Mikhael yang mulai pucat.
"Jessica dan Joy mesti tau kan apa yang perlu di lakukan?" tanya Hairul.
"Tau bang!" mereka pun berlari diikuti dengan Brian.
Yang lain pun pergi ikuti Kamal terkecuali Mikhael, Hairul dan Nira.
"Dari tadi aku bingung,apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Nira.
"Ada lelaki yang menghantarkan ilmu sihir kepada Yani dan sihir itu berguna untuk mendapatkan hati seseorang," jelas Mikhael.
"Itu berarti, ada orang yang suka Yani secara diam," ujar Hairul.
"Shah ataupun Daus," ujar Hairul lagi.
"Jangan memfitnah dulu boy," tegur lembut Nira kepada Hairul.
"Aku harus cari bukti yang kuat dulu untuk heret dia," batin Mikhael.
"Macam mana dengan Chera?" tanya Nira.
"InSyaAllah, besok aku jelaskan semua," jawab Mikhael.
"El,aku nampak kau macam mayat hidup dah tu. Biarlah semua ni kau serahkan dengan aku, aku yang bersihkan semua ni," ujar Hairul.
Mikhael pun pergi masuk ke dalam rumah di ikuti dengan Nira kerana Hairul tak nak Nira terkena kesan nya.
"Aku rasa aku tau siapa," Batin Nira.
#quote
__ADS_1
"Jangan pernah menyakiti kalau kau menyayangi"@airinmukrimh
Bersambung~ terima kasih yang sudi membaca novel yang tak seberapa ni, hehehe.. bye guys 💞