Perjuangan Ku

Perjuangan Ku
ep73


__ADS_3

Setelah sampai di tempat parking,


"Maafkan Chera," ucap Chera dengan rasa bersalah.


"Its okay, its not your fault," pujuk Adrian.


"Buek!" Enzi dan yang lain semua 'muntah' dengan perlakuan Adrian kepada Chera. Orang tua mereka hanya tertawa.


"Tapi powerfull jo tadi Yani tampar Syazlina," celah Brian yang masih terbayang kejadian tadi.


"Tapi kenapa Adrian tak protect Chera tadi?" tanya Firdaus.


"Nanti aku cerita dalam perjalanan," mereka pun masuk kenderaan masing-masing.


"Yani! kenapa berdiri? sinilah masuk!" tapi Yani tetap berdiri.


"Kenapa Yan?" tanya Brian.


"Tunggu," Mikhael keluar dari kereta dan mengambil air yang sentiasa tersedia di beg nya.


Mikhael menyiram keliling tempat Yani berdiri.


"Adik,"


"Abang,terima kasih," Yani pun melangkah pelan-pelan.


"Kenapa dengan Yani?" tanya Nira.


"Yani kena gangguan lagi," jawab Joy.


Nira pun mengangguk.


Dalam perjalanan,


"Bukan aku tak sayang,tapi aku yakin dengan kemampuannya untuk mempertahankan dirinya. Lain cerita kalau berhadapan dengan lawan jenisnya,aku tak kan berdiam diri," jelas Adrian.


"Faham," ucap Firdaus.


"Tapi lain cerita kalau dengan Hairul," celah Nira sambil menatap langit.


"Kenapa kalau Hairul?" tanya Soef.


"Dia tak kira kau lelaki atau perempuan,muda atau tua dia tetap lawan kalau orang tu buat yang tak baik dengan orang kesayangan nya," jawab Nira.


"Tapi itukan terkesan tak beradab ataupun nampak dayus kalau dia berhadapan dengan perempuan," Nira tersenyum mendengar pendapat dari Asn Nawi.


"Bagi dia mempertahankan seseorang tak perlu melihat keadaan ataupun melihat siapa dia. Jujur,aku sendiri terkadang kurang selesa dengan dia yang sangat posesif. Tapi melihat balik keadaan aku yang selalu cuai,lalai dan lemah,memang aku perlukan dia bahkan sangat memerlukan. Aku tak tahu apa yang terjadi bila aku tanpa seorang Hairul," ucap Nira yang sedang menahan air matanya.


"Aku teringat dengan kata-kata Denel," semua memandang ke arah Joy.


"Selain aku dan Yani,Denel juga termasuk line kami. Aku masih ingat waktu kami dalam latihan,aku sangat bergantung dengan dia. Sampai satu hari dia ada cakap dengan aku bahawa 'kita manusia biasa yang sudah di takdirkan selama mana kita hidup. Tapi kita tak tahu takdir hidup kita seperti apa bahkan kita tak tahu selama mana kita hidup. Entah kau atau aku yang pergi dulu pun kita tahu. Apa yang penting sekarang adalah belajar tanpa mengharap ataupun bergantung dengan manusia. Biasakan diri untuk berdikari dan bila kita dalam kesusahan di situlah kita memanjat doa kepada tuhan agar di berikan kekuatan dan petunjuk," semua terdiam dengan cerita Joy.

__ADS_1


"Abang rasa seorang Denel sangat memberi energi yang positif untuk kamu semua,betul kan?" tanya Soef.


"Denel dan Yani ibarat rama-rama yang beterbangan menabur semangat kepada kami. Mereka berdua tak pernah putus asa bahkan kami selalu berfikir bahawa Yani adalah Denel dan begitu juga sebaliknya," jelas Jessica.


"Kakak bangga sebenarnya dengan persahabatan kamu ni," ucap Nira sambil memeluk Jessica.


Suasana kereta Hairul..


"Yan,ibu kan sudah pesan tolong kawal emosi kamu. Kamu tu belum seberapa sihat, takut nanti makin parah," Yani hanya tengok langit seakan masuk kanan keluar kiri.


"Sayang,umi setuju dengan ibu kamu tu. Kamu mesti belajar tau kawal perasaan kamu dan ini semua demi kebaikan kesihatan kamu sendiri," Yani tetap termenung melihat langit.


"Biar abi teka,mesti Yani fikir Mikhael kan?" Yani hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Yani fikir kenapa manusia harus menilai seseorang dengan penilaian yang serong? padahal manusia di ciptakan dengan dua tenaga di mana ada positif dan negatif. Itu juga berarti seseorang tak pernah lari dari kekurangan ataupun keburukkan. Tapi kenapa manusia yang lain tetap memandang jahat ataupun kekurangan seseorang?" Semua yang berada dalam kereta itu hanya terdiam.


"Yani tak boleh sambung belajar atas faktor ataupun sebab yang tertentu kan? Yani boleh terima bahkan Yani mulai membiasakan diri dengan hidup Yani yang baru. Tapi Yani tak habis fikir dengan mereka yang bangga dengan kelebihan mereka sehingga menjatuhkan orang lain yang terlihat kekurangannya. Kadang Yani simpati juga dengan orang yang merendahkan kekurangan orang sehingga tak sedar kalau dia pun ada kekurangannya," ucapan Yani membuat yang lain berfikir bahawa dia mempunyai fikiran yang jauh.


"Yani,abi selalu pesan dengan Mikhael,Hairul bahkan dengan Adrian sekali bahawa bergaul lah dengan mereka yang mempunyai kekurangan dan kamu mampu untuk menyempurnakan kekurangannya. Kamu tahu kenapa?" tanya Abi Aziz.


"Kerana tugas kita adalah menambahkan kebaikan kepada seseorang dan bukan merubah seseorang sehingga dia lari dari jati dirinya,begitu kan bi?" Abi Aziz tersenyum bangga mendengar jawapan dari Yani.


"Ahmad,Maya! aku nak tanya ni,waktu Yani kecil kamu berdua bagi makan apa?" tanya Abi Aziz yang geram dengan muka dan jawapan Yani yang polos.


"Hahahaha! tiada apalah. Cuma kami terlalu biarkan dia untuk mengenal dunia," jawab Ayah Ahmad.


Tak lama kemudian telefon Yani berdering.


"Aik? cuba kamu angkat pasal dia tu jarang telefon orang kalau waktu malam," ucap Umi Maimunah.


"Okay umi," Yani angkat telefon.


"Assalamualaikum dek! tolong bagitau Adrian kalau rumah kakak kena serang dengan orang-orang Tuan Mike!" Yani pun terkejut.


"Waalaikumsalam,Abang Jake mana kak!?"


"Posisi 30 lawan 1 dek!" ucap nya sambil menangis.


"Kakak sembunyi sekarang,kami dalam perjalanan!" Yani terus matikan panggilan.


"Kenapa nak?" tanya Ibu Maya.


"Abang Jake dan Kak Clara dalam bahaya!" setelah dengar penjelasan Yani,dengan cepat Abi Aziz mengejar kereta Adrian.


Mikhael,Kamal,Hairul dan Enzi bingung kenapa namun mereka tetap mengejar kereta Abi Aziz.


"Abang! Kak Clara dan Abang Jake dalam bahaya!" Adrian berhentikan keretanya di ikuti dengan kereta Dady Ritus dan 4 jejaka motor.


Setelah bincang,Yani dan geng nya di ikuti dengan Mikhael serta geng nya juga pergi ke rumah Clara. Adrian minta Safura dan Nira untuk jaga keamanan orang tua mereka.


"Guys,aku dah hubungi Red Lion untuk bantu kita. Memandangkan kita kan tak cukup ni,jadi aku terpaksa buat mereka turun padang," kata Jessica.

__ADS_1


"Red Lion?" Gumam Hairul.


"Tak pa Jes,memang mereka harus turun padang dalam keadaan begini," ucap Chera.


Tak lama kemudian mereka pun sampai.


Baru sahaja turun,mereka kena serang dengan orang-orang Mike.


Yani menangkap tangan lelaki yang ingin memukul nya dan dia mematahkan tangan lelaki tersebut tanpa ampunan.


Begitu juga dengan yang lain.


"Yani! kau masuk dalam sekarang untuk tengok keadaan mereka berdua! di sini biar kami yang urus!" Joy mengarahkan Yani dan dia pun terus lari masuk ke dalam rumah Clara.


Dalam masa yang sama,lelaki berbadan besar berambut merah ingin memperkosa Clara namun langsung di pukul sepuas tenaga oleh Jake.


"Kau sentuh dia,tamat riwayat mu!" Jake memukul nya sampai pingsan.


"Bunuh dia!" Jake pun di keroyok dan di tikam depan mata Clara. Yani yang baru masuk terus memukuli mereka dan menendang tanpa rasa kesian.


Yani menangkap orang yang menikam Jake terus mematahkan tangannya.


"Nikmati hidup mu dengan baik," bisik Yani kepada orang itu dan dia pun lari diikuti dengan kawn-kawannya.


"Jake!" Clara memeluk Jake.


Yani langsung membuka jaketnya dan memakaikan untuk Clara.


Saat Yani ingin membantu Jake,tiba-tiba salah satu anak buah Mike ingin menyerang Yani namun di cegah oleh Mikhael dan Kamal.


"Kau sentuh adik ku,nyawa mu melayang!" ucap Kamal dengan tatapan membunuh.


"Along! bantu Abang Jake!" Kamal pun melepaskan orang itu dan berlari kearah Yani.


"Adik dah hentikan darahnya,jadi along dan abang bantu angkat dia. Biar adik yang bawa Kak Clara," saat ingin keluar dari rumah Clara,Clara terus pengsan.


Untung Yani masih mempunyai tenaga lebih untuk menggendong Clara sehingga sampai di depan pagar.


"Abang Jake!" Joy,Jessica dan Chera menghampiri Jake yang tidak bermaya.


"Kak!" Adrian langsung mengambil alih posisi Yani untuk menggendong Clara.


"Kita harus cepat keluar dari sini sebelum yang lain datang menyerang!" ucap Asn Nawi yang merasa akan ada yang menyerang mereka.


Mereka pun pergi.


Dalam diam ada yang menyaksikan mereka.


"Ini baru permulaannya," ucap nya dalam hati.


Bersambung~

__ADS_1


Terima kasih yang tetap menyokong😘Saranghae❤Assalamualaikum guys,byee..


__ADS_2